<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350</id><updated>2011-07-08T18:52:21.736+08:00</updated><category term='berita'/><category term='pengajian'/><category term='bulletin'/><category term='Tafsir'/><title type='text'>Penyejuk Hati</title><subtitle type='html'>Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS. Ali Imran :104)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-6800639156795057151</id><published>2010-06-09T13:37:00.000+08:00</published><updated>2010-06-09T13:38:27.600+08:00</updated><title type='text'>Kisah Menakjubkan Tentang Sabar dan Syukur Kepada Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;Bagi orang yang sering mengamati isnad hadits maka nama Abu Qilabah bukanlah satu nama yang asing karena sering sekali ia disebutkan dalam isnad-isnad hadits, terutama karena ia adalah seorang perawi yang meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik yang merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu nama Abu Qilabah sering berulang-ulang seiring dengan sering diulangnya nama Anas bin Malik. Ibnu Hibban dalam kitabnya Ats-Tsiqoot menyebutkan kisah yang ajaib dan menakjubkan tentangnya yang menunjukan akan kuatnya keimanannya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama beliau adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi salah seorang dari para ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari Al-Bashroh. Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin Al-Huwairits –radhiallahu 'anhuma- . Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdilmalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Muhammad berkata, "Aku keluar menuju tepi pantai dalam rangka untuk mengawasi (menjaga) kawasan pantai (dari kedatangan musuh)…tatkala aku tiba di tepi pantai tiba-tiba aku telah berada di sebuah dataran lapang di suatu tempat (di tepi pantai) dan di dataran tersebut terdapat sebuah kemah yang di dalamnya terdapat seseorang yang telah buntung kedua tangan dan kedua kakinya, dan pendengarannya telah lemah serta matanya telah rabun. Tidak satu anggota tubuhnyapun yang bermanfaat baginya kecuali lisannya, orang itu berkata, "Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan""&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Muhammad berkata, "Demi Allah aku akan mendatangi orang ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan perkataan ini, apakah ia faham dan tahu dengan apa yang diucapkannya itu?, ataukah ucapannya itu merupakan ilham yang diberikan kepadanya??.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akupun mendatanginya lalu aku mengucapkan salam kepadanya, lalu kukatakan kepadanya, "Aku mendengar engkau berkata "Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan", maka nikmat manakah yang telah Allah anugrahkan kepadamu sehingga engkau memuji Allah atas nikmat tersebut??, dan kelebihan apakah yang telah Allah anugrahkan kepadamu hingga engkau menysukurinya??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu berkata, "Tidakkah engkau melihat apa yang telah dilakukan oleh Robku kepadaku?, demi Allah, seandainya Ia mengirim halilintar kepadaku hingga membakar tubuhku atau memerintahkan gunung-gunung untuk menindihku hingga menghancurkan tubuhku, atau memerintahkan laut untuk menenggelamkan aku, atau memerintahkan bumi untuk menelan tubuhku, maka tidaklah hal itu kecuali semakin membuat aku bersyukur kepadaNya karena Ia telah memberikan kenikmatan kepadaku berupa lidah (lisan)ku ini. Namun, wahai hamba Allah, engkau telah mendatangiku maka aku perlu bantuanmu, engkau telah melihat kondisiku. Aku tidak mampu untuk membantu diriku sendiri atau mencegah diriku dari gangguan, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memiliki seorang putra yang selalu melayaniku, di saat tiba waktu sholat ia mewudhukan aku, jika aku lapar maka ia menyuapiku, jika aku haus maka ia memberikan aku minum, namun sudah tiga hari ini aku kehilangan dirinya maka tolonglah engkau mencari kabar tentangya –semoga Allah merahmati engkau-". Aku berkata, "Demi Allah tidaklah seseorang berjalan menunaikan keperluan seorang saudaranya yang ia memperoleh pahala yang sangat besar di sisi Allah, lantas pahalanya lebih besar dari seseorang yang berjalan untuk menunaikan keperluan dan kebutuhan orang yang seperti engkau". Maka akupun berjalan mencari putra orang tersebut hingga tidak jauh dari situ aku sampai di suatu gudukan pasir, tiba-tiba aku mendapati putra orang tersebut telah diterkam dan di makan oleh binatang buas, akupun mengucapkan inna lillah wa inna ilaihi roji'uun. Aku berkata, "Bagaimana aku mengabarkan hal ini kepada orang tersebut??". Dan tatkala aku tengah kembali menuju orang tersebut, maka terlintas di benakku kisah Nabi Ayyub ‘alaihissalam. Tatkala aku menemui orang tersbut maka akupun mengucapkan salam kepadanya lalu ia menjawab salamku dan berkata, "Bukankah engkau adalah orang yang tadi menemuiku?", aku berkata, "Benar". Ia berkata, "Bagaimana dengan permintaanku kepadamu untuk membantuku?". Akupun berkata kepadanya, "Engkau lebih mulia di sisi Allah ataukah Nabi Ayyub ‘alaihissalam?", ia berkata, "Tentu Nabi Ayyub ‘alaihissalam ", aku berkata, "Tahukah engkau cobaan yang telah diberikan Allah kepada Nabi Ayyub?, bukankah Allah telah mengujinya dengan hartanya, keluarganya, serta anaknya?", orang itu berkata, "Tentu aku tahu". Aku berkata, "Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub dengan cobaan tersebut?", ia berkata, "Nabi Ayyub bersabar, bersyukur, dan memuji Allah". Aku berkata, "Tidak hanya itu, bahkan ia dijauhi oleh karib kerabatnya dan sahabat-sahabatnya", ia berkata, "Benar". Aku berkata, "Bagaimanakah sikapnya?", ia berkata, "Ia bersabar, bersyukur dan memuji Allah". Aku berkata, "Tidak hanya itu, Allah menjadikan ia menjadi bahan ejekan dan gunjingan orang-orang yang lewat di jalan, tahukah engkau akan hal itu?", ia berkata, "Iya", aku berkata, "Bagaimanakah sikap nabi Ayyub?", ia berkata, "Ia bersabar, bersyukur, dan memuji Allah, lagsung saja jelaskan maksudmu –semoga Allah merahmatimu-!!". Aku berkata, "Sesungguhnya putramu telah aku temukan di antara gundukan pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas, semoga Allah melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkan engkau". Orang itu berkata, "Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan bagiku keturunan yang bermaksiat kepadaNya lalu Ia menyiksanya dengan api neraka", kemudian ia berkata, "Inna lillah wa inna ilaihi roji'uun", lalu ia menarik nafas yang panjang lalu meninggal dunia. Aku berkata, "Inna lillah wa inna ilaihi roji'uun", besar musibahku, orang seperti ini jika aku biarkan begitu saja maka akan dimakan oleh binatang buas, dan jika aku hanya duduk maka aku tidak bisa melakukan apa-apa[1]. Lalu akupun menyelimutinya dengan kain yang ada di tubuhnya dan aku duduk di dekat kepalanya sambil menangis. Tiba-tiba datang kepadaku empat orang dan berkata kepadaku "Wahai Abdullah, ada apa denganmu?, apa yang telah terjadi?". Maka akupun menceritakan kepada mereka apa yang telah aku alami. Lalu mereka berkata, "Bukalah wajah orang itu, siapa tahu kami mengenalnya!", maka akupun membuka wajahnya, lalu merekapun bersungkur mencium keningnya, mencium kedua tangannya, lalu mereka berkata, "Demi Allah, matanya selalu tunduk dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah, demi Allah tubuhnya selalu sujud tatkala orang-orang dalam keadaan tidur!!". Aku bertanya kepada mereka, "Siapakah orang ini –semoga Allah merahmati kalian-?", mereka berkata, Abu Qilabah Al-Jarmi sahabat Ibnu 'Abbas, ia sangat cinta kepada Allah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu kamipun memandikannya dan mengafaninya dengan pakaian yang kami pakai, lalu kami menyolatinya dan menguburkannya, lalu merekapun berpaling dan akupun pergi menuju pos penjagaanku di kawasan perbatasan. Tatkala tiba malam hari akupun tidur dan aku melihat di dalam mimpi ia berada di taman surga dalam keadaan memakai dua lembar kain dari kain surga sambil membaca firman Allah&lt;br /&gt;}سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ{ (الرعد:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keselamatan bagi kalian (dengan masuk ke dalam surga) karena kesabaran kalian, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (QS. 13:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku berkata kepadanya, "Bukankah engkau adalah orang yang aku temui?", ia berkata, "Benar", aku berkata, "Bagaimana engkau bisa memperoleh ini semua", ia berkata, "Sesungguhnya Allah menyediakan derajat-derajat kemuliaan yang tinggi yang tidak bisa diperoleh kecuali dengan sikap sabar tatkala ditimpa dengan bencana, dan rasa syukur tatkala dalam keadaan lapang dan tentram bersama dengan rasa takut kepada Allah baik dalam keadaan bersendirian maupun dalam kaeadaan di depan khalayak ramai"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------&lt;br /&gt;[1] Hal ini karena biasanya daerah perbatasan jauh dari keramaian manusia, dan kemungkinan Abdullah tidak membawa peralatan untuk menguburkan orang tersebut, sehingga jika ia hendak pergi mencari alat untuk menguburkan orang tersebut maka bisa saja datang binatang buas memakannya, Wallahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-6800639156795057151?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/6800639156795057151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/06/kisah-menakjubkan-tentang-sabar-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/6800639156795057151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/6800639156795057151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/06/kisah-menakjubkan-tentang-sabar-dan.html' title='Kisah Menakjubkan Tentang Sabar dan Syukur Kepada Allah'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-7723296396051353866</id><published>2010-06-09T13:32:00.001+08:00</published><updated>2010-06-09T13:33:53.297+08:00</updated><title type='text'>Karakter Jahiliah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;Ilmu ini kami peroleh dari Ustad Wahyudi KS dalam Tadrib Jama'ah Imamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 6 peta (karakter) peradaban Jahiliyyah:&lt;br /&gt;1. Syirik kepada Allah.&lt;br /&gt;2. Berpecah belah dalam berbagai golongan (360 golongan).&lt;br /&gt;3. Berlomba-lomba ingin menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;4. Penyimpangan terhadap millah Ibrahim as.&lt;br /&gt;5. Merajalelanya kemaksiatan.&lt;br /&gt;6. Dunia menjadi tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keenam sifat jahiliyyah (masa sebelum Rasulullah Saw diutus) ini, ternyata semuanya dimiliki oleh zaman yang disebut zaman mutakhir ini. Ternyata kemajuan dibidang IPTEK dan sains tidak bisa membuat zaman ini lebih hebat dari masa jahiliyyah. Sama saja. Dan sunatullah akan terus menghiasi tiap zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka adalah omong kosong yang membangga-bangga kemajuan zaman sekarang sehingga mengatakan syareat Islam dan Al Qur'an tidak cocok lagi di masa ini. Akhirnya banyak ummat Islam yang memilih melakukan pembaharuan jalan dari pada mengikuti jalan yang telah ada, yaitu cukup Al Qur'an dan As Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masa jahilyyah dengan zaman sekarang, tak ada bedanya. Karakternya sama. Maka zaman jahiliyyah, Islam itu asing. Dan zaman sekarang, Islam pun akan menjadi asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(By: Abu Dzakira).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-7723296396051353866?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/7723296396051353866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/06/karakter-jahiliah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/7723296396051353866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/7723296396051353866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/06/karakter-jahiliah.html' title='Karakter Jahiliah'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-1351619375485281823</id><published>2010-06-09T13:25:00.003+08:00</published><updated>2010-06-09T13:29:50.750+08:00</updated><title type='text'>Pesona Sayyid Quthb</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“The history of the world is but the biography of great man”, sejarah adalah tak lebih merupakan kumpulan biografi orang-orang besar. Pernyataan yang pernah dilontarkan oleh Thomas Carlyle tersebut adalah pernyataan yang tepat untuk melukiskan makna sejarah. Karena ketika membaca sejarah, kita akan menemukan sepak terjang dan aksi orang-orang besar yang ada di dalamnya. Yaitu mereka yang pernah melakukan pekerjaan yang besar. Pekerjaan yang mampu merubah mata angin dan pola pikir umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu orang besar yang mampu menorehkan sejarah hidupnya dengan indah adalah Sayyid Quthb. Karya-karyanya menjadi inspirasi bagi bangkitnya jihad Islam di seluruh dunia. Setidaknya itulah yang diakui oleh pengamat ‘terorisme’ dan ulama’ su’ yang menjadi pelayan Thoghut. Ya, ia bernama Sayyid Quthb –Rahimahullah-. Di antara mereka yang begitu tergetar dengan sosok mulia ini adalah seorang polisi yang menyaksikan eksekusi matinya pada tahun 1966.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi tersebut mengetengahkan kisahnya kepada kita, “Penugasan kami yang terakhir di penjara itu adalah menjaga sebuah sel di mana di dalamnya ada seorang lelaki yang dipenjara. Kami diberitahu bahwa orang ini adalah yang paling berbahaya dari kumpulan ‘pengkhianat’ itu. Orang ini adalah pemimpin dan perencana seluruh makar jahat mereka. Namanya Sayyid Quthb. Orang ini agaknya telah mengalami siksaan sangat berat hingga ia tidak mampu lagi untuk berdiri. Mereka harus menyeretnya ke Pengadilan Militer ketika ia akan disidangkan. Suatu malam, keputusan telah sampai untuknya, ia harus dieksekusi mati dengan cara digantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sebelum eksekusi gantung, seorang syaikh datang menemuinya, untuk mentalqin dan mengingatkannya kepada Allah. Syaikh itu berkata, “Wahai Sayyid, ucapkanlah Laa Ilaaha Illallah…” Sayyid Quthb hanya tersenyum lalu berkata, “Sampai juga engkau wahai Syaikh, menyempurnakan seluruh sandirawa ini ? Ketahuilah, kami mati dan mengorbankan diri demi membela dan meninggikan kalimat Laa Ilaaha Illallah, sementara engkau mencari makan dengan Laa Ilaaha Illallah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini hari esoknya, aku dan temanku menuntun tangannya dan membawanya ke sebuah mobil tertutup, di mana di dalamnya telah ada beberapa tahanan lainnya yang juga akan dieksekusi. Beberapa saat kemudian, mobil penjara itu berangkat ke tempat eksekusi, dikawal oleh beberapa mobil militer yang membawa kawanan tentara bersenjata lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tiba di tempat eksekusi, tiap tentara menempati posisinya dengan senjata. Para perwira militer telah menyiapkan segala hal termasuk memasang instalasi tiang gantung untuk setiap tahanan. Seorang tentara eksekutor mengalungkan tali gantung ke leher beliau dan para tahanan lain. Setelah semua siap, seluruh petugas bersiap menunggu perintah eksekusi. Di tengah suasana ‘maut’ yang begitu mencekam dan menggoncangkan jiwa itu, aku menyaksikan peristiwa yang mengharukan dan mengagumkan. Ketika tali gantung telah mengikat leher mereka, masing-masing saling menasehati saudaranya untuk tetap tsabat dan sabar, serta menyampaikan kabar gembira, saling berjanji untuk bertemu di surga, bersama dengan Rasululloh tercinta dan para shahabatnya. Nasehat ini kemudian diakhiri dengan pekikan, “ALLAHU AKBAR, WA LILLLAHIL HAMD.” Aku tergetar mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang genting itu, kami mendengar bunyi mobil datang. Gerbang ruangan dibuka dan seorang pejabat militer tingkat tinggi datang dengan tergesa-gesa sembari memberi komando agar pelaksanaan eksekusi ditunda. Perwira tinggi itu mendekati Sayyid Quthb, lalu memerintahkan agar tali gantungan dilepaskan dan tutup mata dibuka. Perwira itu kemudian menyampaikan kata-kata dengan bibir bergetar, “Saudaraku Sayyid, aku datang bersegera menghadap anda, dengan membawa kabar gembira dan pengampunan dari presiden kita yang sangat pengasih. Anda hanya perlu menulis satu kalimat saja sehingga anda dan seluruh teman-teman anda akan diampuni.” Perwira itu tidak membuang-buang waktu, ia segera mengeluarkan sebuah notes kecil dari saku bajunya dan sebuah bolpen, lalu berkata, “Tulislah saudaraku, satu kalimat saja…Aku bersalah dan aku minta maaf…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hal serupa pernah terjadi ketika Ustadz Sayyid Quthb dipenjara, lalu datanglah Aminah, saudari beliau, sembari membawa pesan dari rezim thaghut Mesir, meminta agar Sayyid Quthb sekedar mengajukan permohonan maaf secara tertulis kepada presiden Jamal Abdul Nasher, sehingga ia akan diampuni. Sayyid Quthb mengucapkan kata-katanya yang terkenal, “Telunjuk yang senantiasa mempersaksikan keesaan Allah dalam setiap shalatnya, menolak untuk menuliskan barang satu huruf penundukan atau menyerah kepada rezim thaghut….”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Quthb menatap perwira itu dengan matanya yang bening. Satu senyum tersungging di bibirnya. Lalu dengan sangat berwibawa beliau berkata, “Tidak akan pernah ! Aku tidak akan pernah bersedia menukar kehidupan dunia yang fana ini dengan akherat yang abadi.” Perwira itu berkata dengan nada suara bergetar karena rasa sedih yang mendalam, “Tetapi Sayyid, itu artinya kematian…” Ustadz Sayyid Quthb berkata tenang, “Selamat datang kematian di jalan Allah….Sungguh Allah Maha Besar !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyaksikan seluruh episode ini, dan tidak mampu berkata apa-apa. Kami menyaksikan gunung menjulang yang kokoh berdiri mempertahankan iman dan keyakinan. Dialog itu tidak dilanjutkan, dan sang perwira memberi tanda eksekusi untuk dilanjutkan. Segera, para eksekutor akan menekan tugas, dan tubuh Sayyid Quthb beserta kawan-kawannya akan menggantung. Lisan mereka yang akan menjalani eksekusi itu mengucapkan sesuatu yang tidak akan pernah kami lupakan untuk selama-lamanya. Mereka mengucapkan, “Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasululloh…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari itu, aku berjanji kepada diriku untuk bertobat, takut kepada Allah, dan berusaha menjadi hamba-Nya yang shaleh. Aku senantiasa berdoa kepada Allah agar Dia mengampuni dosa-dosaku, serta menjaga diriku di dalam iman hingga akhir hayatku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;–Sumber : Mereka yang kembali kepada Allah, oleh Muhammad Abdul Aziz al-Musnad dan diterjemahkan oleh Dr. Muhammad Amin Taufiq-.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-1351619375485281823?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.oaseimani.com/2010/05/ketegaran-seorang-sayyid-quthb/' title='Pesona Sayyid Quthb'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/1351619375485281823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/06/pesona-sayyid-quthb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/1351619375485281823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/1351619375485281823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/06/pesona-sayyid-quthb.html' title='Pesona Sayyid Quthb'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-6776892967445573139</id><published>2010-02-09T12:07:00.004+08:00</published><updated>2010-02-09T12:15:48.106+08:00</updated><title type='text'>TAUBATNYA ARTIS SYAMS AL-BARUDY</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini diambil dari buku yang ditulisnya sendiri, dengan judul : “رحلتي من الظلمات إلى النور”, pertualanganku dari kegelapan menuju cahaya. Pada satu kesempatan wawancara dengan wartawan, Ia menjelaskan panjang lebar sebab-sebab mendapatkan hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertualanganku berawal dari masa remajaku, ayahku – dengan karunia Allah- adalah seoarang yang religius, walaupun menjalankannya biasa-biasa saja, begitu pula Ibuku –semoga Allah merahmatinya. Aku masih menunaikan shalat meskipun tidak disiplin, terkadang beberapa waktunya aku tinggalkan begitu saja, tanpa merasa berdosa karena meninggalkan kewajiban shalat. Sayangnya aku tidak mendapatkan pelajaran agama yang cukup di sekolah, karena pelajaran agama bukan pelajaran pokok dan pengetahuan mendasar dibanding dengan ilmu-ilmu duniawi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menamatkan Sekolah Lanjutan (SMA/Aliyah)k aku bimbang antara meneruskan ke Fakultas  Hukum (كلية الحقوق   )  atau studi senirupa, namun akhirnya aku memutuskan masuk ke Akademi seni rupa jurusan acting dan peran. Tetapi aku tidak sampai menamatkan studi , karean aku sudah cukup menguasai ilmu acting dan peran, hanya beberapa saat saja hidupku seperti mimpi, kaririku di dunia film dan teater terus meroket, ketenaran namaku dengan usia 16-17 tahun membuat cemburu banyak insan telivisi,  perfileman dan jajaran artis lainnya. Di tengah-tengah puncak karirku aku mulai merasakan adanya penolakan dari dalam diriku sendiri, hampir 2-3 tahun aku tidak terjun lagi ke dunia film, sebagian menyangkaku telah mengasingkan diri, aku mulai menolak beberapa skenario yang ditawarkan kepadaku, yang hanya memanfaatkan kecantikan yang Allah berikan kepadaku, sejak saat itu kegiatan aktingku mulai berkurang, bahkan hilang dari peredaran., aku merasa ada pertentangan yang hebat antara kepribadianku dan kenyataan yang aku hadapi. Aku merasakan bahwa aktingku tidak memberikan ibroh (hikmah) yang beerarti, semuanya hanya penuh dengan kepura-puraan dan terlalu dibuat-buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru mulai terjun lagi ke dunia film setelah aku menikah, aku bermain bersama suamiku Ustadz Hasan Yusuf dalam satu scenario yang pas untuk diriku. Di saat shooting aku selalu menyempatkan diri untuk shalat,  kalau terpaksa sampai meningalkannya aku selalu mengqodonya seraya banyak beristighfar kepada Allah, hal itu senantiasa membuatku sedih sekali. Di samping itu aku belum kemitmen dengan identitas dan tampilan yang islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menikah aku telah membeli perlengkapan busana muslim di salah satu butik moderen, namun setelah aku menikah aku diajak suamiku shooping ke luar negeri untuk membeli pakaian musim panas dan musim dingin. Aku tambah sedih karena hal itu akan memasygulkan hatiku, kemudian aku mulai memilih-milih baju yang cukup mewah, jika aku tertarik dengan busana yang pendek, aku selalu membeli jaket untuk menutupi bagian tubuhku yang mungkin masih kelihatan, keinginan ini datang dari dalam jiwaku sendiri, akupun mulai senang dan gandrung dengan hijab, bersamaan dengan itu aku mulai gemar membaca Qur’an, meskipun aku belum pernah menamatkannya, aku pernah menamatkannya dahulu bersama teman-teman di sekolah, tapi sayang teman-temanku juga tidak komitmen dengan penampilan islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku tetap menekuni dunia filem bersama suamiku, terkadang aku bermain bersamanya. Atau Ia yang membuat skenarionya dan aku yang memerankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku bercerita sekarang ini bukan berarti yang kuceritakan adalah sesuatu yang indah dalam hidupku, tapi justru aku ingin berbicara tentang satu fase dalam hidupku, yang apabila kuingat-ingat, ingin rasanya hal itu terhapus dari lembaran hidupku. Seandainya jam kehidupanku dapat dimundurkan kembali, aku tak ingin menjadi insane film terkenal, aku hanya ingin menjadi muslimah yang komitmen dengan ibadah kepada Allah SWT, sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;56.  Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen beribadah kepada Allah dalam pengertian yang kaffah tidaklah mudah dan terasa berat menjalankannya, tetapi dengan karunia Allah jualah segalanya menjadi mudah dan ringan, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW dalam hadits Qudsi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومن تقرب إلي شبرا تقربت إليه ذراعا ومن تقرب إلى ذراعا تقربت إليه باعا،ومن أتاني يمشي أتيته هرولة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang mendekat kepada-KU sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa, dan barangsiapa yang mendekat kepada-KU sedepa, Aku akan dekat kepadanya sejengkal, siapa yang mendatangiku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan favoritku saat itu adalah  tulisan Jean Paul Sarter dan Sigmund Freud dan berbagai karya filsafat lainnya, aku masuk dalam kelompok diskusi filsafat, aku juga memiliki perpustakaan, aku gandrung dengan bacaan-bacaan tersebut tanpa sebab yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku juga berkeinginan untuk menunaikan umroh, tetapi aku berkata pada diriiku sendiri, bahwa aku belum sanggup menjalankannya kecuali bila nanti aku telah berhijab dengan baik, karena dalam benakku tidak logis bila aku mengunjungi rumah Allah (Ka’bah) sementara aku belum komitmen dengan identitas dan penampilan yang islami. Namun demikian seorang temanku mengatakan bahwa hijab bukanlah sarat untuk menunaikan umroh, tidak berhijabnya mereka hanya karena ketidaktahuan mereka terhadap tuntunan Islam, bahkam mereka tetap saja tidak berubah meski telah menunaikan umroh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya suamiku saja yang bernagkat umroh, aku tidak turut serta karena kahawatir sepeninggalku anakku terbengkalai pelajarannya, tetapi selama suamiku umroh, anak perempuanku sakit, lalu menyusul anak laki-lakiku dan akhirnya akupun juga terkena sakit, sehingga aku bertiga dan kedau anakku seluruhnya sakit, mungkin ini teguran dari Allah, karena aku urung berangkat umroh. Tahun berikutnya (1982) akupun berangkat umroh, tepatnya bulan februari. Bulan Desembernya aku baru saja kembali dari Paris dengan oleh-oleh gaun dengan model terbaru dari salah satu butik terkenal. Tetapi ketika aku membeli gaun perlengkapan umroh, pertama kali aku membeli gaun putih polos tanpa asesori apapun, tetapi ketika aku kenakan gaun itu bahkan tanpa make-up di wajahku, aku melihat diriku justru lebih cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kali ini aku bepergian tidak dibarengi dengn rasa was-was dan khawatir dengan anak-anak yang kutinggalkan, padahal kepergianku sebelumnya selalu dihantui rasa cemas terhadap anak-anakku, bahkan aku seringkali mengajak mereka turut serta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menginjakkan kakiku di Masjid Nabawy, entah mengapa tiba-tiba aku ingin membuka mushaf meskipun aku tidak banyak memahami maknanya. Tiba-tiba teman serombonganku menegurku : “Apakah kamu mau berhijab (berbusana muslimah)”, “Entahlah, aku serahkan semua ini kepada suamiku, apakah dia akan menyetujuinya atau tidak” jawabku, sementara aku tidak tahu kalau tidak boleh taat dan tergantung kepada sisapapun dal halnmaksiat kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Masjidil Haram aku dapati beberapa akhwat muslimah mengenakan hijab, sementara aku lebih mengutamakan I’tikaf sambil tilawah qur’an. Suatu ketika saat keberadaanku di Masjidil haram anatar ashar dan Maghrib, aku bertemu dengan seorang akhwat dari Mesir yang menjadi warganegara Kuwait, namanya “Arwa”, dia membacakan untukku satu puisi yang ditulisnya sendiri, tiba-tiba aku menangis, aku merasa puisinya sangat menyentuh perasaanku saat itu yang selalu ingin segera berhijab, tetapi banyak orang berkata kepadaku : “tunggu!.... tanyakan dulu ke suamimu, jangan terlalu terburu-buru, engkau kan masih muda, dst….dst….”. tapi keinginanku semakin menggebu setelah mendengar bait demi bait puisinya Arwa. Adapun puisinya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا وربي لن أبالي&lt;br /&gt;وحباني بالجلال&lt;br /&gt;واحتشامي هو مالي&lt;br /&gt;عن متاع لزوال&lt;br /&gt;أطلب السوء لحالي&lt;br /&gt;في حديث أو سؤال فليقولوا عن حجابي&lt;br /&gt;قد حماني في ديني&lt;br /&gt;زينتي دوما حيائي&lt;br /&gt;أ لأني أتولى&lt;br /&gt;لامني الناس كأني&lt;br /&gt;كم لمحت اللوم منهم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkomentar tentang hijabku   #    Tidak!, demi Allah aku tak perduli&lt;br /&gt;Allah telah melindungi agamaku       #    Dan menjadikan aku cinta keagungan&lt;br /&gt;Hijab adalah perhiasan hidupku       #    Kemuliaan adalah harta kekayaanku&lt;br /&gt;Ketahuilah kini aku berpaling        #    Dari kesenangan dunia yang sirna&lt;br /&gt;Banyak orang mencemoohku             #    Penampilanku hanya mencari sial&lt;br /&gt;Berapa banyak celaan kudapti dari mereka  #  Baik lewat pembicaraan maupun pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu menangis manakala mengingat puisi ini, sangat menyentuh kenyataan hidupku. Setelah itu aku menjalankan manasik umroh dengan melakukan thawaf dan sa’I, setelah selesai mala itu aku tidak bisa tidur, aku merasakan sesak dan gelisah di dadaku, seakan aku ditiban gunung yang menghambat nafasku, seakan dosa-dosaku selama menjadi insane film dengan segala aktingnya telah mencekik leherku, kenegahan dunia hasil profesiku yang selama ini kunikmati seolah seperti kain melilitku. Tiba-tiba ayahku yang ikut umroh bersamaku menanyakan kepadaku tentang kegelisahanku. Lalu aku katakana kepadanya : “aku ingin pergi ke Masjidil Haram sekarang!”, padahal saat itu telah larut malam, tidak biasa bagi wanita ke masjid, akupun minta ditemani ayahku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Haram aku shalat tahiyyat Masjid, setelah itu aku melakukan thawaf, di putaran pertama Allah memberikan kemudahan kepadaku mencium hajar aswad, ketika itu doaku hanya satu, untukku, suami dan anak-anaku, seluruh keluargaku agar diberikan kekuatan iman, tak terasa air mataku bergulir terus mengalir tiada putusnya, sepanjang putaran thawaf aku tak henti-hentinya memanjatkan do’a tadi, setelah selesai putaran yang ketujuh aku shalat di dekat hajar aswad dan menciumnya, aku juga shalat di dekat maqom Ibrahim AS, selesai shalat aku membaca surat al-Fatihah, anehnya fatihah yang kubaca begitu terasa lain dalam hatiku seakan-akan aku belum pernah membacanya selama hidupku, aku merasakan keagungan-NYA, tangisku semakin bertambah perasaanku bergoncang, di sela-sela aku thawaf tadi seakan para malaikat berada di sekeliling ka’bah menungguku, aku belum pernah mersakan kegungan seperti ini dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku shalat lagi  dua rakaat menjelang fajar di Hijir Ismail, setelah itu ayahku memberi isyarat kepadaku agar segera pindah ke tempat shalat khusus wanita. Saat shalat fajar aku merasakan diriku telah berubah dan telah menjadi manusia baru yang sempurna. Beberapa jamaah wanita bertanya kepadaku : “Apakah sekarang engkau berhijab wahai ukhti Syams?”, “dengan idzin Allah” jawabku singkat. Sejak saat itu aku benar-banar merasa telah berubah bukan hanya penampilanku tapi juga suaraku ketika berbicara terasa  berubah total. Itulah yang terjadi pada diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulangnya dari umroh aku kembalui ke Mesir, setelah itu aku tidak pernah melepas jilbabku, setelah enam tahun aku dilanda keraguan untuk merubah gaya hidupku. Aku hanya berdo’a kepada Allah agar aku, suamiku, keluargaku dan umat Islam seluruhnya mendapatkan husnul khatimah di akhir hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-6776892967445573139?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/6776892967445573139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/02/taubatnya-artis-syams-al-barudy-kisah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/6776892967445573139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/6776892967445573139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/02/taubatnya-artis-syams-al-barudy-kisah.html' title='TAUBATNYA ARTIS SYAMS AL-BARUDY'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-1966927617532498093</id><published>2010-02-09T12:00:00.001+08:00</published><updated>2010-02-09T12:04:00.085+08:00</updated><title type='text'>KISAH NYATA BERJUTA HIKMAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini dari salah seorang warga Madinah Nabawiyah, Ia menuturkan sebagai berikut : “Aku adalah seorang pemuda umur 37 tahun, telah berkeluarga dengan beberapa anak. Aku telah banyak melakukan yang diharamkan Allah. Saya jarang sekali shalat berjamaah, kecuali pada momen-momen tertentu saja, sekedar formalitas di mata orang lain. Hal itu disebabkan karena aku merasa diri saya orang jahat. Syetan selalu mengikatku  setiap saat. Anakku berumur 7 tahun, namanya Marwan, Ia tuli dan bisu, tetapi Ia telah banyak mereguk nilai-nilai keimanannya dari isteriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam aku dan Marwan sedang berada di rumah, aku mulai merencanakan apa yang akan aku lakuakan malam ini bersama teman-teman, dan di mana lokasinya.&lt;br /&gt;Saat itu selepas sholat maghrib, dengan bahasa isarat anakku mengatakan sesuatu, aku sangat faham kalau dia mengingatkan diriku untuk shalat, “Mengapa Bapak tidak shalat”?, begitu kira-kira yang ingin dikatakannya. Kemudian Ia mengangkat kedua tangannya ke langit, lagi-lagi dengan isarat Ia mengultimatum bahwa Allah akan melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang aku kepergok anakku sedang berbuat kemunkaran, aku takjub dengan bahasa isaratnya, Ia menangis di depanku, lalu aku segera merangkulnya, tapi Ia lari dariku, Ia segera lari ke tempat wudhu, lalu datang kembali menghampiriku seraya memberi isarat agar jangan pergi dahulu, tiba-tiba Ia shalat di depanku kemudian Ia bangun dan bergegas mengambil mushaf dan meletakkannya di hadapanku, lalu Ia membukanya dengan hanya sekali  buka, kemudian jari telunjuknya menunjuk kepada salah satu ayat dalam surat  maryam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45.  Wahai bapakku, Sesungguhnya Aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan yang Maha pemurah, Maka kamu menjadi kawan bagi syaitan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu anakku langsung menangis, dan akupun spontan ikut menangis, lalu Ia bangun dan mengusap air mataku, kemudian Ia mencium kepala dan tanganku, dan lagi-lagi dengan bahsa isarat Ia berkata kepadaku : “wahai ayahku shalatlah sebelum engkau dimasukkan ke dalam liang lahat, dan engkau akan manuai adzab”. Demi Allah aku sangat takut dan gemetar, tak ada yang mengetahui keadaanku saat itu kecuali Allah, aku segera bangun, aku seperti orang bingung keluar masuk kamar, sementara Marwan anakku terus menguntit sambil terus menatapku dengan tatapan yang aneh, lalu Ia berkata : “Ayo Ayah ke Masjid Besar”! – maksudnya Masjid Nabawy. “Tidak ah, ke masjid dekat rumah saja” bujukku kepadanya. Anakku tetap bersikeras mengajak ke Masjid Nabawy, akupun segera manggandeng tangannya menuju masjid Nabawy, aku masih takut dan gemetar, sementara anakku seperti tidak berhenti sekejappun menatapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Nabawy, aku segera menuju Raudah yang saat itu telah penuh sesak dengan manusia menjelang shalat Isya. Pada saat shalat Isya aku mendengar sang Imam membaca salah satu ayat berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.  Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. sekiranya tidaklah Karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mampu menguasai gelora jiwaku, aku tak kuasa menahan tangisku, aku menangis dan Marwanpun ikut menangis karena mendengar tangisku, di tengah shalat Marwan mengeluarkan sapu tangan dari saku bajuku lalu mengusap air mataku, selepas shalat aku masih tetap menangis, sementara Marwan terus mengusap air mataku, tidak terasa aku telah bersimpuh di Masjid Nabawy selama satu jam penuh, sehingga anakku berkata : “Sudahlah Ayah…, jangan takut”!. Kamipun bergegas pulang ke rumah, malam  itu terasa malam yang paling indah dalam hidupku, aku sperti dilahirkan kembali ke dunia, isterikupun kemudian hadir di dekatku, juga anak-anakku, kami semua menumpahkan tangis, meski anak-anakku yang lain tidak mengerti apa yang terjadi. Lalu Marwan berkata : “Ayah tadi shalat di Masjid Nabawy”, kulihat isteriku gembira karena buah tarbiyahnya terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ceritakan kepada isteriku apa yang telah dilakuakn Marwan terhadapku, aku katakana kepadanya : “Demi Allah aku ingin Tanya kepadamu, apakah engkau telah mendikte Marwan membuka Mushaf dan menunjuk salah satu ayat dalam surat Maryam yang ditujukan kepadaku?”, tetapi isteriku bersumpah “demi Allah” sampai tiga kali. Kemudian isteriku berucap : “Alhamdulillah atas segala hidayah ini”. Malam itu adalah malam yang paling berkesan. Sejak saat itu akupun tidak pernah tinggalkan shalat berjamaah di Masjid, dan aku mulai memisahkan diri dari teman-teman burukku, dan aku telah merasakan kelezatan iman. Seandainya anda melihatku saat itu anda akan dapat melihat hal itu dari wajahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak peristiwa itu hidupku terasa bahagia, penuh cinta dan harmoni antara aku, isteri dan anak-anakku, khususnya anakku Marwan yang tuli dan bisu, cintaku sangat besar kepadanya, bagaimana tidak!, dari kedua tangannyalah tersuguhkan kepadaku hidayah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari kitab “Al-‘Aiduna ilallah”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-1966927617532498093?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/1966927617532498093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/02/kisah-nyata-berjuta-hikmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/1966927617532498093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/1966927617532498093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/02/kisah-nyata-berjuta-hikmah.html' title='KISAH NYATA BERJUTA HIKMAH'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-7259437167671167879</id><published>2010-02-07T15:16:00.002+08:00</published><updated>2010-02-07T15:22:40.662+08:00</updated><title type='text'>Menyorot Perayaan Valentine’s Day</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah sebuah kata yang indah dan mempesona yang hingga sekarang belum ada yang bisa mendefinisikan kata cinta itu sendiri. Meskipun demikian setiap insan yang memiliki hati dan pikiran yang normal tahu apa itu cinta dan bagaimana rasanya. Maha suci Dzat Yang telah menciptakan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita berbicara tentang cinta, maka secara hakikat kita akan berbicara tentang kasih sayang; jika kita berbicara tentang kasih sayang, maka akan terbetik dalam benak kita akan suatu hari yang setiap tahunnya dirayakan, hari yang selalu dinanti-nantikan oleh orang-orang yang dimabuk cinta, dan hari yang merupakan momen terpenting bagipara pemuja nafsu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak membuka lembaran sejarah kehidupan manusia, maka disana ada suatu kisah yang konon kabarnya adalah tonggak sejarah asal mula diadakannya hari yang dinanti-nantikan itu. Tentunya para pembaca sudah bisa menebak hari yang kami maksud. Hari itu tak lain dan tak bukan adalah “Valentine Days” (Hari Kasih Sayang?).&lt;br /&gt;Definisi Valentine Days &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Pembaca yang budiman, mari kita sejenak menelusuri defenisi Valentine Days dari referensi mereka sendiri! Kalau kita membuka beberapa ensiklopedia, maka kita akan menemukan defenesi Valentine di tiga tempat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ensiklopedia Amerika (volume XIII/hal. 464) menyatakan, “Tanggal 14 Februari adalah hari perayaan modern yang berasal dari dihukum matinya seorang pahlawan kristen yaitu Santo Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M”.&lt;br /&gt;• Ensiklopedia Amerika (volume XXVII/hal. 860) menyebutkan, “Yaitu sebuah hari dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta secara tradisional saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah-hadiah. Yaitu hari dimana Santo Valentine mengalami martir (seorang yang mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan/keyakinan)”.&lt;br /&gt;• Ensiklopedia Britania (volume XIII/hal. 949), “Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup pertama”. &lt;br /&gt;• Sejarah Singkat Valentine Days &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon kabarnya, sejak abad ke-4 SM, telah ada perayaan hari kasih sayang. Namun perayaan tersebut tidak dinamakan hari Valentine. Perayaan itu tidak memiliki hubungan sama sekali dangan hari Valentine, akan tetapi untuk menghormati dewa yang bernama Lupercus. Acara ini berbentuk upacara dan di dalamnya diselingi penarikan undian untuk mencari pasangan. Dengan menarik gulungan kertas yang berisikan nama, para gadis mendapatkan pasangan. Kemudian mereka menikah untuk periode satu tahun, sesudah itu mereka bisa ditinggalkan begitu saja. Dan kalau sudah sendiri, mereka menulis namanya untuk dimasukkan ke kotak undian lagi pada upacara tahun berikutnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, pada 14 Februari 269 M meninggalkan seorang pendeta kristen yang bernama Valentine. Semasa hidupnya, selain sebagai pendeta ia juga dikenal sebagai tabib (dokter) yang dermawan, baik hati dan memiliki jiwa patriotisme yang mampu membangkitkan semangat berjuang. Dengan sifat-sifatnya tersebut, nampaknya mampu membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap penderitaan yang mereka rasakan, karena kezhaliman sang Kaisar. Kaisar ini sangat membenci orang-orang Nashrani dan mengejar pengikut ajaran nabi Isa. Pendeta Valentine ini dibunuh karena melanggar peraturan yang dibuat oleh sang Kaisar, yaitu melarang para pemuda untuk menikah, karena pemuda lajang dapat dijadikan tentara yang lebih baik daripada tentara yang telah menikah. Valentine sebagai pendeta, sedih melihat pemuda yang mabuk asmara. Akhirnya dengan penuh keberanian, ia melanggar perintah sang Kaisar. Dengan diam-diam ia menikahkan sepasang anak muda. Pendeta Valentine berusaha menolong pasangan yang sedang jatuh cinta dan ingin membentuk keluarga. Pasangan yang ingin menikah lalu diberkati di tempat yang tersembunyi. Namun rupanya, sang Kaisar mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh pendeta tersebut, dan kaisar sangat tersinggung hingga sang Pendeta diberi hukuman penggal oleh Kaisar Romawi yang bergelar Cladius II. Sejak kematian Valentine, kisahnya menyebar dan meluas, hingga tidak satu pelosok pun di daerah Roma yang tak mendengar kisah hidup dan kematiannya. Kakek dan nenek mendongengkan cerita Santo Valentine pada anak dan cucunya sampai pada tingkat pengkultusan !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika agama Katolik mulai berkembang, para pemimipin gereja ingin turut andil dalam peran tersebut. Untuk mensiasatinya, mereka mencari tokoh baru sebagai pengganti Dewa Kasih Sayang, Lupercus. Akhirnya mereka menemukan pengganti Lupercus, yaitu Santo Valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 494 M, Paus Gelasius I mengubah upacara Lupercaria yang dilaksanakan setiap 15 Februari menjadi perayaan resmi pihak gereja. Dua tahun kemudian, sang Paus mengganti tanggal perayaan tersebut menjadi 14 Februari yang bertepatan dengan tanggal matinya Santo Valentine sebagai bentuk penghormatan dan pengkultusan kepada Santo Valentine. Dengan demikian perayaan Lupercaria sudah tidak ada lagi dan diganti dengan “Valentine Days”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai perkembangannya, Hari Kasih Sayang tersebut menjadi semacam rutinitas ritual bagi kaum gereja untuk dirayakan. Biar tidak kelihatan formal, mereka membungkusnya dengan hiburan atau pesta-pesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hukum Islam tentang Perayaan Valentine Days &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam memang disyari’atkan berkasih sayang kepada sesama muslim, namun semuanya berada dalam batas-batas dan ketentuan Allah -Ta’ala- . Betapa banyak kita dapatkan para pemuda dan pemudi dari kalangan kaum muslimin yang masih jahil (bodoh) tentang permasalahan ini. Lebih parah lagi, ada sebagian orang yang tidak mau peduli dan hanya menuruti hawa nafsunya. Padahal perayaan Hari Kasih Sayang (Valentine Days) haram dari beberapa segi berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tasyabbuh dengan Orang-orang Kafir &lt;br /&gt;Hari raya –seperti, Valentine Days- merupakan ciri khas, dan manhaj (metode) orang-orang kafir yang harus dijauhi. Seorang muslim tak boleh menyerupai mereka dalam merayakan hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Ad-Dimasyqiy-rahimahullah- berkata, “Tak ada bedanya antara mengikuti mereka dalam hari raya, dan mengikuti mereka dalam seluruh manhaj (metode beragama), karena mencocoki mereka dalam seluruh hari raya berarti mencocoki mereka dalam kekufuran. Mencocoki mereka dalam sebagaian hari raya berarti mencocoki mereka dalam sebagian cabang-cabang kekufuran. Bahkan hari raya adalah ciri khas yang paling khusus di antara syari’at-syari’at (agama-agama), dan syi’ar yang paling nampak baginya. Maka mencocoki mereka dalam hari raya berarti mencocoki mereka dalam syari’at kekufuran yang paling khusus, dan syi’ar yang paling nampak. Tak ragu lagi bahwa mencocoki mereka dalam hal ini terkadang berakhir kepada kekufuran secara global”.[Lihat Al-Iqtidho’ (hal.186)].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut merayakan Valentine Days termasuk bentuk tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir. Rasululllah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,&lt;br /&gt;“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut”. [HR. Abu Daud dalam Sunan-nya (4031) dan Ahmad dalam Al-Musnad (5114, 5115, &amp; 5667), Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (19401 &amp; 33016), Al-Baihaqiy dalam Syu’ab Al-Iman (1199), Ath-Thobroniy dalam Musnad Asy-Syamiyyin (216), Al-Qudho’iy dalam Musnad Asy-Syihab (390), dan Abd bin Humaid dalam Al-Muntakhob (848). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Musykilah Al-Faqr (24)].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Ulama Mesir,Syaikh Ali Mahfuzh-rahimahullah- berkata dalam mengungkapkan kesedihan dan pengingkarannya terhadap keadaan kaum muslimin di zamannya, “Diantara perkara yang menimpa kaum muslimin (baik orang awam, maupun orang khusus) adalah menyertai (menyamai) Ahlul Kitab dari kalangan orang-orang Yahudi, dan Nashrani dalam kebanyakan perayaan-perayaan mereka, seperti halnya menganggap baik kebanyakan dari kebiasaan-kebiasaan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dahulu membenci untuk menyanai Ahlul Kitab dalam segala urusan mereka…Perhatikan sikap Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- seperti ini dibandingkan sesuatu yang terjadi pada manusia di hari ini berupa adanya perhatian mereka terhadap perayaan-perayaan, dan adat kebiasaan orang kafir. Kalian akan melihat ,ereka rela meninggalkan pekerjaan mereka berupa industri, niaga, dan sibuk dengan ilmu di musim-musim perayaan itu, dan menjadikannya hari bahagia, dan hari libur; mereka bermurah hati kepada keluarganya, memakai pakaian yang terindah, dan menyemir rambut anaka-anak mereka di hari itu dengan warna putih sebagaimana yang dilakukan oleh Ahlul Kitab dari kalangan Yahudi, dan Nashrani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan ini dan yang semisalnya merupakan bukti kebenaran sabda Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dalam sebuah hadits shohih, “Kalian akan benar-benar mengikuti jalan hidup orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sehingga andai mereka memasuki lubang biawak, maka kalian pun mengikuti mereka”. Kami (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka adalah orang-orang Yahudi, dan Nashrani”. Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka”. [HR. Al-Bukhoriy (3456) dari Abu Sa’id Al-Khudriy -radhiyallahu ‘anhu-]“.[Lihat Al-Ibda’ fi Madhorril Ibtida’ (hal. 254-255)]&lt;br /&gt;Namun disayangkan, Sebagian kaum muslimin berlomba-lomba dan berbangga dengan perayaan Valentine Days. Di hari itu, mereka saling berbagi hadiah mulai dari coklat, bunga hingga lebih dari itu kepada pasangannya masing-masing. Padahal perayaan seperti ini tak boleh dirayakan.Kita Cuma punya dua hari raya dalam Islam. Selain itu, terlarang !!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengantar Menuju Maksiat dan Zina &lt;br /&gt;Acara Valentine Days mengantarkan seseorang kepada bentuk maksiat dan yang paling besarnya adalah bentuk perzinaan. Bukankah momen seperti ini (ValentineDays) digunakan untuk meluapkan perasaan cinta kepada sang kekasih, baik dengan cara memberikan hadiah, menghabiskan waktu hanya berdua saja? Bahkan terkadang sampai kepada jenjang perzinaan.&lt;br /&gt;Allah -Subhanahu wa Ta’la- berfirman dalam melarang zina dan pengantarnya (seperti, pacaran, berduaan, berpegangan, berpandangan, dan lainnya),&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra’ : 32)&lt;br /&gt;Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,&lt;br /&gt;“Jangan sekali-sekali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4935), dan Muslim dalam Shohih-nya (1241)] .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:&lt;br /&gt;“Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. [HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir (486). Di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albany dalam Ash-Shahihah (226)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menciptakan Hari Rari Raya &lt;br /&gt;Merayakan Velentine Days berarti menjadikan hari itu sebagai hari raya. Padahal seseorang dalam menetapkan suatu hari sebagai hari raya, ia membutuhkan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena menetapkan hari raya yang tidak ada dalilnya merupakan perkara baru yang tercela. Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa saja yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami sesuatu yang tidak ada di dalamnya, maka itu tertolak” [HR. Al-Bukhariy dalam Shahih -nya (2697)dan Muslim dalam Shahih -nya (1718)]&lt;br /&gt;Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amalan tersebut tertolak”. [HR. Muslim dalam Shahih -nya (1718)]&lt;br /&gt;Allah -Ta’ala- telah menyempurnakan agama Islam. Segala perkara telah diatur, dan disyari’atkan oleh Allah. Jadi, tak sesuatu yang yang baik, kecuali telah dijelaskan oleh Islam dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Demikian pula, tak ada sesuatu yang buruk, kecuali telah diterangkan dalam Islam. Inilah kesempurnaan Islam yang dinyatakan dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (QS.Al-Maidah :3 ).&lt;br /&gt;Di dalam agama kita yang sempurna ini, hanya tercatat dua hari raya, yaitu: Idul Fitri dan Idul Adha. Karenanya, Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengingkari dua hari raya yang pernah dilakukan oleh orang-orang Madinah. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda kepada para sahabat Anshor,&lt;br /&gt;“Saya datang kepada kalian, sedang kalian memiliki dua hari, kalian bermain di dalamnya pada masa jahiliyyah. Allah sungguh telah menggantikannya dengan hari yang lebih baik darinya, yaitu: hari Nahr (baca: iedul Adh-ha), dan hari fithr (baca: iedul fatri)”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (1134), An-Nasa`iy dalam Sunan-nya (3/179), Ahmad dalam Al-Musnad (3/103. Lihat Shahih Sunan Abi Dawud (1134)] .&lt;br /&gt;Syaikh Amer bin Abdul Mun’im Salim-hafizhahullah- berkata saat mengomentari hadits ini, “Jadi, Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- melarang mereka -dalam bentuk pengharaman- dari perayaan-perayaan jahiliyyah yang dikenal di sisi mereka sebelum datangnya Islam, dan beliau menetapkan bagi mereka dua hari raya yang sya’i, yaitu hari raya Idul Fithri, dan hari raya Idul Adh-ha. Beliau juga menjelaskan kepada mereka keutamaan dua hari raya ini dibandingkan peryaan-perayaan lain yang terdahulu “.[Lihat As-Sunan wa Al-Mubtada’at fi Al-Ibadat (hal.136), cet. Maktabah Ibad Ar-Rahman, 1425 H]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh perkara yang sangat menyedihkan, justru perayaan ini sudah menjadi hari yang dinanti-nanti oleh sebagian kaum muslimin terutama kawula muda. Parahnya lagi, perayaan Valentine Days ini adalah untuk memperingati kematian orang kafir (yaitu Santo Valentine). Perkara seperti ini tidak boleh, karena menjadi sebab seorang muslim mencintai orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 51 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Dzikro. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:www.almakassari.com/?p=231&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-7259437167671167879?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/7259437167671167879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/02/menyorot-perayaan-valentines-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/7259437167671167879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/7259437167671167879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/02/menyorot-perayaan-valentines-day.html' title='Menyorot Perayaan Valentine’s Day'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-2239368170382305868</id><published>2010-01-18T13:36:00.002+08:00</published><updated>2010-01-18T13:40:04.468+08:00</updated><title type='text'>Aturan shaf berjama'ah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;Saudaraku, ajaran Islam memang benar-benar sempurna dan lengkap. Sedemikian lengkapnya sehingga soal bagaimana melaksanakan sholat berjamaahpun diatur di dalamnya. Pernah diriwayatkan bahwa para sahabat langsung diajarkan oleh Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam agar di dalam barisan sholat berjamaah senantiasa dipastikan lurus dan rapatnya. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bahkan memberikan ancaman berupa akibat yang akan ditimbulkan bilamana shaf dibiarkan tidak lurus. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam selalu meluruskan shaf kami, sehingga beliau seolah-oleh meratakan anak panah sehingga beliau melihat bahwa kami telah memahaminya. Kemudian suatu hari beliau keluar (untuk menunaikan sholat), lalu berdiri hingga ketika hampir mengucapkan takbir, beliau melihat seorang lelaki dadanya keluar (menonjol) dari shaf, maka beliau bersabda: “”Hai hamba-hamba Allah, kalian benar-benar meluruskan shaf kalian (jika tidak) Allah akan (menimbulkan perselisihan) di antara wajah-wajah kalian.” (HR Muslim dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits di atas, jelas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan kemungkinan terjadinya perselisihan antara wajah-wajah para sahabat jika mereka mengabaikan lurusnya shaf. Perselisihan antara wajah dapat juga diartikan sebagai munculnya perbedaan cara pandang dalam berbagai masalah kehidupan. Secara jangka panjang hal ini dapat mengakibatkan terjadinya perpecahan di tengah tubuh ummat Islam. Saudaraku, jika kita mau jujur, persoalan kerapihan shaf sholat berjamaah di banyak masjid di negeri kita tampaknya sudah kronis. Mungkinkah ini yang menyebabkan sulitnya kita ummat Islam dapat bersatu menghadapi musuh-musuh Islam dewasa ini?&lt;br /&gt;Perlu disadari juga bahwa lurusnya shaf sangat mempengaruhi ke-afdhol-an sholat berjamaah yang kita lakukan dalam penilaian  Allah. Sehingga Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam sampai bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk tegaknya sholat.” (HR Bukhary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat.” (HR Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saudaraku, marilah kita senantiasa memastikan bahwa saat kita hadir dalam sholat berjamaah –apalagi jika kita menjadi Imam sholatnya- kita senantiasa menegakkan sholat tersebut sesuai arahan dan bimbingan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Kita pastikan bahwa shaf-shaf sholat berjamaah kita selalu berada dalam keadaan lurus dan rapat. Konon menurut suatu riwayat Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu sangat tegas dalam masalah ini sehingga beliau pernah meluruskan shaf barisan sholat berjamaah dengan menggunakan pedangnya...! Oleh karenanya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam pernah menyuruh para sahabat agar berbaris sebagaimana berbarisnya para malaikat secara teratur di hadapan Allah. Sehingga para sahabat heran dan bertanya seperti apakah barisan para malaikat di hadapan Allah itu?&lt;br /&gt;“Tidakkah kalian berbaris sebagaimana berbarisnya para malaikat (dengan rapih) di hadapan Rabb mereka?” Maka kami bertanya: ”Ya Rasulullah, bagaimanakah berbarisnya para malaikat di hadapan Rabb mereka?” Beliau bersabda: “Mereka menyempurnakan shaf-shaf pertama dan merapatkan shaf.” (HR Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam pernah memperingatkan para sahabat agar menutup celah-celah di antara shaf sholat berjamaah mereka dengan saling berdekatan satu sama lain antara mereka. Sebab bilamana celah-celah tersebut dibiarkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dapat melihat –dengan izin Allah- syetan menyelinap di dalam barisan orang-orang yang sholat berjamaah laksana anak-anak kambing...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Rapatkanlah shaf-shaf kalian, saling berdekatanlah, dan luruskanlah dengan leher-leher (kalian), karena demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamannya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah shaf seakan-akan dia adalah kambing kecil.” (HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, jika kita merujuk kepada hadits di atas lalu kita kaitkan dengan realita sholat berjamaah ummat Islam kebanyakan, maka kita sangat khawatir sudah berapa banyak syetan yang berseliweran meramaikan barisan sholat berjamaah kaum muslimin di masyarakat kita selama ini…! Tidak mengherankan bilamana sholat kita selama ini tidak terlalu jelas memberikan nilai tambah bagi hadirnya akhlak mulia. Padahal Allah menjamin bahwa sholat seseorang pasti mencegah dirinya dari berbuat keji dan mungkar. Jangan-jangan inilah di antara faktor utamanya...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”... dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS Al-Ankabut ayat 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita malah menjumpai kenyataan dimana saat kita berkeinginan untuk merapatkan shaf dengan mendekatkan diri kepada tetangga sholat kita, malah saudara kita itu malah menjauhkan badannya dari kita. Sehingga shaf tidak kunjung rapat, selalu saja ada celah-celah di antara orang-orang yang sholat. Memang ini semua memerlukan edukasi ummat secara massif agar kita semua dapat benar-benar meraih sholat yang berbuah akhlaqul karimah. Inilah yang dikhawatirkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dalam salah satu hadits beliau. Bilamana seseorang memutuskan shaf sholat, maka sama saja ia mengundang diputusnya rahmat Allah atas dirinya. Sebaliknya bila seseorang menyambung shaf sholat yang tadinya terputus justeru dia akan memperoleh sambungan rahmat Allah atas dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Barangsiapa menyambung suatu shaf, niscaya Allah menyambungnya (dengan rahmatNya). Dan barangsiapa yang memutuskan suatu shaf, niscaya Allah memutuskannya (dari rahmatNya).” (HR An-Nasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Allah, rahmatilah kami semua dengan sebab rapihnya, lurusnya dan rapatnya shof sholat berjamaah kami. Ya Allah, terimalah selalu segenap ’amal sholeh dan ’amal ibadah kami semua. Amin ya Rabb.-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-2239368170382305868?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/2239368170382305868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/01/aturan-shaf-berjamaah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2239368170382305868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2239368170382305868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/01/aturan-shaf-berjamaah.html' title='Aturan shaf berjama&apos;ah'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-2823644112844958572</id><published>2010-01-18T13:19:00.001+08:00</published><updated>2010-01-18T13:31:37.270+08:00</updated><title type='text'>Ensiklopedia Alquran dan Hadis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;Ensiklopedia Mukjizat AlQuran dan Hadis&lt;br /&gt; Assalamu’alaikum Wr Wb&lt;br /&gt; Ensiklopedia Mukjizat AlQuran dan Hadist (MAQDIS) terdiri dari 10 buku. &lt;br /&gt; Spesifikasi buku:&lt;br /&gt;Terdiri dari 10 jilid eksklusif hard cover, &lt;br /&gt;berisi lebih dari 3000 halaman,&lt;br /&gt;lebih dari 2500 gambar dan ilustrasi berwarna, &lt;br /&gt;kertas matt paper 150 gram,&lt;br /&gt;kemasan eksklusif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penulis:&lt;br /&gt;Prof. Dr. Musthafa Abdul Mun'im, &lt;br /&gt;Prof. Dr. Abd Al-Basith Muhammad Sayyid, &lt;br /&gt;Prof Dr. Beikheir Hammoouti,&lt;br /&gt;Ir. Abdu Daim Kaheel, Harun Yahya, &lt;br /&gt;Dr. dr. Muhammad Nizar Al-Daqr,&lt;br /&gt;Dr. Dr Mahmud Nazhim Al-Nasimi, dkk &lt;br /&gt;Total hingga 55 penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah:&lt;br /&gt;Moch. Syarif Hidayatullah, Achmad Atho'illah, &lt;br /&gt;Mahfud Hidayat Lukman, Ahmad Muzayin,&lt;br /&gt;Luthfi Arif Alamsyah, dkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyunting:&lt;br /&gt;Syarif Hade Masyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca Ahli:&lt;br /&gt;Prof. KH. Ali Mustafa Yaqub, M.A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pengantar:&lt;br /&gt;Prof. Dr. Quraish Shihab, M.A &lt;br /&gt; Adapun topik-topik menarik yang ada pada masing-masing buku sbb :&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Buku 1 : KEMUKJIZATAN FAKTA SEJARAH&lt;br /&gt;Al-quran mengisahkan banyak kejadian masa lalu, seperti kisah Adam, kaum Nuh, kaum Luth, kaum Ibrahim, kaum Ad, kaum Tsamud, kaum Saba, Bani Israil, Firaun, Haman, dan Dzulqarnain. Berdasarkan penggalian kepurbakalaan dari para ahli, yang bahkan sebagian besarnya orang Barat non-muslim, semua informasi yang termaktub dalam Al-quran itu dipastikan sangat akurat, termasuk untuk hal-hal yang amat sangat detail.&lt;br /&gt;1. Adam A.S di AlQuran, Taurat dan Kitab kuno Yahudi &lt;br /&gt;2. Banjir topan pada masa Nabi Nuh A.S &lt;br /&gt;3. Penemuan pemukiman kaum ‘Ad &lt;br /&gt;4. Tsamud mendustakan ancaman Tuhan &lt;br /&gt;5. Penyembahan berhala pada masa Nabi Ibrahim A.S &lt;br /&gt;6. Ka’bah pada manuskrip modern &lt;br /&gt;7. Al-quran dan kehancuran kaum Luth &lt;br /&gt;8. Kaum Saba dan banjir Arim &lt;br /&gt;9. Kisah Musa A.S di Taurat dan Al-quran &lt;br /&gt;10. Bani Israel membuat keonaran dua kali &lt;br /&gt;11. Terungkapnya jasad Fir’aun &lt;br /&gt;12. Haman yang disebutkan dalam Al-quran &lt;br /&gt;13. Isyarat ilmiah dan medis terpenting terkait ashabul kahfi &lt;br /&gt;14. Merenung kisah Dzulqarnain &lt;br /&gt;15. Al-quran dan soal penyaliban Nabi Isa A.S &lt;br /&gt;16. Al-quran dan peradaban masa lalu &lt;br /&gt;17. Bencana umat terdahulu &lt;br /&gt;18. Bukti kenabian Muhammad SAW &lt;br /&gt;19. Kabar gembira diutusnya Nabi Muhammad SAW &lt;br /&gt;20. Nabi, ciri umat, dan tempat dakwah Nabi Muhammad SAW di Taurat &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Buku 2 : KEMUKJIZATAN PENCIPTAAN MANUSIA &lt;br /&gt;Penciptaan manusia mulai dari saat berproses sebagai embrio hingga menemui ajal, diungkap dengan sangat detail dan lengkap. Sebagian proses itu bahkan sebelumnya disalahpahami oleh orang Barat. Namun, berdasarkan penelitian terbaru, semua petunjuk Al-quran dan Hadist berkait dengan penciptaan manusia, berisi informasi yang benar dan meyakinkan.&lt;br /&gt;1. Embriologi dalam Al-quran &lt;br /&gt;2. Proses penciptaan manusia dari Adam sampai kita &lt;br /&gt;3. Pengaruh kecanggihan ilmiah terhadap beberapa masalah fikih &lt;br /&gt;4. Sistem kerja tubuh &lt;br /&gt;5. Allah sempurna mencipta&lt;br /&gt;Rahasia di balik air mata dalam Al-quran dan Hadist &lt;br /&gt;6. Manajemen perut &lt;br /&gt;7. Kemampuan memori pria dan wanita &lt;br /&gt;8. Perbedaan biologis antara pria dan wanita &lt;br /&gt;9. Akal dalam Al-quran dan Hadist &lt;br /&gt;10. Saat memikirkan Allah SWT &lt;br /&gt;11. Bukti keberadaan Allah dan dorongan berpikir &lt;br /&gt;12. Telinga dan batas pendengaran manusia &lt;br /&gt;13. Tidur sebagai fenomena kehidupan dalam tinjauan Al-quran dan Sunnah &lt;br /&gt;14. Penemuan terbaru seputar tulang ekor &lt;br /&gt;15. Al-quran dan Hadist berbicara soal menstruasi &lt;br /&gt;16. Misteri kematian manusia &lt;br /&gt;17. Ketika kematian menjelang &lt;br /&gt;18. Kematian sel yang diprogram dalam tinjauan Al-quran dan Sunnah &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Buku 3 : KEMUKJIZATAN OBAT-OBATAN DAN MAKANAN &lt;br /&gt;Dalam Islam, ada makanan &amp; minuman tertentu yang dilarang untuk dikonsumsi. Ada juga makanan dan minuman tertentu yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Bahkan, ada juga teknik pengobatan tertentu yang diperintahkan demi menjaga keseimbangan sistem kerja tubuh. Ternyata, semua yang diperintah dan dilarang Islam melalui Alquran dan Hadis itu terbukti kebenarannya berdasarkan penelitian dan pengkajian Ilmu Kedokteran modern.&lt;br /&gt;1. Bakteri pemakan daging dan penyimpangan seksual &lt;br /&gt;2. Bahaya khamr terhadap jantung dan pembuluh darah &lt;br /&gt;3. Wabah penyakit pes dan seks bebas &lt;br /&gt;4. Puasa dan tekanan darah &lt;br /&gt;5. Puasa bagi penderita penyakit diabetes &lt;br /&gt;6. Kebersihan bagian dari keimanan &lt;br /&gt;7. Puasa untuk gigi dan mulut yang indah &lt;br /&gt;8. Penderita ginjal &lt;br /&gt;9. Cara berbuka dan sahur yang sehat &lt;br /&gt;10. Jika penderita jantung berpuasa &lt;br /&gt;11. Puasa dan kegemukan &lt;br /&gt;12. Bebas rokok dengan berpuasa &lt;br /&gt;13. Kesehatan kulit dengan berpuasa &lt;br /&gt;14. Penderita penyakit kronis saat bulan puasa &lt;br /&gt;15. Puasa menunda penuaan &lt;br /&gt;16. Perut sarang penyakit &lt;br /&gt;17. Etika makan dan bahaya kenyang &lt;br /&gt;18. Puasa wanita hamil &lt;br /&gt;19. Etika tidur &lt;br /&gt;20. Rahasia dibalik mandi janabah &lt;br /&gt;21. Bersuci ketika beribadah &lt;br /&gt;22. Manfaat kesehatan pakaian ihram &lt;br /&gt;23. Zina dan penyimpangan seksual dalam tinjauan Islam &lt;br /&gt;24. Tato dalam tinjauan agama, kesehatan dan estetika &lt;br /&gt;25. Menyingkap manfaat Shalat pada usia dini dan penyakit tulang punggung &lt;br /&gt;26. Jalan sehat ke masjid &lt;br /&gt;27. Mukjizat kehamilan &lt;br /&gt;28. Terapi bekam &lt;br /&gt;29. KB dalam tinjauan Islam &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Buku 4 : KEMUKJIZATAN PSIKOTERAPI ISLAM &lt;br /&gt;Melalui Al-quran dan Hadist, Islam menawarkan bermacam terapi psikologis yang bisa menghantarkan manusia mendapat kehidupan yang tentram &amp; damai, sehingga tujuan penciptaannya untuk menghamba tidak terganggu. Berbagai penelitian mutakhir membuktikan bahwa terapi psikologis atau psikoterapi Islam sangat manjur untuk menyeimbangkan sisi kemanusiaan seorang manusia.&lt;br /&gt;1. Perhatian Al-quran dan Hadist terhadap kegelisahan &amp; kepikunan &lt;br /&gt;2. Dengki dan Kesehatan badan &lt;br /&gt;3. Al-quran dan Metode penyembuhan depresi &lt;br /&gt;4. Al-quran dan gangguan jin &lt;br /&gt;5. Al-quran dan gangguan setan &lt;br /&gt;6. Rahasia dibalik tidur siang &lt;br /&gt;7. Mengendalikan amarah &lt;br /&gt;8. Psikoterapi bagi pemarah &lt;br /&gt;9. Efek psikologis riba &lt;br /&gt;10. Hikmah pengharaman berjudi &lt;br /&gt;11. Dibalik musibah &lt;br /&gt;12. Menyikapi masalah &lt;br /&gt;13. Membantu orang lain &lt;br /&gt;14. Berserah diri pada Allah &lt;br /&gt;15. Meninggalkan kebiasaan buruk &lt;br /&gt;16. Manajemen cinta &lt;br /&gt;17. Menikmati anugerah hidup &lt;br /&gt;18. Psikoterapi wudu &lt;br /&gt;19. Keajaiban psikoterapi shalat &lt;br /&gt;20. Kekuatan tahajud &lt;br /&gt;21. Pengaruh puasa untuk menguatkan kepribadian &lt;br /&gt;22. Pengaruh puasa pada tubuh dan ruh &lt;br /&gt;23. Manfaat psikologis berkurban dan berhaji &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Buku 5 : KEMUKJIZATAN PENCIPTAAN HEWAN &lt;br /&gt;Keajaiban penciptaan hewan, terutama hewan yang diungkap dalam Al-quran dan Hadist seperti semut, anjing, laba-laba, dan burung, sungguh amat mencengangkan. Rahasia keajaiban itu yang kemudian dikuak oleh berbagai penelitian modern, semakin membuktikan bahwa segala sesuatu di dunia ada manfaat. Ketika Al-quran dan Hadist menyinggung hewan-hewan itu, maka dipastikan ada rahasia di balik pengungkapan itu.&lt;br /&gt;1. Rahasia susu unta &lt;br /&gt;2. Mukjizat susu yang keluar di antara kotoran &amp; darah &lt;br /&gt;3. Sisa makanan kucing &lt;br /&gt;4. Kemukjizatan semut &lt;br /&gt;5. Penyakit sapi gila dan tuntunan kedokteran Islam &lt;br /&gt;6. Laba-laba yang rapuh &lt;br /&gt;7. Ketika laba-laba membangun sarangnya &lt;br /&gt;8. Antara keteraturan dan kecerai-beraian &lt;br /&gt;9. Keajaiban penciptaan burung &lt;br /&gt;10. Mukjizat ilmiah Alquran seputar burung &lt;br /&gt;11. Faktor anjing najis &lt;br /&gt;12. Ihwal bangkai belalang &lt;br /&gt;13. Nabi Sulaiman A.S dan kuda &lt;br /&gt;14. Pengharaman daging babi dalam Alquran &lt;br /&gt;15. Penyakit dan obat pada lalat &lt;br /&gt;16. Terapi dengan lem lebah &lt;br /&gt;17. Serbuk atau tepung sari (pollen) &lt;br /&gt;18. Ilham Allah kepada lebah &lt;br /&gt;19. Pengaruh racun lebah &lt;br /&gt;20. Metode penyembelihan dalam Islam &lt;br /&gt;21. Terapi madu &lt;br /&gt;22. Keistimewaan unta &lt;br /&gt;23. Penghancur Menakjubkan dalam pencernaan unta &lt;br /&gt;24. Mukjizat penciptaan unta &lt;br /&gt;25. Air, bahan penciptaan hewan &lt;br /&gt;26. Kebiasaan anjing menjulurkan lidah &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Buku 6 : Kemukjizatan Tumbuhan dan Buah-buahan &lt;br /&gt;Banyak tumbuhan dan buah-buahan yang disebut-sebut dalam Al-quran dan Hadist, bahkan sebagiannya dijadikan sebagai sarana bersumpah Allah SWT. Diketahui bahwa tumbuhan dan buah-buahan itu menyimpan berbagai keajaiban, baik keajaiban penciptaan maupun keajaiban manfaatnya. Para ahli mengungkap misteri yang melingkupi semua itu, yang sekaligus membuktikan bahwa Al-quran dan Hadist tidak pernah menyebutkan informasi apapun secara serampangan dan tanpa makna.&lt;br /&gt;1. Keajaiban ilmiah dalam desain penanaman anggur &lt;br /&gt;2. berbuka dengan kurma &lt;br /&gt;3. Keajaiban biji-bijian dalam dalam Alquran &lt;br /&gt;4. Allah yang menumbuhkan tanaman &lt;br /&gt;5. Keajaiban ilmiah ladang pertanian dalam Alquran &lt;br /&gt;6. Mukjizat klorofil atau zat hijau daun &lt;br /&gt;7. Pengobatan dengan madu &lt;br /&gt;8. Sistem pertanian model janan Alquran &lt;br /&gt;9. Tin (ara), Buah dari Surga &lt;br /&gt;10. Perbandingan antara Petroleum dan Air &lt;br /&gt;11. Keajaiban ilmiah ketika biji tetap berada di tangkainya &lt;br /&gt;12. Delima, salah satu buah surga &lt;br /&gt;13. Henna (Lawsonia inermis), tanaman penyihir &lt;br /&gt;14. Kebun-kebun anggur &lt;br /&gt;15. Rahasia pengobatan dengan kurma &lt;br /&gt;16. Manfaat mengkonsumsi buah Senna &amp; Sanut &lt;br /&gt;17. Khasiat semangka &lt;br /&gt;18. Manfaat jamur Basidiomycota bagi manusia &lt;br /&gt;19. Pengubahan jerami menjadi protein &lt;br /&gt;20. Keajaiban daun &lt;br /&gt;21. Jintan hitam (Nigella sativa), obat segala penyakit &lt;br /&gt;22. Tumbuhan padang pasir dan kasih sayang Tuhan &lt;br /&gt;23. Manfaat cuka bagi kesehatan &lt;br /&gt;24. Dia tentukan makanan bagi penghuni bumi dalam 4 hari &lt;br /&gt;25. Perumpamaan infak kaum mukminin &lt;br /&gt;26. Alquran dan tumbuhan bersaksi atas keadilan sahabat &lt;br /&gt;27. Perumpamaan kalimat yang baik dengan pohon yang baik &lt;br /&gt;28. Mengeluarkan yang hidup dari yang mati &lt;br /&gt;29. Penghasil minyak dan bahan pigmen &lt;br /&gt;30. Keajaiban ilmiah Dubba (sejenis labu) dalam hadis &lt;br /&gt;31. Wasiat nabi dan kebenaran ilmiah Talbinah &lt;br /&gt;32. Manfaat hujan untuk tumbuhan &lt;br /&gt;33. Tanaman yang tumbuh merana di tanah buruk &lt;br /&gt;34. Pengobatan dengan Aloe vera menurut petunjuk Nabi &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Buku 7 : Kemukjizatan Sastra dan Bahasa Alquran &lt;br /&gt;Alquran tidak boleh disebut sebagai syair atau puisi, meskipun berirama. Para ahli menyepakati bahwa Alquran adalah prosa berirama dan mempunyai rima. Namun kemukjizatannya tidak hanya sekedar soal itu, karena kekuatan mukjizat Alquran yang sesungguhnya justru terdapat pada ketinggian bahasanya. Inilah yang membuat orang Quraisy-yang pada zamannya dikenal sebagai gudangnya penyair dan sastrawan-tak mampu menandingi, meskipun hanya satu ayat saja.&lt;br /&gt;1. Kemukjizatan fonetik Alquran &lt;br /&gt;2. Kemukjizatan teks Alquran &lt;br /&gt;3. Keistimewaan uslub Alquran &lt;br /&gt;4. Rahasia huruf Kaf pada kata Mitsl &lt;br /&gt;5. Rahasia bahasa pada surat Al-Kafirun &lt;br /&gt;6. Sekilas pesan Luqman &lt;br /&gt;7. Keindahan Ijaz dan Ithnab &lt;br /&gt;8. Perbedaan Nashib dan Kifl &lt;br /&gt;9. Rahasia dan mukjizat di balik ayat “amal-amal mereka laksana fatamorgana” &lt;br /&gt;10. Sentuhan ilmu Bayan dalam QS Al-Qiyamah &lt;br /&gt;11. Makna huruf-huruf terpisah dalam Alquran &lt;br /&gt;12. Kedinamisan Alquran &lt;br /&gt;13. Keselarasan kata Alquran &lt;br /&gt;14. Ancaman Alquran dalam juz ketiga &lt;br /&gt;15. Berbagai rahasia tulisan Alquran &lt;br /&gt;16. Tanya jawab Balaghah dalam Alquran &lt;br /&gt;17. Perbedaan antara Ru’yah dan Idrak &lt;br /&gt;18. Rahasia kata kerja transitif dalam Alquran &lt;br /&gt;19. Rahasia Nakirah dan Ma’rifat dalam kata Salam &lt;br /&gt;20. Rahasia dibalik bacaan Tartil dalam menjelaskan makna &amp; hukum Alquran &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Buku 8 : Kemukjizatan Penciptaan Bumi &lt;br /&gt;Ketika dikuak faktanya oleh para ahli, tidak ada yang mengira bahwa ilmu bumi itu sudah disinggung Al-quran hampir 15 abad yang lalu. Bahkan, Al-quran sudah jauh lebih dulu mengungkap ilmu bumi secara terinci, sebelum para ahli ilmu bumi mengkajinya. Dan, penelitian mutakhir menunjukkan bahwa apa yang disajikan Al-quran terkait gunung, lautan, sungai, gunung berapi, dan daratan, sejalan dengan teori ilmu bumi yang terbaru sekalipun.&lt;br /&gt;1. Laut sebagai fasilitas transportasi &lt;br /&gt;2. Gerakan gunung &lt;br /&gt;3. Merusak bumi &lt;br /&gt;4. Al-quran dan sejarah bumi &lt;br /&gt;5. Ka’bah sebagai pusat bumi &lt;br /&gt;6. Tuhan Barat dan Timur &lt;br /&gt;7. Fakta terkait laut dan daratan &lt;br /&gt;8. Menaklukkan daya ombak lautan &lt;br /&gt;9. Rahasia air di dalam Al-quran &lt;br /&gt;10. Air suci, Air furat dan air ujaj &lt;br /&gt;11. Ketika air tawar bertemu dengan air asin &lt;br /&gt;12. Manfaat zamzam &lt;br /&gt;13. Sungai di dalam Al-quran &lt;br /&gt;14. Pengaruh tanah dan air untuk bahan pakan &lt;br /&gt;15. Satelit bersaksi terkait kenabian Muhammad &lt;br /&gt;16. Alasan Mekah dijadikan Kiblat &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Buku 9 : Kemukjizatan Angka &lt;br /&gt;Bahkan, angka-angka yang terdapat dalam Al-quran mengandung misteri yang amat menakjubkan. Berdasarkan pengkajian dan penelitian para ahli belakangan, semua angka itu dikandung pesan tertentu, yang memang sengaja dicantumkan Allah untuk memberi informasi tersirat dibalik penyebutan angka yang tersurat itu. Sistem dan manajemen Allah SWT telah menatanya dengan sangat apik, sehingga ketika semuanya berhasil diungkap, akal dan hati menjadi tertunduk serta karena keimanan.&lt;br /&gt;1. Keajaiban angka tujuh &lt;br /&gt;2. Pola kemukjizatan angka &lt;br /&gt;3. Pembahasan ayat pertama &lt;br /&gt;4. Kata terindah dalam Al-quran &lt;br /&gt;5. Menjelajahi surah teragung &lt;br /&gt;6. Kemukjizatan ayat Al-quran &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Buku 10 : Kemukjizatan Penciptaan Alam Semesta &lt;br /&gt;Tata surya berisi beberapa planet, yang salah satunya adalah bumi yang menjadi tempat tinggal kita. Sekumpulan planet yang disebut tata surya inilah yang mengitari matahari. Semua planet yang ada merupakan bagian kecil dari keseluruhan sistem galaksi yang memuat 200 milyar bintang. Galaksi ini merupakan salah satu dari seratus ribu galaksi yang berhasil ditemukan oleh para ilmuwan modern. Isyarat Al-quran bahkan jauh melampaui temuan para ilmuwan, yang justru terinspirasi atas kandungan makna ayatnya.&lt;br /&gt;1. Penciptaan alam raya dalam Al-quran dan Hadist&lt;br /&gt;2. Demi bintang ketika terbenam &lt;br /&gt;3. Matahari dalam Al-quran &lt;br /&gt;4. Tanda malam dan siang &lt;br /&gt;5. Kami telah menjadikan semua kehidupan dari air &lt;br /&gt;6. Darinya kami ciptakan kalian, kesana kami kembalikan kalian &lt;br /&gt;7. Ayat-ayat tentang pergantian malam dan siang dalam ilmu antariksa &lt;br /&gt;8. Bumi diciptakan dalam waktu dua hari &lt;br /&gt;9. Perjalanan matahari &lt;br /&gt;10. Expanding Universe : sinkronisasi Al-quran dan ilmu pengetahuan &lt;br /&gt;11. Kehidupan di luar sistem matahari (solar system) &lt;br /&gt;12. Ketika siang &lt;br /&gt;13. Bumi itu bulat &lt;br /&gt;14. Bulan pernah terbelah menjadi dua bagian? &lt;br /&gt;15. Rahasia di balik sumpah Allah SWT tentang tempat beredarnya bintang-bintang &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; Wassalamu’alaikum wr wb&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pesan melalui  :Badaruddin Basir&lt;br /&gt;Phone : 0411-5742015, 0857 9690 5274&lt;br /&gt;Atau melaui FB Penyejuk Hati (penyejukhati.1975@gmail.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga : Rp. 3.888.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembayaran tunai disc. 20 %  jadi tinggal Rp. 3.110.400,-&lt;br /&gt;Pembayaran 4 bulan disc. 10 % = Rp. 874.000/bulan, total Rp. 3.499.200,-&lt;br /&gt;Pembayaran 6 bulan disc. 5 %  Uang muka Rp. 876.000,- = 469.600,-/bulan &lt;br /&gt;Total Rp. 3.693.600,-&lt;br /&gt;Pembayaran 12 bulan Tanpa discount Uang muka Rp. 876.000,-  = Rp. 251.000,-/bulan  Total= Rp. 3.888.000,-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-2823644112844958572?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/2823644112844958572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/01/ensiklopedia-mukjizat-alquran-dan-hadis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2823644112844958572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2823644112844958572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2010/01/ensiklopedia-mukjizat-alquran-dan-hadis.html' title='Ensiklopedia Alquran dan Hadis'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-2769255655269615321</id><published>2009-11-11T14:34:00.001+08:00</published><updated>2009-11-11T14:36:18.973+08:00</updated><title type='text'>Muallaf "Menikmati Menjadi Muslim"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;Ia mengaku menikmati menjadi pendeta. Sayang, dari lubuk hatinya paling dalam, tak pernah merasakan kebahagiaan. Atas izin Allah, kebahagiaan itu ia temukan dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Suatu hari ketika Idris Tawfiq sedang memberikan kuliah di Konsulat Inggris di Kairo, ia menyatakan dengan jelas bahwa dirinya tidak menyesali masa lalunya; tentang hal-hal yang dilakukannya sebagai seorang penganut ajaran Kristiani dan kehidupannya di Vatikan selama lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menikmati saat menjadi pendeta, menolong orang selama beberapa tahun. Namun jauh di dalam hati saya tidak bahagia, saya merasa ada sesuatu yang salah. Untungnya, dengan izin Allah, beberapa peristiwa dan kebetulan terjadi dalam hidup yang membawa saya kepada Islam," katanya kepada para hadirin yang memenuhi ruang pertemuan di Konsulat Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawfiq kemudian memutuskan berheni menjadi pendeta di Vatikan. Ia lalu melakukan petualangan ke Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya dulu mengira Mesir itu sebuah negeri yang banyak piramidnya, unta, pasir, dan pohon palem. Saya menyewa pesawat untuk pergi ke Hurghada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terkejut karena keadaan di sana sama seperti pantai-pantai  Eropa, saya lantas segera mencari bis menuju ke Kairo, di mana saya mendapatkan pengalaman yang mengesankan seumur hidup"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu pertama kali saya berkenalan dengan Muslim dan Islam. Saya memperhatikan orang Mesir begitu ramah, baik, tapi juga sangat kuat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti halnya semua orang Inggris, pengetahuan saya tentang Muslim hingga saat  itu tidak melebihi dari apa yang saya dengar di TV tentang bom bunuh diri dan pasukan perlawanan, yang memberikan kesan bahwa Islam adalah agama yang sering membuat masalah. Namun, ketika mengunjungi Kairo, saya menemukan betapa indahnya agama Islam ini. Orang-orang yang sangat sederhana yang berjualan di pinggir jalan, akan segera meninggalkan dagangan mereka begitu mendengar suara panggilan untuk shalat. Mereka memiliki keyakinan yang kuat terhadap keberadaan dan takdir Allah. Mereka puasa, shalat, membantu orang miskin, dan bercita-cita untuk pergi ke Makkah dengan harapan bisa mendapatkan surga di akhirat nanti," cerita Tawfiq tentang pengalamannya di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawfiq melanjutkan dengan cerita sekembalinya dari Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika saya kembali dari sana, saya melanjutkan pekerjaan sebagai guru agama. Mata pelajaran yang wajib dalam pendidikan di Inggris hanyalah kajian tentang agama. Saya mengajarkan tentang agama Kristen, Yahudi, Budha, dan lainnnya. Sehingga setiap hari saya harus selalu membaca tentang agama-agama itu, agar bisa menyampaikan pelajaran kepada murid-murid, yang kebanyakan adalah pengungsi Muslim. Dengan kata lain, memberikan mata pelajaran tentang Islam, mengajarkan saya banyak hal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak muridnya secara tidak langsung lebih mengenalkan dirinya dengan kehidupan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak seperti kebanyakan remaja yang membuat ulah, murid-murid itu merupakan contoh yang baik seperti apa Muslim itu. Mereka sopan dan baik, sehingga persahabatan terbangun di antara kami, dan mereka meminta izin apakah dapat menggunakan ruang kelas saya untuk shalat selama bulan Ramadhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beruntungnya, kelas saya adalah satu-satunya ruangan yang berkarpet. Jadilah saya terbiasa duduk di belakang, melihat mereka shalat selama satu bulan. Saya mencoba menyemangati dengan ikut berpuasa selama bulan Ramadhan bersama mereka, meskipun ketika itu saya belum menjadi seorang Muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satu hari ketika saya membaca terjemahan Al-Qur'an di dalam kelas, saya sampai pada ayat: 'Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur'an) itu yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) ....'. Tanpa saya sadari air mata pun mengalir. Saya berusaha keras untuk menyembunyikannya dari murid-murid."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian terjadi peristiwa serangan 11 September 2001. Tawfiq pun mengalami titik balik dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada hari berikutnya, saya terpuruk dan melihat bagaimana orang-orang merasa ketakutan. Saya juga takut hal yang sama terjadi di Inggris. Saat itu orang-orang Barat mulai menakuti agama ini dengan menyalahkannya sebagai teroris."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimanapun, pengalaman saya bergaul dengan Muslim memberikan pandangan yang lain. Saya mulai berpikir, 'Mengapa Islam? Mengapa kita menyalahkan Islam sebagai agama atas tindakan teror yang kebetulan dilakukan oleh orang yang beragama Islam. Sementara tidak ada orang yang menyalahkan agama Kristen sebagai teroris ketika umat Kristen melakukan hal yang sama?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satu hari saya pergi ke masjid terbesar di London untuk mendengarkan lebih banyak tentang agama ini. Sesampainya di Masjid London Central (ICC), di sana ada Yusuf Islam. Mantan penyanyi pop itu duduk dalam sebuah lingkaran, berbicara kepada orang-orang mengenai Islam. Setelah beberapa saat saya bertanya kepadanya, 'Apa sebenarnya yang Anda lakukan jika ingin menjadi seorang Muslim?'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia menjawab bahwa seorang Muslim harus percaya kepada Tuhan yang Esa, shalat lima kali sehari, dan berpuasa di bulan Ramadhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menyelanya dengan mengatakan bahwa saya percaya semua hal itu dan bahkan saya telah ikut berpuasa di bulan Ramadhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lantas ia bertanya, 'Apa yang Anda tunggu? Apa yang membuatmu tertahan?'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bilang kepadanya, 'Tidak, saya tidak bermaksud untuk pindah agama'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat itu terdengar panggilan untuk shalat dikumandangkan, semua orang lantas bergegas dan membentuk barisan untuk shalat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya duduk di belakang, menangis dan menangis. Kemudian saya bertanya kepada diri saya sendiri, 'Siapa yang coba saya bohongi?’"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah mereka selesai shalat, saya segera menghampiri Yususf Islam, memintanya untuk mengajarkan kalimat yang harus saya ucapkan untuk pindah agama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah ia jelaskan makna kalimat itu dalam bahasa Inggris kepada saya, kemudian saya mengucapkan dua kalimat syahadat dalam bahasa Arab, “Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah," cerita Tawfiq mengenai keislamannya, seraya berusaha menahan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu kehidupan Tawfiq berubah arah. Ia tinggal di Mesir dan menulis sebuah buku tentang dasar-dasar pemahaman tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat bukunya Gardens of Delight: A Simple Introduction to Islam, ia ingin menjelaskan kepada dunia bahwa Islam bukanlah agama teror dan bukan agama yang berisi kebencian. Hal yang selama ini belum ada orang yang berusaha menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka saya putuskan untuk menulis buku itu, untuk menyampaikan kepada non-Muslim mengenai prinsip dasar Islam. Saya berusaha memberitahukan kepada orang, betapa indahnya Islam dan bahwa Islam memiliki harta kekayaan yang begitu mengagumkan. Bahwa hal terpenting menjadi seorang Muslim adalah saling mencintai. Nabi berkata, 'Bahkan sebuah senyuman kepada saudaramu adalah sedekah.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawfiq juga menulis buku tentang Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasalam, yang menurutnya agak berbeda dengan buku-buku mengenai beliau pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tawfiq, "cara terbaik dan tercepat" untuk mengenalkan wajah Islam yang sesungguhnya kepada dunia adalah dengan memberikan contoh yang baik dalam kehidupan nyata. [di/ri/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-2769255655269615321?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/2769255655269615321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/11/muallaf-menikmati-menjadi-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2769255655269615321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2769255655269615321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/11/muallaf-menikmati-menjadi-muslim.html' title='Muallaf &quot;Menikmati Menjadi Muslim&quot;'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-4051648117985990568</id><published>2009-11-05T14:01:00.000+08:00</published><updated>2009-11-05T14:04:49.638+08:00</updated><title type='text'>Nasehat yang Baik dari Ibu Yang bijak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;Ada nasehat yang sangat dalam, yang diambil dari wanita-wanita arab. Nasehat itu adalah nasehat Umamah binti Harits kepada putrinya, Ummu Iyas binti Auf, pada malam pernikahannya. Diantara nasehat-nasehatnya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Putriku, sesungguhnya engkau telah memisahkan diri dari "lingkungan" yang darinya engkau keluar. Engkau telah meninggalkan kehidupan yang darinya engkau berkembang. Seandainya seorang perempuan tidak membutuhkan seorang suami, karena kecukupan dari orangtuanya dan kebutuhan orang tua yang sangat pada anaknya, maka engkau menjadi orang yang sangat tidak membutuhkan suami. Namun wanita diciptakan untuk laki-laki dan baginya laki-laki tercipta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat yang pertama dan yang kedua adalah : Engkau harus rendah hati dengan senantiasa bersikap menerima dan, selalu mendengarkan dan taat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat yang ketiga dan yang keempat adalah : Hendaklah engkau menjaga kebersihan sesuatu yang kepadanya hidung dan mata suami tertuju. Jangan sampai ia melihat kejelekan ada pada dirimu, dan jangan sampai ia menciummu kecuali engkau dalam keadaan wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat yang kelima dan keenam adalah : Hendaknya engkau selalu siapkan waktu tidur dan makan baginya. Karena kelaparan akan membuatnya garang dan kekurangan tidur akan membuatnya mudah marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat yang ketujuh dan kedelapan : Hendaklah engkau menjaga hartanya, memelihara kehormatan dan putra-putrinya. Dapat mengurus harta adalah sebuah perhitungan yang baik dan dapat mengurus anak adalah kemampuan mengatur yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat kesembilan dan kesepuluh : Janganlah engkau melanggar perintahnya. Janganlah engkau melanggar perintahnya, Janganlah engkau menyebarkan rahasianya. Jika engkau menentang perintahnya, maka membuat hatinya dongkol. Jika engkau menyebarkan rahasianya, maka engkau tidak bisa menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian hendaklah engkau tidak tampak senang di hadapannya mana kala ia sedih. Tidak pula engkau bersedih ketika ia dalam keadaan berbunga-bunga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-4051648117985990568?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://datha2006.blogspot.com' title='Nasehat yang Baik dari Ibu Yang bijak'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/4051648117985990568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/11/nasehat-yang-baik-dari-ibu-yang-bijak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4051648117985990568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4051648117985990568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/11/nasehat-yang-baik-dari-ibu-yang-bijak.html' title='Nasehat yang Baik dari Ibu Yang bijak'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-5242747338819514382</id><published>2009-09-29T10:45:00.002+08:00</published><updated>2009-09-29T10:52:27.289+08:00</updated><title type='text'>Silaturrahim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;"Kami keluarga besar Badaruddin Basir mengucapkan "SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H. TAQABBALALLAHU MINNA WAMINKUM" Mohon Maaf lahir dan bathin. Semoga Allah SWT masih memberikan kesempatan buat kita untuk bertemu dengan ramadhan yang akan datang. Amin ya Rabbal Alamin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-5242747338819514382?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/5242747338819514382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/09/silaturrahim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/5242747338819514382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/5242747338819514382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/09/silaturrahim.html' title='Silaturrahim'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-3713169633801550223</id><published>2009-09-16T14:47:00.003+08:00</published><updated>2009-09-16T14:54:45.194+08:00</updated><title type='text'>Puasa Ular dan Puasa Ulat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;Allah memerintahkan hamba-Nya yang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa supaya melahirkan pribadi yang muttaqin ada suatu pribadai yang agung dan mulia disisi Allah SWT. Namun tidak semua orang yang melaksanakan ibadah puasa melahirkan pribadi yang muttaqin, bahkan Rasulullah SAW bersabda : “alangkah banyaknya orang yang lapar dan alangkah sedikitnya orang yang berpuasa”. Ular dan ulat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua binatang yang berpuasa yaitu ular dan ulat. Ular adalah binatang yang berbisa dan mulutnya bercabang, dan suka memangsa binatang yang kecil tanpa kasihan. Tetapi ularpun berpuasa yaitu dia masuk kedalam loubang tidak makan dan tidak minum, setelah beberapa hari ular-ular itu berganti kulit lalu keluar dengan kulit barunya seakan-akan pamer sama teman-temannya, tetapi ular tetap berbisa dan lidahnya tetap bercabang dan tidak ada perubahan perilaku sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berpuasa yang tidak melahirkan perilaku yang positif  atau tidak menghasilkan pribadi yang bertaqwa maka puasanya laksana puasa ular. Ketika lebaran memakai baju baru tetapi akhlaknya tetap rendah, omongannya tetap menyakitkan orang. Lidahnya mengadu kesana kemari, makannyapun tidak memperdulikan barang halal atau haram semuanya ditelan saja, yang penting perutnya kenyang persetan dengan orang lain. Jadi kalau ada orang sebelum puasa suka KORUPSI setelah puasa tetap KORUPSI maka itu puasa ular. Hehehehe… Koruptor memang bagus jadi sample biar merasa ….. inilah yang disinggung oleh Rasulullah SAW, berapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan puasa ULAT adalah. Ulat tampangnya seram dan menjijikkan, makannya rakus dan merugikan sekelilingnya, tetapi setelah ulat berpuasa ia menjadi kepompong, setelah beberapa hari keluarlah kupu-kupu (metamorfose sempurna) warnanya berubah total, yang dahulu menjijikkan sekarang indah mempesona, hinggapnya dibunya yang mewangi harum semerbak, makanannya adalah madu yang lezat rasanya dan setiap bunga yang dihinggapi akan berterima kasih karena telah dibantu penyerbukannya. Inilah pribadi yang MUTTAQIN. Akhlaknya indah makannya halal dan thayyibah, tempat bergaul dan bermainnya tempat-tempat yang positif dab bermanfaat bagi lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau ada orang yang masa lalunya kelam, gelap, penuh dengan maksiat, tetapi setelah melalui ramadhan,. Dia menyadari bahwa Ramadhan adalah bulan ampunan, maka dia bertaubat kepada Allah dengan taubatan Nashuha’, dia tinggalkan semua perbuatan jahatnya, maka itulah puasa ulat. Puasanya orang-orang yang menggapai pribadi MUTTAQIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bermuhasabah … Ayoooooo.... kita berada digolongan mana ?????????????????????????????&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-3713169633801550223?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/3713169633801550223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/09/puasa-ular-dan-puasa-ulat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/3713169633801550223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/3713169633801550223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/09/puasa-ular-dan-puasa-ulat.html' title='Puasa Ular dan Puasa Ulat'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-5528959835236426281</id><published>2009-08-24T10:40:00.003+08:00</published><updated>2009-08-24T10:50:38.067+08:00</updated><title type='text'>Tingkatan orang yang berpuasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=http://www.islamic-council.com/quran/image/2_183.gif&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan orang yang berpuasa&lt;br /&gt;1. Puasa Orang Awam.&lt;br /&gt;Adalah orang yang berpuasa dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.&lt;br /&gt;2. Puasa orang khusus.&lt;br /&gt;Adalah disamping menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, juga menjaga diri dari hal-hal yang bisa membatalkan nilai-nilai puasa; menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki, dan semua anggota badan dari berbagai dosa.&lt;br /&gt;3. Puasa Orang Super Khusus; puasa hati dari keinginan yang rendah dan pikiran-pikiran yang tidak berharga; juga menahan hati dari selain Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun puasa khusus adalah puasa orang-orang yang shalih yaitu menahan anggota badan dari berbagai dosa. Sedangkan kesempuranaannya adlah denga  enam perkara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertaman :&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Menundukkan pandangan dan menahannya dari berkeliaran memandang ke setiap hal yang dicela dan dibenci, kesetiap hal yang bias menyibukkan hati dan melalaikan dari mengingat Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;“Pandangan adalah salah satu anak panah beracun diantara anak panah Iblis. Barang siapa  meninggalkannay karena takut kepada Allah maka ia telah diberi Allah keimanan yang mendapatkan kelezatannya didalam hatinya.” (HR. Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua:&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Menjaga lisan dari bualan, dusta, ghibah, gunjingan, kekejian, perkataan kasar , pertengkaran, dan perdebatan; mengendalikannya dengan diam, menyibukkannya denga dzikrullah dan tilawah Al-qur’an. Itulah puasa lisan. &lt;br /&gt;Sufyan Berkata : Ghibah dapat merusak puasa. Basyar bin Harist meriwayatkan darinya. Laits meriwayatkan dari mujahid:  Dua hal yang dapat merusak puasa, Ghibah dan dusta. Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;Sesungguhnya puasa tidak lain adalah perisai; apabila salah seorang diantara kamu sedang berpuasa maka janganlah berkata kotor dan jangan pula bertindak bodoh; dan jika da yang menyerangnya atau mencacinya maka hendaklah ia mengtakan sesungguhnya aku berpuasa sesungguhnya aku berpuasa&lt;br /&gt;(HR. Bukhari Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga :&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Menahan pendengaran dari mendengarkan setiap hal yang dibenci (makruh) karena setiap hal yang dilarang perkatannya haram pula mendengarkannya.&lt;br /&gt;Firman Allah Swt dalam QS. Al-Maidah : 42&lt;br /&gt; “Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keempat :&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Menahan berbagai anggota badan lainnya dari berbagai dosa, sperti menahan tangan dan kaki dari hal-hal yang dibenci, menahan perut dari berbagai syubhat pada waktu tidak puasa / berbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelima :&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Tidak memperbanyak makanan yang halal pada saat berbuka puasa sampai perutnya penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keenam : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hendaknya setelah ifthar hatinya tergantung dan terguncang antara cemas dan harap, sebab ia tidak tahu apakah puasanya diterima sehingga termasuk golongan muqarrabin atau ditolak sehingga termasuk orang-orang yang dimurkai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :Intisari Ihya Ulumuddin Al-Ghazali "Mensucikan Jiwa"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-5528959835236426281?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/5528959835236426281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/08/tingkatan-orang-yang-berpuasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/5528959835236426281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/5528959835236426281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/08/tingkatan-orang-yang-berpuasa.html' title='Tingkatan orang yang berpuasa'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-7248189650137545586</id><published>2009-08-20T11:51:00.001+08:00</published><updated>2009-08-20T12:01:55.578+08:00</updated><title type='text'>Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;...sambungan&lt;br /&gt;12. Tergesa-gesa dalam shalat. &lt;br /&gt;Sebagian imam-imam masjid dalam shalat tarawih amat tergesa-gesa dalam shalatnya. Mereka melakukan gerakan-gerakan dalam shalatnya dengan amat cepat, sehingga menghilangkan maksud shalat itu sendiri. Mereka dengan cepat membaca ayat-ayat suci Al- Qur'an, padahal semestinya ia membaca secara tartil. Mereka tidak thuma'ninah (tenang) ketika ruku', sujud, bangun dari ruku' dan ketika duduk antara dua sujud, ini adalah tidak boleh dan shalat menjadi tidak sempurna karenanya. &lt;br /&gt;Seyogyanya setiap imam thuma'ninah ketika berdiri, duduk, ruku', sujud, bangun dari ruku' dan ketika duduk antara dua sujud. &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada orang yang tidak thuma'ninah dalam shalatnya, artinya: "Kembalilah, lalu shalatlah karenasesungguh-nya engkau belum shalat." (Muttafaq Alaih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seburuk-buruk pencuri adalah orang yang mencuri shalatnya. Yakni ia tidak menyempurnakan ruku', sujud dan bacaan dalam shalatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat adalah timbangan, barangsiapa menyempurnakan timbangannya maka akan disempurnakan untuknya. Sebaliknya, barangsiapa curang maka Neraka Wail-lah bagi orang-orang yang curang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Memanjangkan doa' qunut, &lt;br /&gt;Berdo'a dengan do'a-do'a yang bukan dituntunkan Nabi shallallahu alaihi wasallam, hal yang terkadang membuat bosan dan keengganan para makmum shalat bersamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, do'a yang dituntunkan Rasul shallallahu alaihi wasallam dalam qunut witir adalah ringan dan mudah. Dari Hasan bin Ali radhiallahuanhuma , ia berkata: &lt;br /&gt;"Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajariku beberapa kalimat yang aku ucapkan (sebagai do'a) dalam qunut witir yaitu: &lt;br /&gt;"Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang Engkau beri petunjuk, berilah aku ampunan sebagaimana orang yang Engkau beri ampunan, uruslah aku sebagaimana orang yang Engkau urus, berilah berkah apa yang Engkau berikan kepadaku, jauhkanlah aku dari kejelekan qadha' (ketentuan)Mu, sesungguhnya Engkau yang menentukan qadha' dan tidak ada yang memberi qadha' kepadaMu, sesungguhnya orang yang Engkau tolong tidak akan terhina, dan orang yang Engkau musuhi tidak akan mulia, Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami dan Mahatinggi Engkau." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits ini hasan). Dan tidak diketahui dari Nabi shallallahu alaihi wasallam do'a qunut yang lebih baik dari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam pada akhir shalat witir mengucapkan: &lt;br /&gt;"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan ridhaMu dari kemurkaanMu, dan dengan ampunanMu dari siksaMu dan aku berlindung kepadaMu daripada (murka dan siksa)Mu, aku tidak (bisa) menghitung (banyaknya) pujian atasMu sebagaimana pujianMu atas DiriMu Sendiri." (HR. Ahmad dan Ahlus Sunan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tidak memperhatikan sunnah. &lt;br /&gt;Adalah sunnah setelah salam dari shalat witir mengucapkan: &lt;br /&gt;"Maha Suci Tuhan Yang Maha Menguasai dan Mahasuci." sebanyak tiga kali. Ini berdasarkan hadits riwayat Abu Daud dan Nasa'i dengan sanad shahih. Tetapi, banyak orang yang tidak mengucapkannya. Untuk itu, para imam dan penceramah perlu mengingatkan jama'ahnya dalam masalah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Mendahului imam. &lt;br /&gt;Banyak didapati para makmum mendahului imam dalam shalat tarawih dan shalat-shalat lainnya, baik dalam memulai gerakan ketika ruku', sujud, berdiri atau duduk. Ini adalah tipu daya setan dan salah satu bentuk peremehan terhadap masalah shalat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat kondisi antara makmum dengan imamnya dalam shalat jama'ah. Satu daripadanya dianjurkan dan tiga kondisi lainnya dilarang. Tiga kondisi yang dilarang itu adalah makmum mendahului imam, menyelisihi (terlambat daripada)nya dan menyamai (berbarengan dengan)nya. Adapun satu kondisi yang dianjurkan bagi makmum yaitu mengikuti imam. Dalam shalatnya, para makmum dianjurkan langsung mengikuti pekerjaan-pekerjaan shalat imamnya. Jadi, makmum tidak boleh mendahului gerakan-gerakan imam, juga tidak boleh membarengi atau terlambat daripadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mendahului gerakan imam, shalatnya adalah batal. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: "Tidakkah takut orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, Allah mengubah kepalanya menjadi kepala keledai atau mengubah rupanya menjadi rupa keledai?" (Muttafaq Alaih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan oleh shalatnya yang jelek sehingga ia tidak mendapatkan pahala daripadanya. Seandainya dia dianggap telah shalat tentu ia diharapkan mendapatkan pahala. Dan tak diragukan lagi, pengubahan Allah kepalanya menjadi kepala keledai adalah salah satu bentuk siksaanNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Makmum membaca mushaf. &lt;br /&gt;Sebagian makmum ada yang membawa mushaf Al-Qur'an ketika shalat tarawih, mereka mengikuti bacaan imam dengan melihat mushaf Al-Qur'an. Pekerjaan ini adalah tidak disyari'atkan dan juga tidak didapatkan dalam amalan para salaf. Ia tidak boleh dilakukan kecuali bagi orang yang ingin membetulkan imam jika salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diperintahkan kepada makmum adalah mendengarkan bacaan imam dengan diam. Hal ini berdasarkan firman Allah, artinya, "Dan apabila dibacakan Al-Qur'an maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."( Al A'raf: 204). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata: "Banyak orang sepakat bahwa ayat ini maksudnya adalah ketika dalam keadaan shalat". Lalu, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin juga telah mengingatkan dalam "At- Tanbiihat 'Alal Mukhaalafati Fis Shalah", beliau berkata, "Sesungguhnya pekerjaan ini (makmum membaca mushaf Al-Qur'an ketika shalat) menjadikan makmum tidak khusyu' dan tadabbur dalam shalatnya, karena itu ia termasuk pekerjaan sia-sia." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Mengeraskan do'a qunut. &lt;br /&gt;Sebagian imam masjid mengeraskan suaranya ketika do'a qunut lebih dari yang seharusnya. Padahal tidak diperkenankan mengeraskan suara kecuali sebatas agar bisa didengar oleh makmum, dan sesungguhnya Allah berfirman, artinya: "Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Al- A'raaf : 55). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para sahabat mengeraskan suara saat bertakbir, seketika Rasulullah shallallahu alaihi wasalam melarang mereka dari yang demikian, seraya bersabda: "Rendahkanlah suaramu. Sesungguhnya kamu tidak berdo'a kepada Dzat yang tuli, tidak pula ghaib."(HR. Al-Bukhari dan Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Memendekkan bacaan shalat. &lt;br /&gt;Sebagian besar imam-imam masjid dalam shalat-shalat yang disyari'atkan tidak memanjangkan bacaan seperti ketika shalat tarawih dan shalat kusuf (gerhana), mereka tidak memanjangkan bacaan bahkan sebagiannya melakukan ruku', sujud, bangun dari ruku' dan duduk antara dua sujud dengan sangat cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat yang disyari'atkan adalah shalat yang sesuai dengan teladan dan petunjuk Nabi shallallahu alaihi wasallam. Adapun ukuran ruku' dan sujud Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah tak jauh berbeda dengan saat beliau berdiri. Dan bila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengangkat kepalanya dari ruku', beliau diam berdiri (lama) sehingga seorang sahabat berkata beliau telah lupa. Dan jika beliau mengangkat kepalanya dari sujud beliau duduk lama sehingga ada sahabat yang berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah lupa. Al-Bara' bin Azib radhiallahu anhu berkata: "Aku shalat bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam maka aku dapati berdirinya, ruku'nya, sujudnya dan duduknya antara dua sujud hampir sama (antara semuanya)". Dalam riwayat lain disebutkan, "Tidaklah (beliau) berdiri kecuali hampir sama dengan duduknya." Maksudnya, bila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memanjangkan berdirinya, maka beliau juga memanjangkan ruku', sujud dan duduk antara dua sujud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika beliau meringankan berdirinya (tidak terlalu lama) maka beliau juga meringankan ruku', sujud dan duduk antara dua sujud. Akhirnya, semoga uraian ini menjadi bahan renungan kita bersama di bulan yang mulia dan suci ini, sekaligus bisa menghantarkan kita mengarungi kehidupan di bulan Ramadhan, baik dalam ibadah maupun kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dituntunkan Nabi shallallahu alaihi wasallam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah meneguhkan iman Islam kita, mengampuni kita, orang tua kita dan segenap kaum muslimin. Amin.... &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ptcpaidproof.blogspot.com"&gt;www.ptcpaidproof.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-7248189650137545586?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/7248189650137545586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/08/kesalahan-kesalahan-dalam-bulan_20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/7248189650137545586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/7248189650137545586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/08/kesalahan-kesalahan-dalam-bulan_20.html' title='Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (2)'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-1536076497711910707</id><published>2009-08-13T11:58:00.003+08:00</published><updated>2009-08-13T12:09:08.919+08:00</updated><title type='text'>Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;Pendahuluan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setahun, ada satu bulan yang kedatangannya selalu kita nantikan, ia adalah bulan Ramadhan. Alhamdulillah, bulan yang sangat kita rindukan itu kini telah tiba. Pada bulan ini Allah mencurahkan kebaikanNya untuk segenap hamba-hambaNya yang beriman. Di bulan Ramadhan, kedermawanan Nabi shallallahu alaihi wasallam lebih deras dari hembusan angin. Para Sahabat dan As-Salafus Shalih terdahulu selalu berlomba-lomba menumpuk kebaikan dan amal ibadah di dalamnya. Namun saat ini, kondisi umat Islam sungguh memilukan, mayoritas mereka tak saja lemah untuk diajak ber-fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) di bulan penuh kemuliaan ini, tapi mereka selalu saja hampir sepanjang tahun tak siap dengan amalan-amalan yang semestinya mereka lakukan secara benar. &lt;br /&gt;Karena itu, redaksi berikut ini menyajikan tulisan tentang berbagai kesalahan yang sering dilakukan di bulan Ramadhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risalah ini ditulis oleh seorang ulama yang memiliki perhatian khusus terhadap bulan Ramadhan, di antaranya beliau juga menulis buku "Risalah Ramadhan" (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, cet. Darul Haq), beliau adalah Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al-Jarullah. Bagian pertama dari dua tulisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, musim berbagai macam ibadah seperti puasa, shalat, membaca Al-Qur'an, bersede-kah, berbuat baik, dzikir, do'a, istighfar, memohon Surga, berlindung dari masuk Neraka serta macam-macam ibadah dan amal kebajikan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beruntung adalah yang menjaga setiap detik waktunya, baik di siang atau malam hari untuk berbagai amal perbuatan yang menjadikannya berbahagia serta lebih dekat kepada Allah, sesuai dengan yang diperintahkan, tanpa menambah atau mengurangi. Karena itu, setiap muslim wajib belajar tentang hukum-hukum puasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tak sedikit orang yang melalaikan masalah ini, sehingga banyak terjerumus pada kesalahan-kesalahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan-Kesalahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kesalahan-kesalahan yang jamak (umum) dilakukan orang berkaitan dengan bulan Ramadhan adalah: &lt;br /&gt;1. Tidak mengetahui hukum-hukum puasa serta tidak menanyakannya. &lt;br /&gt;Padahal Allah berfirman: "Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui." ( An-Nahl: 43). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, niscaya ia dipahamkan dalam urusan agamanya." ( Muttafaq Alaih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menyambut bulan suci Ramadhan dengan hura-hura dan bermain-main. &lt;br /&gt;Padahal yang seharusnya adalah menyambut bulan yang mulia tersebut dengan dzikir dan bersyukur kepada Allah, karena masih diberi kesempatan bertemu kembali dengan Ramadhan. Lalu hendaknya ia bertaubat dengan sungguh-sungguh, kembali kepada Allah serta melakukan muhasabatun nafs (perhitungan dosa-dosa pribadi), baik yang kecil maupun yang besar, sebelum datang hari Perhitungan dan Pembalasan atas setiap amal yang baik maupun yang buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ta'at hanya di bulan Ramadhan. &lt;br /&gt;Sebagian orang, bila datang bulan Ramadhan mereka bertaubat, shalat dan puasa. Tetapi jika bulan Ramadhan telah berlalu mereka kembali lagi meninggalkan shalat dan melakukan berbagai perbuatan maksiat. Alangkah celaka golongan orang seperti ini, sebab mereka tidak mengetahui Allah kecuali di bulan Ramadhan. Tidakkah mereka mengetahui bahwa Tuhan bulan-bulan pada sepanjang tahun adalah Satu jua? Bahwa maksiat itu haram hukumnya di setiap waktu? Bahwa Allah mengetahui perbuatan mereka di setiap saat dan tempat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, hendaknya mereka bertaubat kepada Allah dengan taubat nashuha (sebenar-benar taubat), meninggalkan maksiat serta menyesali apa yang telah mereka lakukan di masa lalu, selanjutnya berkemauan kuat untuk tidak mengulanginya di kemudian hari. Dengan demikian insya Allah taubat mereka akan diterima, dan dosa-dosa mereka diampuni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Beranggapan keliru. &lt;br /&gt;Sebagian orang beranggapan bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk tidur dan bermalas-malasan di siang hari, serta untuk begadang di malam hari. Lebih disayangkan lagi, mayoritas mereka begadang dalam hal-hal yang dimurkai Allah, berhura-hura, bermain yang sia-sia (seperti main kartu dsb.), menggunjing, adu domba dan sebagainya. Hal-hal semacam ini sangat berbahaya dan merugikan mereka sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hari-hari bulan Ramadhan merupakan saksi ta'atnya orang-orang yang ta'at dan saksi maksiatnya orang-orang yang ahli maksiat dan lupa diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bersedih dengan datangnya bulan Ramadhan. &lt;br /&gt;Sebagian orang ada yang merasa sedih dengan datangnya bulan Ramadhan dan bersuka cita jika bulan Ramadhan berlalu. Sebab mereka beranggapan bulan Ramadhan akan menghalangi mereka melakukan kebiasaan maksiat dan menuruti syahwat. Mereka berpuasa sekedar ikut-ikutan dan toleransi. Karena itu mereka lebih mengutamakan bulan-bulan lain daripada bulan Ramadhan. Padahal ia adalah bulan penuh barakah, ampunan, rahmat dan pembebasan dari Neraka bagi setiap muslim yang melakukan kewajiban-kewajibannya dan meninggalkan setiap yang diharamkan atasnya, mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala yang dilarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Begadang untuk sesuatu yang tidak terpuji. &lt;br /&gt;Banyak orang yang begadang pada malam-malam Ramadhan dengan melakukan sesuatu yang tidak terpuji, bermain-main, ngobrol, jalan-jalan atau duduk-duduk di jembatan atau trotoar jalan. Pada tengah malam mereka baru pulang dan langsung sahur kemudian tidur. Karena kelelahan, mereka tidak bisa bangun untuk shalat Shubuh berjamaah pada waktunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kesalahan dan kerugian dari perbuatan semacam ini: &lt;br /&gt;• Begadang dengan sesuatu yang tidak bermanfaat. Padahal Nabi shallallahu alaihi wasallam membenci tidur sebelum Isya' dan bercengkerama (ngobrol) setelahnya kecuali dalam hal kebaikan. Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh bercengkerama kecuali bagi orang yang shalat atau bepergian." (As-Suyuthi berkata, hadits ini hasan). &lt;br /&gt;• Sia-sianya waktu mereka yang sangat berharga. Mereka sama sekali tidak memanfaat-kannya sedikitpun. Padahal masing-masing orang akan menyesali setiap waktu yang ia lalui tanpa diiringi dengan mengingat Allah di dalamnya. &lt;br /&gt;• Menyegerakan sahur sebelum waktu yang dianjurkan. Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan sahur pada akhir malam sebelum terbit fajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah terbesar mereka adalah tidak dapat menunaikan shalat Shubuh berjamaah tepat pada waktunya. Betapa tidak, sebab pahala shalat Shubuh berjamaah menyamai shalat satu malam atau separuhnya. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: "Barangsiapa shalat Isya' berjamaah maka seakan-akan ia shalat separuh malam dan barangsiapa shalat Shubuh berjamaah maka seakan-akan ia shalat sepanjang (satu) malam." (HR. Muslim dari Utsman bin Affan radhiallahu anhu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang meninggalkan shalat Shubuh secara berjamaah tersebut berkarakter sebagaimana orang-orang munafik, mereka tidak melakukan shalat kecuali dalam keadaan malas, mengakhirkan waktunya dan tidak berjamaah. Mereka mengharam-kan dirinya dari mendapatkan keutamaan serta pahala yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hanya menjaga hal-hal lahiriah. &lt;br /&gt;Banyak orang yang menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa secara lahiriah seperti makan, minum dan bersenggama dengan isteri, tetapi tidak menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa secara mak-nawiyah seperti menggunjing, adu domba, dusta, melaknat, mencaci, memandang wanita-wanita di jalanan, di toko, di pasar dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyogyanya setiap muslim memperhatikan puasanya, menjauhkan diri dari hal-hal yang diharamkan dan membatalkan puasa. Sebab betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga belaka. Betapa banyak orang yang shalat, tetapi ia tidak mendapatkan kecuali begadang dan letih saja. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: &lt;br /&gt;"Barangsiapa tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum."(HR. Al Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Meninggalkan shalat taraweh. &lt;br /&gt;Padahal telah dijanjikan bagi orang yang menjalankannya -karena iman dan mengharap pahala dari Allah- ampunan akan dosa-dosanya yang telah lalu. Orang yang meninggalkan shalat taraweh berarti meremehkan adanya pahala yang agung dan balasan yang besar ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironinya, banyak umat Islam yang meninggal-kan shalat taraweh. Barangkali ada yang ikut shalat sebentar lalu tidak melanjutkannya hingga selesai. Atau rajin melakukannya pada awal-awal bulan Ramadhan dan malas ketika sudah akhir bulan. Alasan mereka, shalat taraweh hanyalah sunnah belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, tetapi ia adalah sunnah mu'akkadah (sangat dianjurkan) yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Khulafaur Rasyidin dan para Tabi'in yang mengikuti petunjuk mereka. Ia adalah salah satu bentuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, dan salah satu sebab bagi ampunan dan kecintaan Allah kepada hambaNya. Orang yang meninggalkannya berarti tidak mendapatkan bagian daripadanya sama sekali. Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian. Dan bahkan mungkin orang yang melakukan shalat taraweh itu bertepatan dengan turunnyaLailatul Qadar, sehingga ia mendapatkan keberuntungan dengan ampunan dan pahala yang amat besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Puasa tetapi tidak shalat. &lt;br /&gt;Sebagian orang ada yang berpuasa, tetapi meninggalkan shalat atau hanya shalat ketika bulan Ramadhan saja. Orang semacam ini puasa dan sedekahnya tidak bermanfaat. Sebab shalat adalah tiang dan pilar utama agama Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bepergian agar punya alasan berbuka. &lt;br /&gt;Sebagian orang melakukan perjalanan ke luar negeri pada bulan Ramadhan untuk tujuan yang baik, tetapi agar bisa berbuka puasa dengan alasan musafir. &lt;br /&gt;Perjalanan semacam ini tidak dibenarkan dan ia tidak boleh berbuka karenanya. Sungguh tidak tersembunyi bagi Allah tipu daya orang-orang yang suka menipu. Sebagian besar orang yang melakukan hal tersebut adalah para tukang mabuk dan minum-minuman keras. Mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dari yang demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Berbuka dengan sesuatu yang haram. &lt;br /&gt;Seperti minuman yang memabukkan, rokok dan sejenisnya. Atau berbuka dengan sesuatu yang didapatkan dari yang haram. Orang yang makan atau minum dari sesuatu yang haram tak akan diterima amal perbuatannya dan tak mungkin pula do'anya dikabulkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung....)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ptcpaidproof.blogspot.com"&gt;www.ptcpaidproof.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-1536076497711910707?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/1536076497711910707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/08/kesalahan-kesalahan-dalam-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/1536076497711910707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/1536076497711910707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/08/kesalahan-kesalahan-dalam-bulan.html' title='Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (1)'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-7830884377106554895</id><published>2009-08-05T13:02:00.001+08:00</published><updated>2009-08-05T13:07:51.779+08:00</updated><title type='text'>SAYANG MEREKA BUKAN MAZHABKU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ujang adalah seorang yang begitu polos dan lugu. Ujang dalam melaksanakan agamanya sekedar mengikuti masyarakat banyak, karena tidak pernah mengerti hakekat Islam yang sebenarnya. Dia mengamalkan ritual-ritual agama sebagaimana masyarakat banyak melakukannya tanpa mengetahui dari mana dasarnya, dia beribadah bukan sebagai mana mestinya menurut Al-qur’an dan Sunnah. Masjid yang ada dikampungnya diadakan pengajian setiap malam jum’at yaitu membaca surat Yaasin setelah itu tahlil bersama-sama. Acara tersebut sudah berjalan ratusan tahun dan tidak pernah berubah dari dahulu hingga kini.&lt;br /&gt;Dikampung lain ada seorang Ajengan yang bernama Abdul Khoir yang populer dengan sebutan Ajengan Khoir. Pada suatu hari Ujang bersilaturrahim ketempat Ajengan Khoir dan menanyakan beberapa hal tentang pokok-pokok masalah agama Islam.&lt;br /&gt;Pertanyaan Ujang yang pertama yaitu: “Apakah umat Islam dialrang meminta selain kepada Allah walaupun hanya untuk perantara, misalanya meminta kepada orang mati yang ada dikubur (Wali, Kiyai, Ulama) dsb”.&lt;br /&gt;Akhirnya Ajengan Khoir menjawab : “Wahai Ujang, Allah itu mengetahui segala perbuatan manusia, lalu Ajeng membuka QS. Ali-Imran (3): 29&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;29.  Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;Dan Allah itu bahkan lebih dekat dari urat leher kita, lihat QS. Qaaf (50): 16&lt;br /&gt;16.  Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu jika berdo’a kita mengikuti perintah Allah, lihat QS. Al-Baqarah (2): 186&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;186.  Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.&lt;br /&gt;Dan tidak perlu berdo’a lewat perantara, lihat QS. Azzumar (39): 3&lt;br /&gt;3.  Ingatlah, Hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selama ini Ujang Jarang membaca dan mendengar isi Al-Qur’an, baru sekarang ini diterangkan Ajengan Khoir dan Ujangpun mengakui kepintaran Ajengan Khoir. Setelah itu Ujang mengajukan pertanyaan yang kedua yaitu : “Apakah betul pendapat masyarakat umum bahwa nanti orang-orang bodoh megikuti saja apa kata gurunya?”. Ajengan Khoir pun menjawab dengan ikhlas dan sabar: “Wahai Jang… Allahmenurunkan Al-qur’an sebagai petunjuk, Lihat QS. Al-Baqarah (2) : 2&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;2.  Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Al-qur’an tidak ada yang bisa menolong kita kecuali amal kita sendiri, seorang bapak tidak bisa menolong anaknya dan seorang anak tidak bisa menolong bapaknya, lihat QS. Luqman (31): 33 &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;33.  Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al-Mu’minun (23) :101&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;101.  Apabila sangkakala ditiup Maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun seorang Nabi tidak bias menolong keluarganya, lihat QS. Attahrim (66): 10&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;10.  Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), Maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahkan mendo’akan orang yang tidak mengamalkan agamanya, itupun dilarang oleh Allah SWT, lihat QS. Attaubah (9): 80, 113, dan 114&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;80.  Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. yang demikian itu adalah Karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.&lt;br /&gt;113.  Tiadalah sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.&lt;br /&gt;114.  Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah Karena suatu janji yang Telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, Maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat Lembut hatinya lagi Penyantun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi Ujang mengagumi akan kepinataran Ajengan Khoir.&lt;br /&gt;Pertanyaan yang ketiga, yaitu : ”Apakah betul orang yang pernah bersyahadat walaupun tidak mengamalkan agamanya pasti dijamin masuk syurga sebagaimana pendapat masyarakat banyak?”. Akhirnya Ajeng Khoir menjelaskan: “Orang yang mengaku beriman itu akan diuji” lihat QS. Al-Ankabut (29): 2-3&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;2.  Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?&lt;br /&gt;3.  Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka barang siapa yang amalannay sesuai dengan Al-qur’an dan Sunnah itulah yang benar, lihat QS. Ali-Imaran (3) : 31-32&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;31.  Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;32.  Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Qs. Annisa’ (4) : 13-14&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;13.  (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah kemenangan yang besar.&lt;br /&gt;14.  Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang yang bertentangan dengan Al-qur’an dan Sunnah adalah salah, lihat QS. Al-Ahzab (33) : 36&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;36.  Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Annisa (4) : 115&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;115.  Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang Telah dikuasainya itu dan kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu jangan kita beranggapan bahwa kita akan masuk surga sebelum mengajarkan ajaran Islam, lihat QS. Al-baqarah (2) : 214 &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;142.  Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka Telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Ali- Imran (3) 142&lt;br /&gt;214.  Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.&lt;br /&gt;142.  Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad  diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ujangpun merasa puas dan kembali kekampungnya serta berjanji akan mengaji kerumah Ajengan KHoir.&lt;br /&gt;Suatu ketika Ujang hendak mengaji lagi ke Ajengan Khoir, tiba-tiba pamannya yang bernama Mang Tohar bertanya kepada Ujang : “Mau kemana Jang?”.&lt;br /&gt;Ujang menjawab dengan polos dan lugu : “Abdi mau ngaji ke tempat Ajengan Khoir Mang”.&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu pamannya sangat terperanjat sambil berkata dengan emosi : “Jang kamau jangan mengaji ketempat orang itu karena dia bukan mazhab kita, nqnti kamu terpengaruh dan akhirnya meninggalkan mazhab kita sehingga kamu menjadi sesat”.&lt;br /&gt;Ujang menjawab :”Ajengan KHoir ilmunya luar biasa, jujur, ikhlas dan tidak pernah mengajak kepada mazhabnya, kenapa paman melarang aku?”.&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata itu pamannya berkata dengan jengkel : “Waahai Ujang kamu ini anak kemarin sore, kamu itu tau apa? Makanya kalau orang tua member nasehat, kamu ahrus patuhi. Memang Ajengan Khoir pintar, jujur dan ikhlas, tapi wajib kita hindari karena dia bukan pengikit mazhab kita”.&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari Ujang bertemu dengan Ajengan Khoir dan ditanyakan kenapa Ujang tidak mengaji kembali, dengan polos Ujang menjawab :”Dilarang pamanku”.&lt;br /&gt;Akhirnya Ujang berkata dalam hatinya Ajengan memang benar, tetapi saying dia mazhabnya lain.&lt;br /&gt;Dari Buku “SEBAGIAN KAUM MUSLIMIN MASIH NIKMAT DALAM KEBODOHAN”&lt;br /&gt;Oleh. Drs. Mahyuddin HS&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-7830884377106554895?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/7830884377106554895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/08/sayang-mereka-bukan-mazhabku.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/7830884377106554895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/7830884377106554895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/08/sayang-mereka-bukan-mazhabku.html' title='SAYANG MEREKA BUKAN MAZHABKU'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-8723381369974858980</id><published>2009-08-04T14:49:00.007+08:00</published><updated>2009-08-04T15:16:53.860+08:00</updated><title type='text'>"Terbang Atau Tidak Terbang Pokoknya Kambing"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:  justify;"&gt;Dua orang sahabat karib sedang berjalan dikegelapan malam, yang satu bernama Ahmad yang satu bernama Mansyur. Keduanya melihat bayang-bayang hitam yang agak samar. Ahmad menerka bahwa bayangan itu adalah seekor burung yang sedang mengepakkan sayapnya dan paruhnya mencabut bulu yang ada dibadannya lalu Ahmad berseru: “Sudah malam begini ada burung yang belum juga tidur”. Mendengar kata-kata itu Mansyur berkata: “Tidak mungkin itu burung karena biasanya yang ada disitu adalah kambing. Maka pasti itu kambing.”&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk membuktikan kebenarannya, maka keduanya sepakat untuk mendekati benda tersebut. Setelah mendekatinya, binatang  itu terbang, lalu Ahmad berkata: “Batul kan apa kata saya bahwa itu adalah burung”.  Mendengar kata-kata Ahmad, Mansyur berkata dengan suara keras dan emosi: “Biar terbang atau tidak terbang pokoknya kambing”.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dengan lemah lembut dan menahan kesabaran Ahmad berkata: “Engkau melihat dengan mata kepala sendiri bahwa binatang tadi terbang, menurut logika mana mungkin kambing bisa terbang?”. Untuk mempertahankan gengsinya Mansyur menjawab: “Dari dulu juga orang tahu kalau biasanya disitu adalah kambing, dan kalau memang Allah menghendaki kambingpun bisa terbang karena Allah berkuasa atas segala sesuatu dan jika Allah menghendaki hanya berkata “kun fa yakun”. Seperti yang dikatakan dalam QS. Yasin (36) : 82 dan QS. Ali-Imran (3) : 29”.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “jadilah maka jadilah ia”.  (QS. Yasin (36) : 82)&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Ali-Imran (3) : 29).&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Setelah peristiwa ini disampaikan kepada masyarakat, justru masyarakat awam membenarkan pendapat Mansyur, karena Mansyur sebagai pemimpin agama dan umurnya lebih tua dari Ahmad. Masyarakat menganggap tidak mungkin Mansyur itu salah, karena Mansyur seorang ulama, sedangkan masyarakat tahu bahwa ulama adalah pewaris Nabi.&lt;br /&gt;Dengan penuh kasih keikhlasan, Ahmad menjelaskan bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu, tetapi tidak bertentangan dengan sunnatullah itu sendiri, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ahzab (33) : 62&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang Telah terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati peubahan pada sunnah Allah”.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;QS. Al-Fath (48) : 23 “ Sebagai suatu sunnatullah[1403] yang Telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan peubahan bagi sunnatullah itu”. [1403]   Sunnatullah yaitu hukum Allah yang Telah ditetapkannya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Qs. Fathir (35): 43   “Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan Karena rencana (mereka) yang jahat. rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang Telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu[1261]. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu”. [1261]  yang dimaksud dengan sunnah orang-orang yang terdahulu ialah Turunnya siksa kepada orang-orang yang mendustakan rasul.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Qs. Ali-Imran (3) : 137 “Sesungguhnya Telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah AllahKarena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sambil memberikan perumpamaan bahwa Allah menciptakan Adam menjadi manusia dewasa, tetapi setelah anak cucu Adam secara sunnatullah harus lewat bayi yang kecil dan berproses menjadi dewasa. Begitu juga Allah menciptakan Ustadz Mansyur dari kecil yang tidak mengerti apa-apa lalu berproses menjadi dewasa dan menjadi pandai sehingga menjadi seorang ulama yang terkenal. Walaupun Allah berkuasa dan mampu menjadikan Ustadz Mansyur menjadi orang dewasa dan langsung menjadi ustadz yang terkenal, tetapi ia bertentangan dengan sunnatullah.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mendengar jawaban yang sangat ilmiah dan argumentative itu, Mansyur tidak bisa berdalil lagi, tetapi unutk menjaga kewibawaannya serta reputasi dirinya supaya tidak jatuh dimata masyarakat, karena masyarakat mengkultuskannya, akhirnya ia berkata : “Wahai Ahmad! Aku ini telah puluhan tahun belajar agama dan puluhan ulama sebagai guruku. Kalau aku salah, berarti guruku juga salah. Kalau guruku salah berarti gurunya juga salah, kalau gurunya salah berarti ulama sifulan juga salah. Kalau ulama si fulan juga salah berarti imam anu juga salah. Apakah pantas kalau semua itu salah, dan kalau salah dia pasti masuk neraka. Apakah pantas ulama-ulama besar masuk neraka dan kamu sendiri yang paling benar?”.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dengan nada yang sangat emosi, masyarakat awam menuduh Ahmad mengikuti aliran sesat, bahkan menganggap murtad dari agama Islam dan tidak menghormati para ulama.&lt;br /&gt;Akhirnya Ahmad tidak mungkin melanjutkan diskusinya karena suasananya begitu emosional. Sambil meninggalkan tempat itu dan bergumam dalam dalam hatinya: “Betapa sulit menerangkan kebenaran kepada orang yang mantiknya sudah mentok”.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;marquee direction=left&gt;Dari Buku “SEBAGIAN KAUM MUSLIMIN MASIH NIKMAT DALAM KEBODOHAN”&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;Oleh. Drs. Mahyuddin HS&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-8723381369974858980?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/8723381369974858980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/08/terbang-atau-tidak-terbang-pokoknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/8723381369974858980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/8723381369974858980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/08/terbang-atau-tidak-terbang-pokoknya.html' title='&quot;Terbang Atau Tidak Terbang Pokoknya Kambing&quot;'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-4489507403822675539</id><published>2009-08-04T13:23:00.004+08:00</published><updated>2009-08-06T08:54:13.906+08:00</updated><title type='text'>Cerita Muallaf</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam adalah agama yang benar, yang semakin dikaji maka semakin terungkap kebenarannya, berapa banyak orang-orang yang mendapatkan hidayah yang pada awal mulanya ingin mencari kelemahan Islam tapi justru yang didaptkan adalah kebenaran.  &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Wayan Suwarni, sepintas membaca namanya maka yang terbayang dalam benak kita bahwa pasti dia adalah orang Bali, dan memang demikianlah kenyataannya. Tapi yang mungkin kita tidak mengenalnya kalau dia adalah seorang Muslimah. Ya, dia seorang muallaf. Ditemui dikediamnnya dia menceritakan kisahnya bagaimana dia mengenal Islam, dan akhirnya menjadi pilihan, serta beratnya tantangan yang dihadapi.&lt;br /&gt;Wanita kelahiran Bali ini menceritakan bahwa dia mengenal Islam ketika tahun 1990-an. Pertama-tama dia tertarik dengan suara azan, “ketika mendengar azan perasaan saya kok tenang, adem, dan perasaan-perasan lain yang membuat hati saya merinding”. Ujarnya. Sejak saat itulah dia memulai pengembaraannya mencari kebenaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dia sangat senang dengan ceramah-ceramah KH. Zainuddin ,MZ, kemudian banyak membaca buku-buku Islam. Selama dalam pencarian akan kebenaran Islam, orang tuanya sudah tahu dan berusaha menghalanginya untuk masuk Islam. Sekitar tahun 1996 keinginan itu semakin kuat, tapi masih takut dan khawatir dengan keluarga, akhirnya keinginannya untuk masuk Islam tak tertahankan, “saya takut jangan sampai meninggal sedangkan saya belum Islam” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Akhirnya tahun 2001 dia bertekad masuk Islam apapun resikonya, maka dengan mantap dia mengikrarkan dua kalimat syahadat sekalipun dengan cara sembunyi-sembunyi, dia di Islamkan oleh  H. Abu Ali.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Waktu itu bulan Ramadhan sayapun sudah melaksanakan ibadah puasa, namun satu minggu kemudian saya sakit, disitulah ketahuan kalau saya sedang puasa dan sudah menjadi Muslimah, merka semua marah dan bahkan saya diperlakukan dengan kasar, dipukul, ditendang, dan bahkan diancam akan dibunuh dengan cara dimutilasi, saya diambilkan parang, tapi untung masih ada keluarga  lain yang menghalangi. Malam itu saya diusir dari rumah”. Kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Maka diapun meninggalkan rumah dan tinggal dirumah salah seorang Muslimyang dia anggap sebagai orang tua angkat, dialah yang banyak memberikan dorongan dan motivasi supaya bersabar dan tetap istiqomah.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Katika ditanya bagaimana perasaannya setelah masuk sebelum dan setelah masuk Islam?. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Kalau sebelum Islam tidak pernah merasa tenang, dan selalu gelisah, hampa dan tidak ada tujuan, Pada saat pergi ke tempat ibadah yang saya rindukan adalah Masjid. Setelah masuk Islam hati saya sudah tenang dan terarah, dan juga mempunyai tujuan yang jelas, apa pun yang terjadi saya serahkan kepada Allah, dan saya tidak pernah ragu untuk melangkah” Jawanya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Suatu hari ketika saya sakit, saya bilang ke suster yang kebetulan seorang Muslimah, “suster … kalau nanti saya ada apa-apa, tolong jadi saksi nanti bagi saya di akhirat bahwa saya adalah seorang Muslimah”. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Tahun 2002 akhirnya dia hijrah ke Makassar dan kuliah di Unismuh, dan Alhamdulillah sekarang sudah menjadi PNS di salah satu instansi pemerintah. &lt;br /&gt;Wayan Suwarni adalah salah satu anggota PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Kota Makassar, sekalipun dia bukan warga keturunan Tionghoa, tapi PITI adalah salah satu organisasi yang tebuka kepada siapa saja, bahkan di PITI ada muallaf dari Toraja, Bali, dan sebagainya, kini dia aktif dipengajian PITI yang dilaksanakan setiap hari Ahad sore.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Semoga istiqomah saudariku …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hasil wawancara Badaruddin Basir, pada Hari Selasa 28 Juli 2009 &lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-4489507403822675539?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/4489507403822675539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/08/cerita-muallaf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4489507403822675539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4489507403822675539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/08/cerita-muallaf.html' title='Cerita Muallaf'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-8113238624885328832</id><published>2009-07-27T10:22:00.001+08:00</published><updated>2009-07-27T10:34:28.987+08:00</updated><title type='text'>Hikmah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saidina Utsman Ibnu Affan r.a. berkata : Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah:&lt;br /&gt;• Hatinya selalu berniat suci &lt;br /&gt;• Lidahnya selalu basah dengan zikrullah &lt;br /&gt;• Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa) &lt;br /&gt;• Segala perkara dihadapainya dengan sabar dan tabah&lt;br /&gt;• Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-8113238624885328832?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/8113238624885328832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/07/hikmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/8113238624885328832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/8113238624885328832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/07/hikmah.html' title='Hikmah'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-4051709475811269397</id><published>2009-07-17T10:46:00.006+08:00</published><updated>2009-08-12T10:13:27.327+08:00</updated><title type='text'>Ternyata kesyirikandizaman  kita lebih parah dari ummat terdahulu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para pembaca yang budiman, diantara musibah besar yang menimpa kaum muslimin dewasa ini adalah acuh terhadap urusan agama dan sibuk dengan urusan dunia. Oleh karena itu banyak diantara mereka yang terjerumus ke dalam hal-hal yang diharamkan Alloh karena sedikitnya pemahaman tentang permasalahan-permasalahan agama. Dan jurang terdalam yang mereka masuki yaitu lembah hitam kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan dosa yang paling besar inipun begitu samar bagi kebanyakan manusia karena kejahilan mereka dan rajinnya setan dalam meyesatkan manusia sebagaimana yang dikisahkan Alloh tentang sumpah iblis, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (Al-A’rof: 16). Bahkan kesyirikan hasil tipudaya iblis yang terjadi pada masa kita sekarang ini lebih parah daripada kesyirikan yang terjadi pada zaman Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam…!! Kenapa bisa demikian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemusyrikan Zaman Dahulu Hanya di Waktu Lapang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang musyrik pada zaman Rosululloh melakukan kesyirikan hanya ketika dalam keadaan lapang saja. Namun tatkala mereka dalam keadaan sempit, terjepit, susah dan ketakutan mereka kembali mentauhidkan Alloh, hanya berdo’a kepada Alloh saja dan melupakan segala sesembahan selain Alloh. Hal ini sebagaimana dikabarkan oleh Alloh tentang keadaan mereka, “Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih.” (Al-Isra’: 67). “Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Alloh) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: ‘Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka’.” (Az-Zumar: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah keadaan musyrikin zaman dahulu, lalu bagaimana keadaan musyrikin pada zaman kita ini? Ternyata sama saja bagi orang-orang musyrik zaman kita ini, baik dalam waktu lapang ataupun sempit tetap saja mereka menjadikan bagi Alloh sekutu. Tatkala punya hajatan (misalnya pernikahan, membangun rumah ataupun yang lainnya) mereka memberikan sesajen ke tempat-tempat yang dianggap keramat. Tatkala sesuatu ketika terkena musibah, mereka beranggapan bahwa mereka telah kuwalat terhadap yang mbaurekso (jin penunggu) kampungnya kemudian meminta ampun dan berdoa kepadanya agar menghilangkan musibah itu atau pergi ke dukun untuk menghilangkannya. Ini adalah bentuk kesyirikan kepada Alloh yang amat nyata. Alloh berfirman, “Hanya bagi Alloh-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan sesuatu yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.” (Ar-Ro’du: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesembahan Musyrikin Dulu Lebih Mending Sholehnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang musyrik pada zaman Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wasallam menjadikan sekutu bagi Alloh dari dua kelompok, yang pertama adalah hamba-hamba Alloh yang sholeh, baik dari kalangan para nabi, malaikat ataupun wali. Dan yang kedua adalah seperti pohon, batu dan lainnya. Lalu bagaimana keadaan orang-orang musyrik zaman kita? Saking parahnya keadaan mereka, orang-orang yang telah mereka kenal sebagai orang suka berbuat maksiatpun mereka sembah dan diharapkan berkahnya. Lihat betapa banyak orang yang berbondong-bondong ngalap berkah ke makam Pangeran Samudro dan Nyai Ontrowulan di Gunung Kemukus, Sragen. Diceritakan bahwa mereka berdua adalah seorang anak dan ibu tiri (permaisuri raja) dari kerajaan Majapahit yang berselingkuh, kemudian mereka diusir dari kerajaan dan menetap di Gunung Kemukus hingga meninggal. Konon sebelum meninggal Pangeran Samudro berpesan bahwa keinginan peziarah dapat terkabul jika melakukan seperti apa yang ia lakukan bersama ibu tirinya. Sehingga sebagai syarat “mujarab” untuk mendapat berkah di sana, harus dengan berselingkuh dulu…!! Allohu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyrikin Zaman Dahulu Tidak Menyekutukan Alloh Dalam Rububiyah-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauhid Rububiyah adalah mengikrarkan bahwa Alloh lah satu-satunya pencipta segala sesuatu, yang memberikan rizki, yang menghidupkan dan mematikan serta hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Alloh. Ini semua diakui oleh orang-orang musyrik zaman dahulu. Dalilnya adalah firman Alloh, “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: ‘Alloh’, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Alloh )?.” (Az-Zukhruf: 87). Juga firman-Nya, “Katakanlah: ‘Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab: ‘Alloh.’ Maka katakanlah ‘Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?’.” (Yunus: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi titik penyimpangan mereka yaitu kesyirikan dalam Tauhid Uluhiyah (mengikrarkan bahwa hanya Alloh sajalah yang berhak ditujukan kepada-Nya segala bentuk ibadah, seperti do’a, nadzar, menyembelih kurban dan lain-lain). Inilah yang diingkari oleh musyrikin zaman dulu. Mereka berdoa kepada patung atau penghuni kubur bukan dengan keyakinan bahwa patung itu bisa mengabulkan do’a mereka atau punya kekuasaan untuk mendatangkan keburukan, namun yang mereka maksudkan hanyalah supaya patung (sebagai perwujudan dari orang sholeh) atau penghuni kubur itu dapat menyampaikan do’a mereka kepada Alloh. Mereka berkeyakinan bahwa orang sholeh itu yang telah diwujudkan/dilambangkan dalam bentuk gambar/patung tersebut mempunyai kedudukan mulia di sisi Alloh. Sementara mereka merasa banyak berbuat dosa dan maksiat, sehingga tidak pantas meminta langsung kepada Alloh, tetapi harus melalui perantara. Inilah yang mereka kenal dengan meminta syafa’at pada sesembahan mereka Mereka (orang-orang musyrik) mengatakan, “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat- dekatnya.” (Az-Zumar: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana keadaan musyrikin sekarang ini? Diantara mereka ada yang berkeyakinan bahwa yang memberikan jatah ikan bagi nelayan, yang mengatur ombak laut selatan adalah Nyi Roro Kidul. Sungguh tidak seorang pun dapat menciptakan seekor ikan kecil pun, ini adalah hak khusus Alloh dalam Rububiyah-Nya, tetapi mereka menisbatkannya kepada Nyi Roro Kidul. Allohu akbar! betapa keterlaluan dan lancangnya terhadap Pencipta alam semesta!!! Sehingga tidaklah heran pula jika banyak diantara masyarakat yang takut memakai baju hijau tatkala berada di pantai selatan, karena khawatir ditelan ombak yang telah diatur oleh Nyi Roro Kidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, betapa orang-orang musyrik zaman dahulu lebih berakal daripada orang-orang musyrik sekarang ini. Karena maraknya bentuk-bentuk kesyirikan dan samarnya hal tersebut sudah seharusnya setiap kita untuk mempelajari ilmu tauhid agar dapat menghindarkan diri sejauh-jauhnya dari segala macam bentuk kesyirikan. Sungguh betapa jahilnya orang yang mengatakan “Untuk apa belajar tauhid sekarang ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita memohon kepada Alloh agar memberikan kepada kita taufik dan menjauhkan diri kita dari berbagai macam bentuk kesyirikan yang merupakan sebab kehancuran di dunia maupun di akhirat. Wallohu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ibnu ‘Ali Al-Barepany&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.muslim.or.id"target="new"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-4051709475811269397?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/4051709475811269397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/07/ternyata-kesyirikandizaman-kita-lebih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4051709475811269397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4051709475811269397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/07/ternyata-kesyirikandizaman-kita-lebih.html' title='Ternyata kesyirikandizaman  kita lebih parah dari ummat terdahulu'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-4473942490798289029</id><published>2009-07-10T10:45:00.001+08:00</published><updated>2009-07-10T10:51:07.938+08:00</updated><title type='text'>Istri Shalihah Penyejuk Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan wajah lesu dan tatapan penuh kekecewaan, seorang suami mengadukan permasalahan yang sedang dia hadapi bersama istrinya kepada salah seorang sahabatnya yang mengerti agama.&lt;br /&gt;“Saya hampir tidak pernah menikmati kecantikan istri saya yang sebenarnya dia miliki, “kata si suami mengawali pengaduannya. Istrinya hanya mau berdandan bila akan ke pesta atau sekedar jalan-jalan. Tetapi si istri tidak punya kebiasaan seperti itu bila tidak keluar, bahkan dianggapnya lucu karena bukan pada tempatnya untuk berdandan di rumah. Begitulah kira-kira isi keluhan si suami. Sahabatnya menasehati. “Tunaikanlah hak istrimu yaitu didiklah ia dengan ajaran agama, agar mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajibannya, bersabar dan banyaklah berdoa pada Allah. “Suami itu tersentak sadar bahwa meskipun perjalan rumah tangganya dengan sang istri telah membuahkan lima anak dia sama sekali belum menunaikan hak istri yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Shalihah&lt;br /&gt;Ingin selalu tampil cantik dihadapan lawan jenisnya sudah menjadi kesenangan tersendiri bagi umumnya wanita. Namun kenyataan yang ada sekarang sering istri berpikir terbalik. Didalam rumah dan dihadapan suaminya, istri merasa tidak begitu perlu untuk tampil dengan dandanan yang cantik dan memikat. Namun jika keluar rumah segalanya dipakai; baju yang bagus, aksesoris indah, make-up yang mencolok dan parfum yang semerbak turut melengkapi agar dapat tampil wah.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana cara menyelamatkan keadaan yang terbalik ini?&lt;br /&gt;dengan penuh kemantapan dan tanpa ragu sedikitpun, jawabannya adalah kembali kepada ketentuan syari’ah islam dan tidak ada alternatif lain. Islam telah memberikan bimbingan, bagaimana menjadi istri yang shalihah, sebagaimana ciri-cirinya telah disebutkan dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam. Bahwa beliau bersabda:&lt;br /&gt;“Apabila diperintah ia taat, apabila dipandang menyenangkan hati suaminya, dan apabila suaminya tidak ada dirumah, ia menjaga diri dan harta suaminya.” (HR.Ahmad dan An-Nasa’i, di Hasan-kan oleh Albani dalam Irwa’ no.1786)&lt;br /&gt;Kalau kita lihat tuntunan islam diatas, ternyata bukanlah suatu yang sulit untuk dilaksanakan. Siapa pun bisa melakukannya. Disamping itu istri yang mempunyai tiga ciri diatas memiliki kedudukan yang tinggi dihadapan Allah, dan diibaratkan sebagai perhiasan dunia yang terbaik; sebagaimana yang dinyatakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam:&lt;br /&gt;“Dunia adalah perhiasan (kesenangan) dan sebaik-baik perhiasan (kesenangan) dunia adalah wanita (istri) shalihah.” (HR.Muslim dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diniatkan untuk Ibadah&lt;br /&gt;Seorang istri yang baik akan berusaha untuk melaksanakan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Walaupun terkadang timbul perasaan malas atau berat untuk melaksanakan sesuatu yang menjadi kewajibannya, tetapi hendaknya diingat bahwa keridhaan suami lebih diutamakan diatas perasaannya. Lihatlah apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam ketika Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertanya:&lt;br /&gt;“Siapa diantara manusia yang paling besar haknya atas (seorang) istri?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam menjawab, “Suaminya.. “ (HR. Hakim dan Al-Bazzar)&lt;br /&gt;Dengan taat kepada suami dan tentunya dengan menjalankan kewajiban agama lainnya, dapat mengantarkan istri kepada surga-Nya. Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam telah bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan di shahihkan oleh Al-Albani:&lt;br /&gt;“Bila seorang wanita telah mengerjakan shalat lima waktu dan berpuasa pada bulan Ramadhan dan memelihara kemaluannya serta taat kepada suaminya, maka kelak dikatakan kepadanya: “masuklah dari pintu surga mana saja yang engkau inginkan.”&lt;br /&gt;Kemudian hendaklah istri mengingat akan besarnya hak suami atas dirinya, sampai-sampai seandainya dibolehkan sujud kepada selain Allah maka istri diperintahkan untuk sujud kepada suaminya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam:&lt;br /&gt;“Andaikan saja dibolehkan seseorang bersujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi: Hasan Shahih)&lt;br /&gt;Terlalu banyak peluang bagi seorang istri untuk beribadah kepada Allah dalam rumah tangganya dan terlalu mudah dalam memperoleh pahala dalam kehidupan suami istri. Namun sebaliknya terlalu mudah pula seorang istri terjerumus kepada dosa besar kalau melanggar ketentuan yang telah Allah gariskan. Yang perlu diingat oleh istri ialah agar berupaya mengikhlaskan niat hanya untuk Allah dalam melaksanakan kewajibannya sepanjang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menyenangkan Hati Suami&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Apabila diperintah oleh suaminya, istri diwajibkan untuk mentaati. Dan apabila suaminya tidak ada dirumah, istri harus pandai menjaga dirinya dan kehormatannya serta menjaga amanah harta suaminya. Istri yang demikian ini akan dijaga oleh Allah sebagaimana Firman-Nya:&lt;br /&gt;“ ..maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena itu Allah telah memelihara (mereka).” (An-Nisa’: 34)&lt;br /&gt;Adapun kriteria pertama dan ciri-ciri shalihah; Imam As-Sindi mengatakan dalam bukunya Khasyiah Sunan Nasai juz 6 hal 377: “Menyenangkan bila dipandang itu artinya indahnya penampilan secara dzahir serta akhlaq yang mulia. Juga terus menerus menyibukkan diri dalam taat dan bertaqwa kepada Allah.”&lt;br /&gt;Banyak hal yang dapat menyenangkan hati suami, diantaranya: penampilan diri agar enak dipandang, dan berbicara dengan menggunakan tutur yang menyenangkan serta dalam hal pengaturan rumah mampu menciptakan suasana bersih dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;a. Penampilan Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Umumnya suami lebih sering keluar rumah untuk menunaikan tugasnya apakah itu bekerja mencari nafkah ataukah berdakwah, sementara kita tahu keadaan di luar, sangat mudah sekali pandangan mata menjumpai wanita yang berpakaian minim dan menyebarkan aroma wewangian. Sekalipun seorang istri percaya suaminya akan berusaha memalingkan wajah dan menundukkan pandangannya karena takut dosa, namun laki-laki yang normal mungkin dapat tergoda melihat aurat yang haram tersebut. Diakui atau tidak, hal ini sangat mungkin terjadi.&lt;br /&gt;Bagaimana seandainya istri merasa tidak perlu untuk tampil cantik dihadapan suami dengan alasan tidak adanya waktu karena telah tersibukkan dengan anak dan urusan rumah, apalagi bila tidak ada pembantu. Sehingga dengan penampilan seenaknya dan terkadang (maaf) menyebarkan aroma yang kurang sedap ketika menyambut suaminya yang baru datang dari luar.&lt;br /&gt;Berpakaian model apapun yang diingini dan disenangi suami dibolehkan dalam syariat islam dan tidak ada batasan aurat antara istri dan suaminya. Dandanan yang memikat dan aroma parfum yang harum akan menjaga dan memagari suami dari maksiat. Mata suami akan tertutup dari melihat pemandangan haram di luar rumah bila mata itu dipuaskan oleh istrinya dalam rumah. Jika istri tidak dapat memuaskan atau menyenangkan suami sehingga suaminya sampai jatuh dalam kemaksiatan (tertarik melihat pemandangan haram di luar rumah) maka berarti si istri turut berperan membantu suaminya bermaksiat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;b. Berbicara yang Enak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada saat suami istri duduk-duduk sambil berbincang tentang barbagai hal, hendaknya istri memlilih ucapan yang baik dengan tutur kata yang indah dan lembut serta sedapat mungkin menghindari pembicaraan yang tidak disukai oleh suami. Demikian pula ketika suami berbicara istri sebaiknya mendengarkan dengan penuh perhatian dan tidak memotong pembicaraan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;c. Pengaturan Rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penting juga diperhatikan penataan rumah yang baik, bersih dari najis dan terhindar dari aroma yang kurang sedap. Walhasil, ciptakan suasana rumah yang menjadikan suami betah berada di dalamnya. Untuk membuat penampilan lebih menarik tidak harus dengan wajah yang cantik, demikian juga untuk membuat rumah bersih dan rapih tidak harus dengan harga yang mahal. Insya Allah semuanya bisa dilaksanakan dengan mudah selama ada keinginan dan diniatkan ikhlas untuk mencari ridha Allah. Bukankah segala sesuatu yang baik itu akan bernilai ibadah bila diniatkan hanya untuk Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://groups.yahoo.com/group/ekpi2/message/322&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-4473942490798289029?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/4473942490798289029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/07/istri-shalihah-penyejuk-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4473942490798289029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4473942490798289029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/07/istri-shalihah-penyejuk-hati.html' title='Istri Shalihah Penyejuk Hati'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-1011491778784047189</id><published>2009-06-27T12:32:00.003+08:00</published><updated>2009-06-27T14:13:49.612+08:00</updated><title type='text'>Kesaksian Mati Suri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini tulisan Idris Ahmad di harian pagi Riau Pos, Ahad 1 Oktober 2006. semoga bermanfaat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu Alumni ESQ&lt;br /&gt;''Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin Kembali ke Dunia''&lt;br /&gt;Laporan Idris Ahmad - Pekanbaru&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengalaman mati suri seperti yang dialami Aslina, telah pula dirasakan banyak orang. Seorang peneliti dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Virginia Dr Raymond A Moody pernah meneliti fenomena ini. Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama. Masuk lorong waktu dan ingin dikembalikan ke dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berikut catatan  Riau Pos yang turut serta mendengarkan kesaksian Aslina dalam temu Alumni ESQ (emotional, spiritual, quotient) Ahad (24/9) di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan Sugimin yang mengutip Al-Quran yang menjelaskan orang yang mati itu ingin dikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui internet tentang Dr Raymond. Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihal Dr Raymond dapat membuka situs www.lifeafterlife. com dan hasil penelitian Raymond tentang mati suri dapat dibaca di buku Life After Life.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang kepada dirinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) . Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006  Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia. Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;''Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,'' jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina kembali ke Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak. Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. ''Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut, red). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir,'' ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;''Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,'' begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang. ''Saya telah merasakan mati,'' ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;''Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,'' tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. ''Saat di ujung napas, saya berzikir,'' ujarnya. ''Sungguh sakitnya, Pak, Bu,'' ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur.&lt;br /&gt;Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina. ''Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,'' ujar Aslina mencerita pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ''siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.'' Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar.&lt;br /&gt;Lalu ia dibawa ke alam barzah. ''Tak ada teman kecuali amal,'' tambah Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis, badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aslina melanjutkan. ''Bapak, Ibu, ingatlah mati,'' sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ''Ayah''. ''Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,''  tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ''Wahai ayah, janji saya telah sampai.'' Mendengar itu ayah saya saya menangis.Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ''Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu.'' ruh Aslina pun menjawab. ''Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai''.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;''Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,'' ujarnya bak seorang pendakwah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, di sebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ''Siapa kamu?'' lalu perempuan itu menjawab.''Akulah (amal) kamu.''&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya. ''Siapa manusia ini?'' Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat bahkan tak bisa mengucapkan dunia kalimat syahadat ketika di&lt;br /&gt;dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tampak pula orang berkepala babi dan berbadan babi. Orang tersebut adalah orang yang suka berguru pada babi. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat) baik,red).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya. ''Saya mau shalat.'' Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;''Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,'' ungkap Aslina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak ''husnul khatimah'' itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ''Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.''&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ''Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.'' Manusia-manusia itu juga memohon. ''Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.''&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan Sugimin yang telah mendapat lisensi dari Ary Ginanjar (pengarang buku sekaligus penemu metode Pelatihan ESQ) menjelaskan bahwa fenomena mati suri dan apa yang disaksikan oleh orang yang mati suri pernah diteliti ilmuan Barat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Legisan mengemukakan pula, mungkin di antara alumni ESQ yang hadir pada Ahad (24/9) malam itu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap kesaksian Aslina. Tapi yang jelas, lanjutnya, rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihat hal yang hampir sama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;''Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita semua,'' ujarnya.Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond A Moody Jr tentang mati suri. Raymond mengemukakan orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana ia melihat rekaman seluruh apa yang telah ia lakukan selama hidupnya. Dan diakhir pengakuan orang mati suri itu berkata: ''Dan aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya.''&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ''aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya,'' Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu'muninun (23) ayat 99-100:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:''Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).''(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (100).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: ''Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).''&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari Legisan. Intruktur ESQ itu menyarankan agar Aslina senatiasa berdakwah dan menyampaikan kesaksiaannya saat mati suri kepada masyarakat agar mereka bertaubat dan senantiasa mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Setelah acara, banyak di antara alumni yang bersimpati dan ingin membantu pengobatan sakit gondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untuk berfoto bersama Aslina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan &lt;br /&gt;diambil dari : http://irdy74.multiply.com/journal/item/184&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-1011491778784047189?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/1011491778784047189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/kesaksian-mati-suri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/1011491778784047189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/1011491778784047189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/kesaksian-mati-suri.html' title='Kesaksian Mati Suri'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-5164084704738809283</id><published>2009-06-25T10:17:00.006+08:00</published><updated>2009-06-27T10:03:15.062+08:00</updated><title type='text'>Tradisi yang menjerat akal</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BODOH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodoh adalah sesuatu yang paling dibenci oleh Allah SWT, karena Allah telah memberikan mata, telinga, dan akal untuk dipergunakan dalam aturan-aturan Allah. Orang bodoh juga dikatakan gelap gulita karena tidak dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimasa Rasulullah SAW masyarakat Arab disebut masyarakat jahiliyah karena tidak mengerti peraturan-peraturan dan agama yang benar. Contohnya ialah Abu Jahal dan Abu Lahab. Tetapi setelah Rasulullah SAW datang membawa firman Allah SWT, orang-orang yang beriman dikeluarkan dari kebodohan menuju kepandaian dan berada dalam jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;img src=http://www.islamic-council.com/quran/image/14_001.gif&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Alif, laam raa. (ini adalah) kitab yang mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan izin Rabb mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=http://www.islamic-council.com/quran/image/5_016.gif&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dengan Kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari buku :Sebagian kaum Muslimin masih nikmat dalam kebodohan oleh: Drs. Mahyuddin HS.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-5164084704738809283?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/5164084704738809283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/tradisi-yang-menjerat-akal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/5164084704738809283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/5164084704738809283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/tradisi-yang-menjerat-akal.html' title='Tradisi yang menjerat akal'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-2342897803384512194</id><published>2009-06-25T10:07:00.003+08:00</published><updated>2009-06-27T10:02:49.366+08:00</updated><title type='text'>ADA AIRMATA TERTAHAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M. Fauzil Adhim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila datang kepadamu seorang laki-laki datang untuk meminang yang engkau ridho terhadap agama dan akhlaqnya maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi." (HR Tarmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah ini merupakan hukum sejarah yang digariskan oleh&lt;br /&gt;Allah. Ketika orang mempersulit apa yang dimudahkan Allah, mereka akhirnya benar-benar mendapati keadaan yang sulit dan nyaris tak menemukan jalan keluarnya. Mereka menunda-nunda pernikahan tanpa ada alasan syar'i dan akhirnya mereka mereka benar-benar takut melangkah di saat hati sudah sangat menginginkannya. Atau ada yang sudah benar-benar gelisah tak kunjung ada yang mau serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala lingkaran ketakutan itu berlanjut. Bila di usia dua puluh tahunan mereka menunda pernikahan karena takut dengan ekonominya yang belum mapan, di usia menjelang tiga puluh hingga sampai tiga puluh lima berubah lagi masalahnya. Laki-laki mengalami sindrom kemapanan (meski wanita juga banyak yang demikian, terutama mendekati usia 30). Mereka (laki-laki) menginginkan pendamping dengan kriteria yang sulit dipenuhi. Seperti hukum kategori, semakin banyak kriteria semakin sedikit yang masuk kategori. Begitu pula kriteria tentang jodoh, ketika menetapkan kriteria yang terlalu banyak maka akhirnya bahkan tidak ada yang sesuai dengan keinginan kita. Sementara wanita yang sudah berusia sektar 35 tahun, masalah nya bukan kriteria tetapi soal apakah ada orang yang mau menikah dengannya. Ketika usia sudah 40-an, ketakutan kaum laki-laki sudah berbeda lagi, kecuali bagi mereka yang tetap terjaga hatinya. Jika sebelumnya banyak kriteria yang dipasang pada usia&lt;br /&gt;40-an muncul ketakutan apakah dapat mendampingi isteri dengan baik.&lt;br /&gt;Lebih-lebih ketika usia beranjak 50 tahun, ada ketakutan lain yang mencekam. Yaitu kekhawatiran ketidakmampuan mencari nafkah sementara anak masih kecil. Atau ketika masalah nafkah tak merisaukan khawatir kematian lebih dahulu menjemput sementara anak-anak masih banyak perlu dinasehati. Apabila tak ada iman maka muncul keputusasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan :&lt;br /&gt;Percepatlah pernikahanmu Wahai Syabab ( Pemuda ) Karena tidak ada barometer yang mengukur tingkat kesiapan anda kecuali ALLAH SWT.&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.tarbiyah.net/artikel-islam/121-ada-airmata-tertahan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-2342897803384512194?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/2342897803384512194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/ada-airmata-tertahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2342897803384512194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2342897803384512194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/ada-airmata-tertahan.html' title='ADA AIRMATA TERTAHAN'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-3217818057370244614</id><published>2009-06-23T12:57:00.002+08:00</published><updated>2009-06-27T10:02:32.781+08:00</updated><title type='text'>Imam Ali bin Abi Thalib</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Saidina Ali berkata:&lt;span style="font-style:italic;"&gt; “Wahai manusia, jagalah wasiatku. Jika kamu memegangnya erat-erat dengan segala kesiapan sehingga kamu dapat melaksanakannya, kamu tidak akan dapat keuntungan yang lebih besar darinya. Wasiat itu adalah : &lt;br /&gt;1.Hendaklah kamu tidak berharap kecuali kepada Tuhanmu.&lt;br /&gt;2.Hendaklah kamu tidak takut kecuali kepada dosa-dosamu.&lt;br /&gt;3.Hendaklah kamu tidak malu untuk belajar jika tidak tahu.&lt;br /&gt;4.Hendaklah orang yang alim berkata : “Aku tidak tahu, “ apabila dia memang tidak tahu.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-3217818057370244614?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/3217818057370244614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/imam-ali-bin-abi-thalib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/3217818057370244614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/3217818057370244614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/imam-ali-bin-abi-thalib.html' title='Imam Ali bin Abi Thalib'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-7621172201369492846</id><published>2009-06-20T09:02:00.003+08:00</published><updated>2009-06-20T13:09:18.925+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir'/><title type='text'>Tafsir Ayat Kursy</title><content type='html'>Oleh: DR. Attabiq Luthfi, MA&lt;br /&gt;&lt;img src=http://www.islamic-council.com/quran/image/2_255.gif&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;255.  Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas yang masyhur dengan nama ayat kursi terdapat di dalam surah Al-Baqarah ayat 255. Penamaan ayat ini bukan ijtihad para ulama, tetapi Rasulullah sendiri yang menamakannya. Tersebut dalam salah satu riwayat bahwa ketika Rasulullah saw ditanya oleh salah seorang sahabatnya tentang “ayat apa yang paling agung dari kitabullah?” Beliau menjawab, “Ayat Kursi”, kemudian Rasulullah membaca ayat ini. (Hadits riwayat Imam Ahmad dan Nasa’i). Dan memang, kata ”kursi” sendiri terdapat di dalam ayat ini yang menjadi salah satu argumen penamaan ayat ini seperti juga penamaan surah-surah Al-Qur’an yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat kursi sangat kental dengan nuansa akidah, terutama akidah kepada Allah swt, yaitu akidah akan sifat-sifat Allah yang berbeda dengan sifat seluruh makhlukNya. Kejelasan akan sifat-sifat Allah sangatlah penting untuk menghindari dominasi khurafat, mitos dan syubhat yang kerap kali menutupi hati dan pandangan manusia. Justru Islam datang untuk menyelamatkan dan membersihkan hati manusia dari timbunan kotoran yang demikian berat, serta dari kesesatan dan kebingungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam kegelapan. Sehingga secara korelatif dijelaskan pada ayat setelahnya: ”Tidak ada paksaan dalam beragama”, bahwa akidah yang dibawa oleh Islam adalah akidah yang berdasarkan kerelaan hati setelah mendapat keterangan dan penjelasan yang terang benderang, bukan berdasarkan pemaksaan dan tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Athiyah, yang dimaksud dengan kursi, berdasarkan hadits-hadits Rasulullah saw, adalah makhluk Allah yang agung yang berada di antara Arsy Allah swt, sedangkan Arsy Allah tentunya lebih besar berbanding kursiNya. Perbandingan antara keduanya seperti yang dituturkan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits riwayat Abu Dzar, “Bukanlah kursi Allah yang berada di Arsy Allah itu melainkan hanya seperti sebuah lingkaran besi yang dilemparkan di salah satu penjuru bumi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebutan kata “kursi” yang secara fisik inderawi bisa digambarkan layaknya kursi tempat duduk manusia, begitu juga ungkapan ”dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya” sememangnya menurut Sayyid Qutb adalah untuk memudahkan manusia memahami dan menggambarkan keagungan dan luasnya kekuasaan Allah yang meliputi langit dan bumi, “Luasnya Kursi Allah meliputi langit dan bumi”. Ungkapan dalam kalimat deskripsi inderawi seperti ini akan memberikan kesan yang kuat dan mendalam serta mantap di dalam hati mengenai hakikat yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisa bahasa yang dikemukakan oleh Az-Zamakhsyari bahwa penyebutan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam ayat kursi ternyata tidak menggunakan kata penghubung (wau athaf) yang biasa digunakan dalam susunan kalimat bahasa Arab untuk menghubungkan antara satu kata dengan kata lainnya. Redaksi yang demikian ini menunjukkan kekuatan bayan (penjelasan) pada seluruh sifat-sifat Allah swt yang tersebut dalam ayat ini. Paling tidak terdapat empat penjelasan tentang sifat-sifat Allah dalam ayat kursi, yaitu: pertama, penjelasan akan keesaan Allah dalam mengatur seluruh makhlukNya. Kedua, penjelasan bahwa Allah adalah Raja atas seluruh makhluk yang diaturNya. Ketiga, penjelasan akan luasnya ilmu Allah yang mencakup seluruh makhlukNya, sampai kepada mereka yang diridhoi dan berhak mendapat syafa’atNya dengan mereka yang tidak berhak mendapatkannya. Dan keempat, penjelasan tentang pengetahuan Allah akan seluruh maklumat yang tersebar di langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar jika Ibnu Katsir menyimpulkan bahwa ayat kursi merupakan ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an (A’dlomu ayatin fil Qur’an) dan memiliki kedudukan dan keutamaan yang banyak. Di antara keutamaan ayat kursi seperti yang ditegaskan dalam beberapa hadits Rasulullah diantaranya: pertama, ayat kursi merupakan pelindung dan benteng dari godaan syetan. Kedua, nilai ayat kursi setara dan sebanding dengan seperempat Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah yang diutarakan oleh ayah Abdullah bin Ubay bin Ka’ab menjadi bukti nyata akan keampuhan ayat kursi sebagai pelindung. Ia menceritakan bahwa pada suatu malam ketika melihat-lihat kebun kurma miliknya, tiba-tiba ia terserempak dengan seekor hewan yang mirip dengan seorang anak yang baru menginjak usia baligh. Maka ayah Abdullah bin Ubay bin Ka’ab mengucapkan salam yang langsung dijawab oleh anak itu. Kemudian dengan nada penasaran ia bertanya, “Siapakah kamu? Apakah kamu dari golongan jin atau manusia?”. Dengan singkat anak itu menjawab, “Dari golongan jin”. Akhirnya ia meminta jin itu untuk mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Ternyata ketika disentuh, tangannya seperti tangan anjing dan juga bulunya. Maka aku bertanya, “Apakah demikian jin diciptakan?”. Jin itu menjawab, “Bahkan ada yang lebih hebat dari ini”. “Apakah yang mengundang kamu datang kemari?”. Ayah Abdullah bin Ubay kembali bertanya. “Telah sampai berita kepadaku bahwa engkau adalah seorang yang sangat dermawan. Aku ingin mendapatkan sedekahmu”. “Jika memang demikian, aku ingin bertanya, apa yang dapat melindungi kami dari godaanmu?”. Pinta Abdullah bin Ubay. Dengan tegas, jin itu menjawab, “Ayat kursi”. Keesokan harinya, Ayah Abdullah bin Ubay menceritakan kepada Rasulullah apa yang dialaminya tadi malam. Maka Rasulullah bersabda, “Apa yang dikatakan oleh jin itu benar, tetapi dia tetap makhluk yang kotor”. (Diriwayatkan oleh Al-Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dijelaskan kedudukan ayat kursi yang senilai dengan seperempat Al-Qur’an. Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah saw pernah bertanya kepada salah seorang sahabatnya, “Wahai fulan, sudahkan kamu menikah?”. Sahabat itu menjawab, “Saya tidak memiliki apapun untuk menikah”. Rasulullah bertanya kembali, “Bukankah bersama engkau (hafal) Al-Ikhlash?”. Ia menjawab, “Benar wahai Rasulullah”. Rasulullah menjelaskan, “Ia sebanding dengan seperempat Al-Qur’an”. Rasulullah terus bertanya pertanyaan yang sama sampai terakhir Rasulullah bertanya, “Bukankah bersama engkau (hafal) ayat kursi?”. Ia menjawab, “Benar ya Rasulullah”. Maka Rasulullah bersabda, “Ia senilai dengan seperempat Al-Qur’an”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keagungan ayat kursi semakin jelas karena ayat ini secara terperinci mengandungi penjelasan akan sifat-sifat dzat Allah swt; dari sifat Wahdaniyah yang dinyatakan oleh Allahu La Ilaha Illah Huwa”, Sifat Maha Hidup yang berkekalan (Al-Hayyu), sifat Maha Kuasa dan berdiri sendiri (Al-Qayyum), bahkan sifat Qayyum Allah diperkuat dengan penafian akan segala yang mengarah kepada kelemahan, seperti “Tidak mengantuk dan tidak tidur”. Begitu juga dengan sifat memiliki yang berkuasa untuk melakukan apa saja terhadap makhluk yang dimilikiNya. Sifat iradah (berkehendak) yang ditunjukkan oleh kalimat “mandzalladzi yasyfa’u…”, dan iradah Allah di sini adalah pada urusan yang paling besar, yaitu syafa’at yang tidak dimiliki oleh siapapun kecuali atas izin Allah swt. Juga sifat “Ilm yang dinyatakan oleh “ya’lamu ma baina…..”. Terakhir sifat-sifat dzatiyyah Allah ditutup dengan sifat yang menunjukkan ketinggian dan keagunganNya, “Wahuwal Aliyyul Adzim”. Ibnu Abbas menuturkan, “Yang sempurna dalam ketinggian dan keagunganNya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sifat penutup bagi ayat kursi untuk menetapkan ke-Esa-an Allah pada kebesaran dan ketinggianNya. Alif Lam Ma’rifah yang digunakan dalam kedua sifat terakhir ”Al-Aliyyu Al-Adzimu” sesungguhnya untuk membatasi sifat itu hanya milik Allah Yang Maha Suci, tanpa ada yang bersekutu denganNya. Bahkan tidak ada seorang hamba pun yang berusaha mencapai posisi kebesaran dan ketinggian seperti ini melainkan Allah akan mengembalikannya kepada kehinaan dan kerendahan di akhirat kelak Allah swt berfirman, ”Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri  Demikianlah ayat kursi hendaknya dijadikan prinsip dan acuan dalam berinteraksi dengan Allah dan dengan seluruh makhlukNya. Hanya Allah Pemilik segala sifat kesempurnaan, sedangkan manusia tidak layak memakai pakaian kebesaran Allah. Keyakinan yang mendalam akan seluruh sifat-sifat Allah akan mampu melahirkan perasaan khauf (takut) akan murka dan azab Allah jika kita melanggar aturanNya. Begitu juga akan mampu melahirkan sifat raja’ (penuh harap) kepada kasih sayang dan rahmat Allah swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ayat ini mengandung faedah, bahkan tiap katanya mengandung banyak sekali faedah. Diantara yang paling penting dan besar adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bahwa ayat Kursi merupakan ayat yang paling agung di dalam Kitabullah secara umum karena ia memuat banyak sekali asma-asma Allah dan sifat-sifat-Nya.&lt;br /&gt;b. Kesempurnaan Qayyûm-Nya, Qudrat-Nya, keluasan kekuasaan dan keagungan-Nya sehingga hal ini mengajak kita untuk mentadabburi dan merenungkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bahwa tidak terselubung dan luput satupun yang tersembunyi di muka bumi ataupun di langit oleh Allah Ta’ala “Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.” Hal ini mengandung konsekuensi keharusan seorang Muslim untuk menghayatinya di dalam seluruh kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.  Menetapkan adanya syafa’at dan bahwa ia tidak akan dapat diraih kecuali dengan beberapa persyaratan, diantaranya idzin dan ridla-Nya terhadap hal yang disyafa’ati, “Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://ibnutarmidzi.multiply.com/reviews/item/22&lt;br /&gt;http://cafepojok.com/forum/archive/index.php/t-18430.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-7621172201369492846?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/7621172201369492846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/tafsir-ayat-kursy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/7621172201369492846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/7621172201369492846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/tafsir-ayat-kursy.html' title='Tafsir Ayat Kursy'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-1147551543917600923</id><published>2009-06-16T13:17:00.001+08:00</published><updated>2009-06-16T13:25:30.919+08:00</updated><title type='text'>Mutiara Hikmah</title><content type='html'>Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilempar buahnya dengan batu, tetapi tetap dibalas dengan buah. -Saidina  Abu Bakar As-Siddiq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-1147551543917600923?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/1147551543917600923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/mutiara-hikmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/1147551543917600923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/1147551543917600923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/mutiara-hikmah.html' title='Mutiara Hikmah'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-2749331315523091285</id><published>2009-06-15T11:04:00.004+08:00</published><updated>2009-06-15T11:57:47.994+08:00</updated><title type='text'>Rintihan Seorang Hamba</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya kematian adalah suatu kepastian, maka sungguh sangat mengherankan ketika ada orang yang ketika pada saat pergantian tahun atau berulang tahun mereka begitu bergembira dan bahkan ada yang sampai membuat pesta besar-besaran. Pada hal umur manusia telah ditetapkan oleh Allah SWT, maka hakikatnya ketika waktu demi waktu berputar pada saat itu juga jatah umur kita semakin sedikit. Maka semestinya yang kita harus lakukan adalah dengan banyak merenung sambil melakukan muhasabah, sejauh mana kita telah mempersiapkan diri kita untuk menghadapi suatu masa, dimana harta, anak, istri, suami, orang tua tidak ada lagi yang mampu menolong kita, satu-satunya yang kita harapkan hanyalah rahmat Allah SWT.  &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Karena itu, wahai diriku dan saudara-saudaraku...! berbuat baiklah, bertobatlah, selagi Allah masih memberikan kesempatan. Bagi yang banyak bergelimang dosa... kembalilah kepada Allah, yakinlah Allah Maha pengampun dana Maha penerima taubat, sebesar apapun dosa dan kesalahan kita Insya Allah akan mengampuninya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ya Allah... kami ada adalah hamba-Mu yang banyak berbuat dosa, ampunilah dosa dan kesalahan kami. Ya Allah berilah hidayah-Mu kepada saudara-saudara kami yang masih bergelimang dosa dan maksiat. Ampuni dosa kedua orang tua kami ya Allah, terima segala amal ibadahnya, maafkan ya Allah kalau kami termasuk orang-orang yang tidak tau berbakti kepada kedua orang tua kami. Ya Allah... jadikan akhir hidup kami dengan khusnul khatimah dan kami berlindung kepada-Mu ya Allah dari su'ul khatimah.&lt;br /&gt;Hanya kepada-Mulah kami memohon. Kabulkanlah do'a kami. Amin ya Rabbal 'alamin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-2749331315523091285?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/2749331315523091285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/rintihan-seorang-hamba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2749331315523091285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2749331315523091285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/rintihan-seorang-hamba.html' title='Rintihan Seorang Hamba'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-202393009318152739</id><published>2009-06-08T13:25:00.003+08:00</published><updated>2009-06-08T13:40:25.456+08:00</updated><title type='text'>Iman Kepada Malaikat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SiyjnP9JNqI/AAAAAAAAAJk/2rNO4FKtLZs/s1600-h/BISMILLAH.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 264px; height: 35px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SiyjnP9JNqI/AAAAAAAAAJk/2rNO4FKtLZs/s320/BISMILLAH.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344826752475149986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malaikat adalah makhluk yang hidup di alam ghaib dan senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Malaikat sama sekali tidak memiliki keistimewaan rububiyah dan uluhiyah sedikit pun. Diciptakan dari cahaya dan diberikan kekuatan untuk mentaati dan melaksanakan perintah dengan sempurna. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda,&lt;br /&gt;”Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala, dan adam ’Alaihissalam diciptakan dari apa yang telah disifatkan kepada kalian.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, QS. Al-Anbiya’ 19-20&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Beriman kepada malaikat mengandung empat unsur:&lt;br /&gt;1. Mengimani wujud mereka, bahwa mereka benar-benar ada bukan hanya khayalan, halusinasi, imajinasi, tokoh fiksi, atau dongeng belaka. Dan mereka jumlahnya sangat banyak, dan tidak ada yang bisa menghitungnya kecuali Allah. Seperti dalam kisah mi’raj-nya Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam, bahwa ketika itu Nabi Shallahu’alaihi wa sallam diangkat ke Baitul Ma’mur di langit, tempat para malaikat shalat setiap hari, jumlah mereka tidak kurang dari 70.000 malaikat. Setiap selesai shalat mereka keluar dan tidak kembali lagi.&lt;br /&gt;2.  Mengimani nama-nama malaikat yang kita kenali, misalnya Jibril, Mikail, Israfil, Mautiv. Adapun yang tidak diketahui namanya, kita mengimani keberadaan mereka secara global. Dan penamaan ini harus sesuai dengan dalil dari al-Quran dan Hadist Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam yang shahih.&lt;br /&gt;3.    Mengimani sifat-sifat malaikat yang kita kenali, misalnya:&lt;br /&gt;• Memiliki sayap, ada yang dua, tiga atau empat. Dan juga khususnya Malaikat Jibril, sebagaimana yang pernah dilihat oleh Nabi Shallahu’alaihi wa sallam yang mempunyai 600 sayap yang menutupi seluruh ufuk semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, QS. Fathir : &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Malaikat bisa menjelma menjadi seorang laki-laki, seperti saat diutus oleh Allah kepada Maryam, Nabi Ibrahim, Nabi Luth. Juga saat diutusnya Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam ketika beliau berkumpul dengan para sahabat dalam satu mejelis untuk mengajarkan agama kepada para sahabat Nabi Shallahu’alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengimani tugas-tugas yang diperintahkan Allah kepada mereka yang sudah kita ketahui, seperti membaca tasbih dan beribadah kepada Allah Azza wa Jalla siang dan malam tanpa merasa lelah.&lt;br /&gt;Sebagian mereka ada yang memiliki tugas khusus. Sebagai contoh, &lt;br /&gt;• Malaikat Jibril bertugas untuk menyampaikan wahyu Allah kepada para Nabi dan Rasul. Dan ini bukanlah satu-satunya tugas Malaikat Jibril, sehingga ada anggapan bahwa telah selesai tugas Malaikat Jibril dan nganggur setelah selesainya wahyu yang disampaikan kepada rasul terakhir Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam. Padahal selain tugas utama tersebut Malaikat Jibril juga mempunyai tugas lain, seperti yang pernah disabdakan oleh Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Jika Allah mencintai seorang hamba-Nya, maka dipanggillah Jibril, ’Sesungguhnya Aku telah mencintai fulan, maka cintailah dia!’ Lalu Jibril mencintainya, kemudian Jibril menyeru penghuni langit, ’sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah dia!’ Lalu seluruh penghuni langit mencintainya, kemudian djadikan dirinya dapat di terima di muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Malaikat Mikail yang diserahi tugas menurunkan hujan dan meunmbuhkan tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;• Malaikat Isrofil yang diserahi tugas meniup sangkakala tatkala terjadi peristiwa hari kiamat dan manusia dibangkitkan dari alam kubur.&lt;br /&gt;• Malaikat Ridwan dan Malik yang diserahi tugas menjaga Surga dan Neraka.&lt;br /&gt;• Malaikat yang ditugaskan meniupkan ruh pada janin dalam rahim, yaitu ketika janin telah mencapai usia 4 bulan di dalam rahim, maka Allah Azza wa Jalla mengutus malaikat untuk menuliskan rizki, ajal, amal, celaka, dan bahagianya, lalu meniupkan ruh padanya.&lt;br /&gt;• Para malaikat (Rokib dan ’Atid) yang diserahi menjaga dan menulis semua perbuatan manusia. Setiap orang yang dijaga oleh dua malaikat, yang satu pada sisi kanan dan yang satunya lagi pada sisi kiri. Allah Azza wa Jalla berfirman: QS. Qaf 17-18&lt;br /&gt;”(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat Pengawas yang selalu hadir.&lt;br /&gt;• Para Malaikat Mungkar dan Nakir yang diserahi tugas menanyai mayit, yaitu apabila mayit telah dimasukkan ke dalam kuburnya, maka akan datanglah dua malaikat yang bertanya kepadanya tentang Rabb-nya, agamanya dan Nabinya.&lt;br /&gt;• Malaikat yang mencatat amal orang yang hadir paling awal saat shalat Jum’at. Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Tatkala hari jum’at tiba, malaikat berada di setiap pintu masjid mencatat amal orang yang hadir paling awal, lalu yang datang kemudian, jika imam naik ke mimbar di tutuplah buku catatan tersebut. Lalu mereka masuk mendengarkan nasihar (dzikir)."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Buah Iman Kepada Malaikat Allah&lt;br /&gt;Beriman kepada Malaikat membuahkan pengaruh yang mulia diantaranya:&lt;br /&gt;Mengetahui dengan benar keagungan, kebesaran, kekuasaan malaikat, dan kebesaran makhluk menjadi bukti atas kebesaran Penciptanya.ukur kepada Allah&lt;br /&gt;1. Bersyukur kepada Allah atas perhatianNya yang diberikan kepada anak Adam dengan menugaskan beberapa malaikat yang menjaga, mencatat amal mereka dan tugas-tugas lainnya dalam kemaslahatan hidup manusia.&lt;br /&gt;2. Kecintaan kita kepada para malaikat atas tugas-tugas yang mereka tunaikan dalam rangka mengabdi dan taat kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://maramissetiawan.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-202393009318152739?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/202393009318152739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/iman-kepada-malaikat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/202393009318152739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/202393009318152739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/iman-kepada-malaikat.html' title='Iman Kepada Malaikat'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SiyjnP9JNqI/AAAAAAAAAJk/2rNO4FKtLZs/s72-c/BISMILLAH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-3271620455739644774</id><published>2009-06-06T14:16:00.002+08:00</published><updated>2009-06-06T14:23:32.121+08:00</updated><title type='text'>Resep mencapai kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cita-cita tertinggi seorang mukmin adalah bahagia selamat dunia dan akhirat, makanya kita selalu berdo'a "Robbanaa atina fiddunya hasananatan wafil akhirati hasanatan waqina adzaabannaar"&lt;br /&gt;Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu : "Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholehah, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholehah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya. Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng ”hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu’ mungkin membaca doa ‘sapu jagat’ , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut “Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw” (yang artinya “Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia ”), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu “wa fil aakhirati hasanaw” (yang artinya “dan juga kebahagiaan akhirat”), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan hany surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang, disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana, sedikit diedit oleh Penjaga Kebun Hikmah) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-3271620455739644774?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/3271620455739644774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/resep-mencapai-kebahagiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/3271620455739644774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/3271620455739644774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/resep-mencapai-kebahagiaan.html' title='Resep mencapai kebahagiaan'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-201405489042624024</id><published>2009-06-06T10:51:00.004+08:00</published><updated>2009-06-06T11:08:15.377+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Derita ibu Prita Mulyasari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh sangat menyedihkan .... itulah ungkapan yang pantas buat penegak hukum negeri ini, hanya gara-gara mengungkapkan persaannya dalam sebuah e-mail tentang  pelayanan rumah sakit yang bertaraf internasional, seorang ibu Prita Mulyasari harus mendekam dalam sel tahanan. Berikut postingan e-mailnya yang kami kutip dari http://lerry060183.wordpress.com. Yang sabar ya bu...! Do'a kami menyertaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta – Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000. dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.&lt;br /&gt;Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.&lt;br /&gt;Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.&lt;br /&gt;Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.&lt;br /&gt;Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.&lt;br /&gt;dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.&lt;br /&gt;Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.&lt;br /&gt;Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.&lt;br /&gt;Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.&lt;br /&gt;Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.&lt;br /&gt;Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.&lt;br /&gt;Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.&lt;br /&gt;Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.&lt;br /&gt;Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.&lt;br /&gt;Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.&lt;br /&gt;Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.&lt;br /&gt;Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Salam,&lt;br /&gt;Prita Mulyasari&lt;br /&gt;Alam Sutera&lt;br /&gt;prita.mulyasari@yahoo.com&lt;br /&gt;081513100600&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-201405489042624024?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/201405489042624024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/sungguh-sangat-menyedihkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/201405489042624024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/201405489042624024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/sungguh-sangat-menyedihkan.html' title='Derita ibu Prita Mulyasari'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-4950420472481852297</id><published>2009-06-05T10:19:00.003+08:00</published><updated>2009-06-05T10:33:20.044+08:00</updated><title type='text'>Adab Suami Istri dalam Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Written by Ummu Latifa    &lt;br /&gt;Friday, 16 March 2007 &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ijab Qabul mensahkan dua pribadi halal untuk satu dan lainnya.Laki laki dan perempuan yang telah terikat dalam ijab qabul dikatakan sah sebagai suami dan istri. Ijab qabul ini membawa begitu banyak konsekwensi bagi kedua belah pihak, yang antara lain kewajiban dan hak yang harus kita jalani untuk mencapai suatu keluarga yang tenang dan berkah. Tapi dibalik hak dan kewajiban terdapat begitu banyak pahala yang bisa kita kumpulkan untuk hari akhir kita dalam pernikahan. Sebut saja jika kita melaksanakan kewajiban kita tentunya kita akan menuai hak kita.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kalo kita bertolak dari rasa cinta yang kita miliki pada suami kita, tentunya ringan rasanya melakukan sesuatu yang akan menyenangkan hati suami kita, contohnya suami sangat senang kalo setiap beliau bangun pagi telah tersedia sarapan yang akan memulai aktivitasnya yang padat dengan perut kenyang, rasa bahagia rasa puas yang dirasa suami adalah pahala yang besar buat kita istri.Tentu saja rasa kenyang membuat kita turut bahagia dan rela bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan. Sebaliknya istri pasti sangat bahagia kalau diajak makan keluar oleh suami, karna suami merasa istri capek seminggu penuh dan wochenende ini tidak perlu masak karna akan makan diluar.&lt;br /&gt;Ingat pepatah waktu kita kecil dulu siapa yang memberi dia akan menerima, seberapa besar cinta kita pada suami sebegitu pula besar cinta suami kepada kita..amin.&lt;br /&gt;Dalam Al Quran pun telah dituliskan:&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu menyadari (kebesaran Allah) &lt;br /&gt;(QS Al-Dzariyat [51]: 49).&lt;br /&gt;Mahasuci Allah yang telah menciptakan semua pasangan,baik dari apa yang tumbuh di bumi, dan  jenis mereka (manusia) maupun dari (makhluk-makhluk) yang tidak mereka ketahui &lt;br /&gt;(QS Ya Sin [36]: 36).&lt;br /&gt;"Dan  diantara  tanda-tanda  kekuasaan-Nya  ialah   Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri,supaya kamu cenderung dan  merasa  tenteram  kepadanya,dan  dijadikan-Nya  diantaramu  rasa  kasih dan sayang. Sesungguhnya  pada  yang   demikian   itu   benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." Q.S. Ar Rum:21)&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Rasa kasih dan sayang adalah nikmat yang begitu indah yang  diberikan Allah pada manusia dan juga pada mahluknya yang lain. Rahman dan Rahim adalah sifat Allah yang menunjukkan Kasih dan sayang Allah pada kita. KIta akan sangat bahagia sekali kalau Allah sayang kepada kita, selalu kita berdoa agar supaya jodoh kita dipanjangkan agar rasa kasih dan sayang diantara kita*suami dan istri kekal sampai ke hari akhir..amin Oleh karena itu bertolak dari nikmat kasih sayang yang diberikan Allah kepada sepasang suami istri menjadi akar terkuat dalam menjalani kewajiban dan menuai hak kita dalam berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mengutip dari buku "Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap" karangan H.A. Abdurrahman Ahmad. Ada tersebut Hak bersama suami dan istri yang antara lain adalah&lt;br /&gt;-          Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)&lt;br /&gt;-          Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa': 19 - Al-Hujuraat: 10) &lt;br /&gt;-         Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa': 19) &lt;br /&gt;-          Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24) . Bisa jadi seorang istri dapat menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah dan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14).Oleh karena itu senantiasa berdo'a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74) &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kewajiban suami terhadap istri, antara lain:&lt;br /&gt;1.      Membayar mahar,&lt;br /&gt;2.      Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal),&lt;br /&gt;3.      Menggaulinya dengan baik, lemah lembut, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali) &lt;br /&gt;4.      Jika istri berbuat 'Nusyuz', maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa': 34) ... 'Nusyuz' adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hat ketaatan kepada Allah. Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi) &lt;br /&gt;5.      Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: &lt;br /&gt;6.      Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)&lt;br /&gt;7.      Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga*keinginan yang berlebih lebihan. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)&lt;br /&gt;8.      Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya'la)&lt;br /&gt;9.      Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa': 19)&lt;br /&gt;10.   Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).&lt;br /&gt;11.   Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih) &lt;br /&gt;12.   Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali) &lt;br /&gt;13.   Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa': 3)&lt;br /&gt;14.   Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa'i) &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali) &lt;br /&gt;Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40)&lt;br /&gt;Begitupula hendaknya istri menyadari dan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa': 34) dan  istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kewajiban istri terhadap suaminya, ialah:&lt;br /&gt;a. Menyerahkan dirinya,&lt;br /&gt;b. Mentaati suami,&lt;br /&gt;c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya,&lt;br /&gt;d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami&lt;br /&gt;e. Menggauli suami dengan baik dan bersikap lemah lembut.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Beberapa Hadits yang berkenaan dengan adab istri antara lain:&lt;br /&gt;(Al-Ghazali)  Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa' i, Muttafaqun Alaih) - Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya.&lt;br /&gt;(Muslim) - Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya.&lt;br /&gt;(Tirmidzi) - Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga.&lt;br /&gt;(Ibnu Majah, TIrmidzi) - Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: "Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. ..&lt;br /&gt;(Timidzi) - Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;(Thabrani) - Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami&lt;br /&gt;(Thabrani) - Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah).&lt;br /&gt;&lt;p&gt;ISTRI SHOLEHAH&lt;br /&gt; Apabila seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan RamAddhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah swt. akan memasukkannya ke dalam surga. (Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33)&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Akhir kata hendaknya kita menjadikan istri-istri Rasulullah saw. sebagai tauladan utama dalam hidup berumah tangganimba ilmu tentang rumah tangga agar tercapai tujuan tercipta keluarga yang tenang, bahagia berhimpun dalam kasih sayang.&lt;br /&gt;Wassalamualaikum Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://aida.ikider.de/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=17&amp;Itemid=27&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-4950420472481852297?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://aida.ikider.de/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=17&amp;Itemid=27' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/4950420472481852297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/adab-suami-istri-dalam-rumah-tangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4950420472481852297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4950420472481852297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/adab-suami-istri-dalam-rumah-tangga.html' title='Adab Suami Istri dalam Rumah Tangga'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-2685680264828031515</id><published>2009-06-05T10:01:00.004+08:00</published><updated>2009-06-10T12:40:34.194+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bulletin'/><title type='text'>Ma'rifatullah</title><content type='html'>&lt;marquee bgcolor="#f2f5a9" scrollmount="4" direction="right"&gt;Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada 3 hal yang menjadi pertanyaan utama Malaikat Munkar dan Nakir di alam barzakh, yaitu : 1. Siapa Rabbmu 2. Siapa laki-laki yang pernah diutus kepadamu, 3. Apa agamamu. Inilah tiga landasan pokok yang harus dipahami dan diamalkan seorang Muslim ketika ia ingin menjawab pertanyaan Malaikat Munkar wa Nakir. Dalam tulisan yang sederhana ini akan dibahas tentang Ma’rifatullah.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ma’rifatullah artinya mengenal Allah, kalau kita mau mengenal Allah, maka kita harus mencari informasi yang benar tentang siapa itu Allah sebenarnya. Ada sebagian dari umat ini memahami ma’rifatullah secara salah karena dia juga mendapatkan sumber informasi yang salah, maka tidak perlu heran kalau ada sebahagian orang yang mengatakan bahwa dia sudah sampai tingkatan ma’rifatullah tapi tidak mau melaksanakan perintah Allah, tidak mau mendirikan sholat. Bahkan dikampung penulis pernah ada yang mengajarkan thrikat tentang ma’rifah, tapi gurunya mengatakan “tidurku lebih baik dari shlat jum’at kalian”. Siapa yang dia contoh ? Rasulullah SAW adalah orang yang paling sempurna ma’rifahnya, tapi pernahkah beliu meninggalkan sholat?, bahkan dalam Riwayat Aisyah R.a. Bahwa Rasulullah SAW mendirikan sholat sampai bengkak kakinya.&lt;br /&gt;Bagaiman kita ber-ma’rifah kepada Allah SWT ?&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pertama : Kenali Allah SWT lewat Al-qur’an dan Hadits Rasulullah SAW, sebab disitulah informasi yang benar  tentang siapa itu Allah sebenarnya. Sebagai contoh, kita lihat dalam Al-qur’an S. Al-fatihah ayat 1&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa segala pujian itu hanya diperuntukkan kepada Allah SWT, siapa itu Allah ?. Allah adalah Rabb (pencipta, pemelihara, dan pemberi rezki) seluruh sekalian alam. Orang yang memahami dengan baik ayat ini niscaya tidak akan pernah  datang ke tempat-tempat keramat, kuburan, atau semacamnya untuk meminta selain dari pada Allah SWT. Karena semua itu adalah alam yang tidak akan memberikan manfaat dan mudharat.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ketika membicarakan ma’rifatullah, artinya kita sedang membicarakan tentang Rabb, Malik, dan Ilah kita. Rabb yang kita pahami dari istilah Al-Qur’an adalah sebagai Pencipta, Pemilik, Pemelihara, dan Penguasa. Sedangkan kata Ilah mengandungi arti yang dicintai, yang ditakuti, dan juga sebagai sumber pengharapan. Hal ini termaktub dalam surat An-Naas (114): 1-3. Inilah tema yang dibahas dalam ma’rifatullah. Jika kita menguasai dan menghayati keseluruhan tema ini, bermakna kita telah mampu menghayati makna ketuhanan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;QS. Ar-Ra’du (13): 16 :&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Katakanlah, “Siapakah Rabb segala langit dan bumi?” Katakanlah, “Allah.” Katakanlah, “Adakah kamu mengambil wali selain dariNya yang tiada manfaat kepada dirinya dan tidak pula dapat memberikan mudarat?” Katakanlah, “Apakah sama orang buta dengan orang yang melihat? Apakah sama gelap dan nur (cahaya)?” Bahkan adakah mereka mengadakan bagi Allah sekutu-sekutu yang menjadikan sebagaimana Allah menjadikan, lalu serupa makhluk atas mereka? Katakanlah, “Allah. Allah yang menciptakan tiap tiap sesuatu dan Dia Esa lagi Maha Kuasa.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Didalam Q.S. Muhammad ayat 19,  Allah SWT memerintahkan kita untuk mengenal-Nya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;19.  Maka Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa)orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ayat ini mengarahkan kepada kita dengan kalimat “ketahuilah olehmu” bahwasanya tidak ada ilah selain Allah dan minta ampunlah untuk dosamu dan untuk mukminin dan mukminat. Apabila Al-Qur’an menggunakan sibghah amar (perintah), maka menjadi wajib menyambut perintah tersebut. Dalam konteks ini, mengetahui atau mengenali Allah (ma’rifatullah) adalah wajib.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;18.  Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu  (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kedua : Kita mengenal Allah SWT lewat Asma Wa sifat-Nya . Makna Tauhid Asma' Wa Sifat &lt;br /&gt;Yaitu beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatNya, sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah RasulNya Shallallaahu alaihi wa Salam menurut apa yang pantas bagi Allah Subhannahu wa Ta'ala, tanpa ta'wil dan ta'thil, tanpa takyif, dan tamtsil, berdasarkan firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (Asy-Syura: 11)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Allah menafikan jika ada sesuatu yang menyerupaiNya, dan Dia menetapkan bahwa Dia adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Maka Dia diberi nama dan disifati dengan nama dan sifat yang Dia berikan untuk diriNya dan dengan nama dan sifat yang disampaikan oleh RasulNya. Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam hal ini tidak boleh dilanggar, karena tidak seorang pun yang lebih mengetahui Allah daripada Allah sendiri, dan tidak ada sesudah Allah orang yang lebih mengetahui Allah daripada Rasul-Nya. &lt;br /&gt;Maka barangsiapa yang meng-ingkari nama-nama Allah dan sifat-sifatNya atau menamakan Allah dan menyifatiNyadengan nama-nama dan sifat-sifat makhlukNya, atau men-ta'wil-kan dari maknanya yang benar, maka dia telah berbicara tentang Allah tanpa ilmu dan berdusta terhadap Allah dan RasulNya. &lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?" (Al-Kahfi: 15)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ketiga : Kita mengenal Allah SWT lewat akal fikiran. Begitu banyak Al-qur’an memerintahkan kepada kita untuk memikirkan alam raya ini, diantaranya Firman Allah SWT dam Q.S. (Ath-Thur) 52 : 35&lt;br /&gt;35.  Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?&lt;br /&gt;Q.S. Al-Baqarah 190&lt;br /&gt;190.  Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,Dan banyak lagi ayat-ayat Allah SWT yang menerangkan tentang alam raya ini, yang menyuruh manusia untuk senantiasa menggunakan akal fikirannya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ke empat  : Kenali Allah SWT lewat diri sendiri. Untuk mengenal diri, ada beberapa pertanyaan mendasar yang harus kita jadikan sebagi bahan renungan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari mana kita datang ?&lt;br /&gt;2. Dimana dan untuk apa Allah SWT menciptakan  kita?, dan&lt;br /&gt;3. Kemana kita akan pergi ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-2685680264828031515?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/2685680264828031515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/ada-3-hal-yang-menjadi-pertanyaan-utama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2685680264828031515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2685680264828031515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/ada-3-hal-yang-menjadi-pertanyaan-utama.html' title='Ma&apos;rifatullah'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-8836425255561457314</id><published>2009-06-04T10:35:00.003+08:00</published><updated>2009-06-04T11:00:01.512+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengajian'/><title type='text'>Generasi Pengikut Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Sampaikan Pada Tanggal : 21 Maret 2009&lt;br /&gt;Tempat :  SMP Nasional   Jl. Dr. Ratulangi, Makassar&lt;br /&gt;Oleh: Badaruddin Basir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sekarang ini kita masih berada di bulan Rabiul Awwal, sebahagian besar kaum Muslimin melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ketika ditanya kenapa melaksanakan peringatan Maulid, pada umumnya menjawab bahwa itu sebagai wujud kwcintannya kepada Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;Bagaimana refleksi kecintaan kita kepada Rasulullah SAW yang sebenarnya?. Kalau kita mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan peringatan Maulid, tapi perlu diwujudkan dalam bentuk amal yang nyata. Karena sangat ironis ketika ada orang kalau melaksanakan Maulid, mereka ramai berbondong-bondong ke Masjid tapi ternyata tidak melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW, diantaranya mereka jarang berjama’ah di Masjid. Katanya cinta Rasul ….!&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sebagai generasi muda kita patut mencontoh akhlak Rasulullah SAW, dan akhlak Rasulullah SAW adalah Al-qur’an.&lt;br /&gt;Setelah Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya - tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, "Ceritakan padaku akhlak Muhammad!". Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam. Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata, "Ceritakan padaku keindahan dunia ini!." Badui ini menjawab, "Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini...." Ali menjawab, "Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad sallallahu 'alayhi wasallam, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4)"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Badui ini lalu menemui Siti Aisyah r.a. Isteri Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam yang sering disapa "Khumairah" oleh Nabi ini hanya menjawab, khuluquhu al-Qur'an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur'an). Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahwa Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam itu bagaikan Al-Qur'an berjalan. Badui ini tidak puas, bagaimana bisa ia segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur'an. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Oleh karena itu, sebagai generasi muda yang mengaku sebagai pengikut Rasul, maka ikutilah apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Maka kalau ingin sukses dunia dan akhirat, maka ada beberapa tips yang harus diperhatikan :&lt;br /&gt;1. Harus melaksanakan segala apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Seperti menjaga tauhid, mendirikan shalat, puasa, zakat, dsb. Serta menjauhi segala apa yang dilarang oleh Alah SWT, seperti mabuk-mabukan, berzina, berjudi, dsb.&lt;br /&gt;2. Berbakti kepada kedua orang tua, karena Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’ 23-24:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;23.  Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil".&lt;br /&gt;3.  Menghargai guru, karena guru adalah pengganti orang tua ketika kita   berada diskolah.&lt;br /&gt;4. Menghargai sesama. Islam adalah Rahmatan lil Alamin&lt;br /&gt;Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam berkata pada para sahabat, "Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!" Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, "Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini." Para sahabat lain terpana, tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Kabarnya Umar langsung berdiri dan siap "membereskan" orang itu. Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam pun melarangnya. Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam pun menyuruh Bilal mengambil tongkat ke rumah beliau. Siti Aisyah yang berada di rumah Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam keheranan ketika Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam meminta tongkat. Setelah Bilal menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah pun semakin heran, mengapa ada sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam berikan pada mereka.&lt;br /&gt;Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam. Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam berkata, "Lakukanlah!"&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan. Tetapi terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam dan memeluk Nabi seraya menangis, "Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah". Seketika itu juga terdengar ucapan, "Allahu Akbar" berkali-kali. Sahabat tersebut tahu, bahwa permintaan Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam tidak merasa bahwa ajalnya semakin dekat. Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam sebelum Allah memanggil Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam ke hadirat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Suatu pelajaran lagi buat kita. Menyakiti orang lain baik hati maupun badannya merupakan perbuatan yang amat tercela. Allah tidak akan memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita. Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam pun sangat hati-hati karena khawatir ada orang yang beliau sakiti. Khawatirkah kita bila ada orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan Hakim Yang Maha Agung ditengah miliaran umat manusia. Naudzu billahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-8836425255561457314?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/8836425255561457314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/generasi-pengikut-rasulullah-saw_04.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/8836425255561457314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/8836425255561457314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/generasi-pengikut-rasulullah-saw_04.html' title='Generasi Pengikut Rasulullah SAW'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-4682842627898988285</id><published>2009-06-04T09:55:00.003+08:00</published><updated>2009-06-04T10:15:14.469+08:00</updated><title type='text'>Anak Belajar dari Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian&lt;br /&gt;Jikan anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar mengenali tujuan&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh rasa kepercayaan&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran&lt;br /&gt;(Dorothy Law Notle)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dikutip dari buku: Meng-Install AkhlakMulia oleh Bambang Trim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-4682842627898988285?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/4682842627898988285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/sebuah-renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4682842627898988285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4682842627898988285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/sebuah-renungan.html' title='Anak Belajar dari Kehidupan'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-4502312191034375632</id><published>2009-06-03T11:56:00.005+08:00</published><updated>2009-06-04T10:26:54.926+08:00</updated><title type='text'>Ujian Kubur -2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;.... Pada bagian pertama telah dijelaskan tentang balasan terhadap mereka yang beriman, kini kita akan melanjutkan hadits Rasulullah SAW tentang ujian kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :"Sedangkan sesungguhnya hamba yang kafir, jikalau akan terputus menuju akhirat, turun dari langit para malaikat kepdanya dengan wajah hitam sambil membawa kain kasar, lalu mereka duduk didekatnya sepanjang mata memandang, kemudian menghadaplah Malakul maut hingga duduk di bagian kepalanya seraya berkata 'Hai jiwa yang buruk , keluarlah menuju murka Allah'. Nabi SAW bersabda : "Malakul maut menggerayangi jasadnya dengan kasar, lalu mencabutnya seperti mencabut besi penusuk daging bakar dari wol basah. Malakul maut mengambilnya, ketika dia telah mengambilnya maka para malaikat tidak menunggu sekejap mata lalu diambil dari tangan Malakul maut dan dimasukkan ke kain kasar itu, keluar darinya bau yang sangat busuk sperti bau bangkai terbusuk di muka bumi. Mereka membawanya naik sehingga tidaklah mereka memabawanya melewati suatu kelompok malaikat melainkan para malaikat itu berkata 'Apa ruh yang busuk ini??' Malaikat yang membawa menjawab, 'fulan bin fulan' (dengan namanya yang terburuk didunia). Sampai tiba dilangit dunia, maka dimintakan untuk dibuka (pintu) namun tidak dibukakan baginya. Lalu Rasulullah SAW membaca ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi merka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, sehingga unta bisa masuk kelubang jarum."&lt;/span&gt; (QS. Al-A'raf : 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Allah SWT berfirman :"Tuliskan catatannya di sijjin bumi yang terndah", lalu ruhnya dilemparkan begitu saja, Rasulullah SAW membaca ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Barang siapa mempersekutukan dengan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh."&lt;/span&gt; (QS. Al-Hajj: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruhnya dikembalikan kejasadnya, lalu dua Malaikat datang mendudukkannya seraya bertanya, 'siapa Rabbmu??' Ia menjawah, 'Ah...ah...saya tidak tahu', keduanya bertanya, 'Apa dienmu??' Ia menjawab 'Ah...ah...saya tidak tahu', keduanya bertanya, 'siapa lelaki yang pernah diutus kepada kalian itu?', Ia menjawah, 'Ah...ah...saya tidak tahu', maka terdengar seruan dari langit, "Dia dusta, berikan dia tikar dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka ia di datangi oleh panas api neraka dan anginnya, disempitkan baginya kubur sehingga terjepit saling bertaut tulang rusuknya. Kemudian ia di datangi oleh seorang laki-laki berupa jelek, berpakaian buruk, dan berbau busuk seraya berkata, 'Bergembiralah dengan kesengsaraanmu, inilah harimu yang dahulu diancamkan', ia berkata:'Siapa engkau, wajahmu membawa keburukan??', Dia menjawab 'Akulah amalanmu yang buruk', Ia berkata 'Whai Rabb, janganlah Engkau menegakkan hari Kiamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum Muslimin pelajarilah dan renungkanlah baik-baik hadits ini, karena hadits ini mengandung pelajarang yang sangat berharga bagi mereka yang menggunakan akal pikirannya. Kenalilah Rabbmu,,, kenalilah Nabimu,,, kenalilah agamamu,,, karena semuanya akan dipertanyakan dihadapan Allah SWT. semoga kita termasuk golongan yang diselamatkan oleh Allah SWT dari azab kubur. Amin. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-4502312191034375632?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/4502312191034375632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/ujian-kubur-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4502312191034375632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4502312191034375632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/ujian-kubur-2.html' title='Ujian Kubur -2'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-1968034634795020024</id><published>2009-06-01T17:19:00.004+08:00</published><updated>2009-06-01T17:29:10.436+08:00</updated><title type='text'>Kata-kata hikmah</title><content type='html'>"Ilmu lebih baik dari harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu menghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan. (Imam Ali bin Abi Thalib r.a)"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-1968034634795020024?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/1968034634795020024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/kata-kata-hikmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/1968034634795020024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/1968034634795020024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/kata-kata-hikmah.html' title='Kata-kata hikmah'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-2582057669617673583</id><published>2009-06-01T17:08:00.004+08:00</published><updated>2009-06-01T17:44:09.720+08:00</updated><title type='text'>Keutamaan Membaca Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keutamaan Al-Qur’an yang terbesar bahwa ia merupakan kalam Allah SWT. Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan dengan penuh berkah. Al-Qur’an memberikan petunjuk manusia kepada jalan yang lurus. Tidak ada keburukan di dalamnya, oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Rasulullah SAW bersabda, ”Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW selalu membaca Al-Qur’an. Beliau juga suka mendengarkan bacaan dari sahabatnya, khususnya sahabat Ibnu Mas’ud. Beliau berlinang air matanya bila membaca dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an, seperti yang dikisahkan dalam sebuah hadist dari Ibnu Mas’ud: Suatu ketika Rasulullah SAW meminta Ibnu Mas’ud untuk membacakan Al-Qur’an. Ibnu Mas’ud berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah saya membacakan untukmu, padahal Al-Qur’an diturunkan kepadamu?”. Dijawab nabi SAW: “Saya ingin mendengar dari orang lain”. Ibnu Mas’ud berkata, ”Maka saya bacakan surat An Nisa hingga sampai pada ayat “Fa kaifa idzaa ji’na min kulli ummatin bisyahidin waji’na bika ’ala ha’ula’i syahiida” (Bagaimanakah jika Kami telah mendatangkan untuk setiap ummat saksinya dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas semua ummat itu). Nabi bersabda, “Cukuplah sampai di sini”. Saya menoleh melihat nabi SAW sedang bercucuran air mata.“ {HR. Bukhori dan Muslim}.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Rasulullah SAW juga selalu membaca Al-Qur’an. Ketika mereka menemukan ayat yang berkaitan dengan azab Allah, mereka membacanya berulang-ulang hingga berlinang air mata. Abu Bakar RA, jika beliau menjadi imam ketika sholat, maka akan terdengar isakan tangis beliau. Suatu ketika seorang sahabat ingin ke pasar mendapati Asma binti Abu Bakar membaca salah satu ayat diulang-ulang sambil menangis. Ketika sahabat tersebut kembali dari pasar, ia masih membaca ayat yang sama sambil menangis. Itulah sikap Rasulullah SAW dan para sahabatnya ketika membaca Al-Qur’an. Kita sebagai ummat dan sebagai generasi penerusnya berusaha untuk bersikap seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya ketika membaca Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keutamaan yang telah diraih oleh Rasulullah SAW dan sahabatnya disebabkan mereka banyak membaca dan merenungkan isi kandungan Al-Qur’an. Bahkan diantara sahabat Rasulullah SAW ada yang menyaksikan dan merasakannya secara langsung. Diantara keutamaan membaca Al-Qur’an, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1.      Akan mendapat rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai 2 ahli diantara manusia”. Sahabat bertanya, ”Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Ahli Al-Qur’an adalah ahli Allah, dan orang-Nya khusus.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;Dalam hadist yang lain, Rasulullah SAW bersabda: Dikatakan kepada orang yang berteman dengan Al-Qur’an, “Bacalah dan bacalah sekali lagi serta bacalah dengan tartil, seperti yang dilakukan di dunia, karena manzilah-mu terletak di akhir ayat yang engkau baca. “ (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2.      Al-Qur’an akan menjadi penolong di hari kiamat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Al-Qur’an bertemu pembacanya pada hari kiamat saat kuburannya dikuak, dalam rupa seorang laki-laki yang pucat. Dia (Al-Qur’a) bertanya, “apakah engkau mengenalku? Dia menjawab, “aku tidak mengenalmu!”. Al-Qur’an berkata, “Aku adalah temanmu, Al-Qur’an, yang membuatmu kehausan pada siang hari yang panas dan membuatmu terjaga pada malam hari. Sesungguhnya pedagang itu mengharapkan hasil dagangannya, dan sesungguhnya pada hari ini aku adalah milikmu dari hasil seluruh perdaganganmu, lalu dia memberikan hak milik orang itu Al-Qur’an dengan tangan kanan dan memberikan keabadian dengan tangan kirinya, lalu di atas kepalanya disematkan mahkota yang berwibawa, sedangkan Al-Qur’an mengenakan 2 pakaian yang tidak kuat disangga oleh dunia. Kedua pakaian ini bertanya, “Karena apa kami engkau kenakan?”. Ada yang menjawab: “Karena peranan Al-Qur’an. Kemudian dikatakan kepada orang itu,”Bacalah sambil naik ketingkatan-tingkatan syurga dan biliknya, maka dia naik sesuai dengan apa yang dibacanya, baik baca dengan cepat, maupun dengan tartil.” (HR Ahmad).&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat, sebagai pembela pada orang yang mempelajari dan mentaatinya.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari An Nawas bin Sam’an, Rasulullah SAW bersabda, ”Pada hari kiamat akan didatangkan Al-Qur’an dan orang-orang yang mempraktekan di dunia, didahului oleh surah Al Baqarah dan Ali Imran yang akan membela dan mempertahankan orang-orang yang mentaatinya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;3.      Setiap huruf akan mendapat 10 ~ 700 pahala&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah bersabda, ” Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka akan mendapat hasanat dan tiap hasanat mempunyai pahala berlipat 10 kali. Saya tidak berkata Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dn Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4.      Akan mendapat doa dari para malaikat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah ra, Raslullah SAW bersabda, ”Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an akan berkumpul para malaikat yang mulia-mulia lagi taat. Sedang siapa orang yang megap-megap dan berat jika membaca Al-Qur’an, mendapat pahala 2 kali lipat.” (HR Bukhori, Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;5.      Akan mendapat ketenangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Al Barra bin Azib RA, “ Ada seorang membaca surat Al Kahfi sedang tidak jauh dari tempatnya, ada kuda yang terikat dengan tali kanan kiri, tiba-tiba orang itu diliputi oleh cahaya yang selalu mendekat kepadanya, sedang kuda itu lari ketakutan. Dan pada pagi hari ia datang memberi tahu kejadian itu kepada nabi SAW, maka bersabda nabi SAW, ”Itulah ketenangan (rahmat) yang telah turun untuk bacaan Al-Qur’an itu.” (HR Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://beranda.blogsome.com/2007/04/03/keutamaan-membaca-quran/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-2582057669617673583?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/2582057669617673583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/keutamaan-baca-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2582057669617673583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/2582057669617673583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/06/keutamaan-baca-quran.html' title='Keutamaan Membaca Al-Qur&apos;an'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-7146103946095430185</id><published>2009-05-30T09:46:00.011+08:00</published><updated>2009-06-02T10:36:35.549+08:00</updated><title type='text'>Ujian Kubur - 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SiCRZXub1GI/AAAAAAAAAG8/KbAAit40E_o/s1600-h/Allah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 185px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SiCRZXub1GI/AAAAAAAAAG8/KbAAit40E_o/s320/Allah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341429023112942690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_0"&gt;Ingatlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1"&gt;apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;terjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;seteah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;kematian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;berupa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;fitnah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;kubur&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;yaitu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;pertanyaan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;dua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;malaikat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;Mungkar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;Nakir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;semua&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;mati&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;sama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;dikebumikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;kubur&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;dimakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;bianatang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;buas&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;dibawa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;terbang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;burung&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;dibawa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;terpencar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;angin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;segala&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;penjuru&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;lautan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;Tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;boleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;mendapatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;pertanyaan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;Rabb&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;Dien&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_53"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;Rasul&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_56"&gt;siapkanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;jawaban&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_58"&gt;atas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_59"&gt;pertanyaan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_60"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;wahai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;saudaraku&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_63"&gt;perhitungkanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;baik&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;baik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;fitnah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;kubur&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;ini&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;sebab&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;sesungguhnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;tempat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;lari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;mengelak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;darinya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_78"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;itu&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_80"&gt;SWT&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;meneguhkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;beriman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;perkataan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;tsbit&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;teguh&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;dan&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;SWT&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;menyesatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;dzolim&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;Semoga&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;SWT&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;merahmati&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;Syekh&lt;/span&gt; Al-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;Hafidz&lt;/span&gt; bin Ahmad Al-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;Hakamiy&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;mengungkapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;makna&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;syairnya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;Sesungguhnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;dimanapun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;ditanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;Tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;Rabb&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;dien&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;Rasul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;Ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;itu&lt;/span&gt; Al-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;Muhaimin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;mengokohkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;Dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;perkataan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;Tsabit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;beiman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;Menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_127"&gt;yakin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_128"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_129"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_130"&gt;ragu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_131"&gt;tatkala&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_132"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_133"&gt;Bahwasanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_134"&gt;tempat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_135"&gt;kembalinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_136"&gt;kebinasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_137"&gt;Jika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_138"&gt;engkau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_139"&gt;hendak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_140"&gt;menelaahperincian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_141"&gt;fitnah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_142"&gt;itu&lt;/span&gt; -&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_143"&gt;semoga&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_144"&gt;SWT&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_145"&gt;menyelamatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_146"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_147"&gt;darinya&lt;/span&gt;- agar &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_148"&gt;engkau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_149"&gt;mendapatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_150"&gt;rambahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_151"&gt;nasehat&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_152"&gt;peringatan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_153"&gt;rasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_154"&gt;takut&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_155"&gt;khusyu&lt;/span&gt;' &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_156"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_157"&gt;persiapan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_158"&gt;diri&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_159"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_160"&gt;renungkanlah&lt;/span&gt; -&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_161"&gt;semoga&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_162"&gt;SWT&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_163"&gt;meneguhkanmu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_164"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_165"&gt;memberikanmu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_166"&gt;hidayah&lt;/span&gt;- &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_167"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_168"&gt;riwayat&lt;/span&gt; Imam Ahmad &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_169"&gt;Rahimahullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;dari&lt;/span&gt; Al-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_171"&gt;Barra&lt;/span&gt; bin &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_172"&gt;Azib&lt;/span&gt; R.a yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_173"&gt;berkata&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_174"&gt;Kami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_175"&gt;keluar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_176"&gt;bersama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_177"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; SAW &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_178"&gt;membawa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_179"&gt;jenazahseorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_180"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;kaum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_182"&gt;Anshar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_183"&gt;hingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_184"&gt;akhirnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;kami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;sampai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_187"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_188"&gt;kubur&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_189"&gt;Ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_190"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_191"&gt;dimasukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_192"&gt;keliang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_193"&gt;lahad&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_194"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_195"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; SAW &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_196"&gt;duduk&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_197"&gt;kamipun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_198"&gt;duduk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_199"&gt;disekeliling&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_200"&gt;Beliau&lt;/span&gt; SAW &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_201"&gt;seolah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_202"&gt;dikepala&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_203"&gt;kami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_204"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_205"&gt;burung&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_206"&gt;sedangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_207"&gt;ditangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_208"&gt;Beliau&lt;/span&gt; SAW &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_209"&gt;ada&lt;/span&gt; ranting yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_210"&gt;ditusuk&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_211"&gt;tusukkannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_212"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_213"&gt;tanah&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_214"&gt;Kemuidian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_215"&gt;Beliau&lt;/span&gt; SAW &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_216"&gt;mengangkat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_217"&gt;kepala&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_218"&gt;seraya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_219"&gt;bersabda&lt;/span&gt;:"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_220"&gt;Mohonlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_221"&gt;perlindungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_222"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_223"&gt;azab&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_224"&gt;kubur&lt;/span&gt;!! &lt;/span&gt;(&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_225"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_226"&gt;mengucapkannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_227"&gt;dua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_228"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_229"&gt;tiga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_230"&gt;kali&lt;/span&gt;), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_231"&gt;sesungguhnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_232"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_233"&gt;hamba&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_234"&gt;mukmin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_235"&gt;jikalau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_236"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_237"&gt;terputus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_238"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_239"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_240"&gt;menuju&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_241"&gt;akhirat&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_242"&gt;maka&lt;/span&gt; para &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_243"&gt;Malaikat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_244"&gt;turun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_245"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_246"&gt;langit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_247"&gt;menuju&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_248"&gt;kepadanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_249"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_250"&gt;wajah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_251"&gt;putih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_252"&gt;seolah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_253"&gt;wajah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_254"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_255"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_256"&gt;matahari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_257"&gt;sambil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_258"&gt;membawa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_259"&gt;kafan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_260"&gt;surga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_261"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_262"&gt;wewangian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_263"&gt;surga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_264"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_265"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_266"&gt;duduk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_267"&gt;sepanjang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_268"&gt;mata&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_269"&gt;memandang&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_270"&gt;kemudiang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_271"&gt;Malakul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_272"&gt;Maut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_273"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_274"&gt;duduk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_275"&gt;dibagian&lt;/span&gt;  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_276"&gt;kepalanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_277"&gt;seraya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_278"&gt;berkata&lt;/span&gt;: "&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_279"&gt;Wahai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_280"&gt;jiwa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_281"&gt;baik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_282"&gt;keluarlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_283"&gt;menuju&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_284"&gt;maghfirah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_285"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_286"&gt;keridhaan&lt;/span&gt; Allah". &lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_287"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; SAW &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_288"&gt;bersabda&lt;/span&gt; :"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_289"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_290"&gt;iapun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_291"&gt;keluar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_292"&gt;laksana&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_293"&gt;cucuran&lt;/span&gt; air &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_294"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_295"&gt;mulut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_296"&gt;alat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_297"&gt;penyiram&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_298"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_299"&gt;Malakul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_300"&gt;maut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_301"&gt;mengambilnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_302"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_303"&gt;dimasukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_304"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_305"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_306"&gt;kafan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_307"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_308"&gt;wewangian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_309"&gt;tersebut&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_310"&gt;tercium&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_311"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_312"&gt;jiwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_313"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_314"&gt;wangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_315"&gt;kesturi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_316"&gt;terharum&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_317"&gt;didapatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_318"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_319"&gt;muka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_320"&gt;bumi&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_321"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_322"&gt;membawanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_323"&gt;naik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_324"&gt;hingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_325"&gt;tidaklah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_326"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_327"&gt;melewati&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_328"&gt;sekelompok&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_329"&gt;malaikat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_330"&gt;melainkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_331"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_332"&gt;berkata&lt;/span&gt; '&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_333"&gt;Apa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_334"&gt;bau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_335"&gt;wangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_336"&gt;ini&lt;/span&gt;?', &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_337"&gt;maka&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_338"&gt;membawanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_339"&gt;berkata&lt;/span&gt; '&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_340"&gt;Fulan&lt;/span&gt; bin &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_341"&gt;Fulan&lt;/span&gt;' (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_342"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_343"&gt;nama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_344"&gt;terbaiknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_345"&gt;didunia&lt;/span&gt;). &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_346"&gt;Sampai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_347"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_348"&gt;tiba&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_349"&gt;dilangit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_350"&gt;dunia&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_351"&gt;pembawanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_352"&gt;minta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_353"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_354"&gt;dibukakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_355"&gt;baginya&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_356"&gt;pintu&lt;/span&gt;), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_357"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_358"&gt;dibukakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_359"&gt;baginya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_360"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_361"&gt;diantar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_362"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_363"&gt;setiap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_364"&gt;penjaga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_365"&gt;langit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_366"&gt;kelangit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_367"&gt;setelahnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_368"&gt;sehingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_369"&gt;berakhir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_370"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_371"&gt;langit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_372"&gt;ketujuh&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_373"&gt;maka&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_374"&gt;SWTberfirman&lt;/span&gt; "&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_375"&gt;Tuliskan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_376"&gt;catatan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_377"&gt;amal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_378"&gt;hamba&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_379"&gt;Ku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_380"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_381"&gt;Illiyyin&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_382"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_383"&gt;kembalikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_384"&gt;kebumi&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_385"&gt;sebab&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_386"&gt;sesungguhnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_387"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_388"&gt;sanalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_389"&gt;Saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_390"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_391"&gt;menciptakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_392"&gt;mereka&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_393"&gt;kepadanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_394"&gt;Saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_395"&gt;mengembalikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_396"&gt;mereka&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_397"&gt;serta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_398"&gt;darinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_399"&gt;Saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_400"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_401"&gt;mengeluarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_402"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_403"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_404"&gt;kali&lt;/span&gt; yang lain."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_405"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; SAW &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_406"&gt;bersabda&lt;/span&gt;: "&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_407"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_408"&gt;ruhnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_409"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_410"&gt;kembalikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_411"&gt;kejasadnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_412"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_413"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_414"&gt;didatangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_415"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_416"&gt;dua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_417"&gt;malaikat&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_418"&gt;duduk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_419"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_420"&gt;dekatnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_421"&gt;sambil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_422"&gt;mengajukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_423"&gt;pertanyaan&lt;/span&gt;, '&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_424"&gt;siapakah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_425"&gt;Rabbmu&lt;/span&gt;?', &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_426"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_427"&gt;menjawab&lt;/span&gt; 'Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_428"&gt;Rabbku&lt;/span&gt;', &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_429"&gt;keduanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_430"&gt;bertanya&lt;/span&gt;, '&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_431"&gt;apa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_432"&gt;Dienmu&lt;/span&gt;?', &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_433"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_434"&gt;menjawab&lt;/span&gt; '&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_435"&gt;Dienku&lt;/span&gt; Islam', &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_436"&gt;keduanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_437"&gt;bertanya&lt;/span&gt; '&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_438"&gt;siapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_439"&gt;laki&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_440"&gt;laki&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_441"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_442"&gt;diutus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_443"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_444"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_445"&gt;itu&lt;/span&gt;?' &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_446"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_447"&gt;menjawab&lt;/span&gt; '&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_448"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_449"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_450"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; SAW', &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_451"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_452"&gt;malaikat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_453"&gt;bertanya&lt;/span&gt; '&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_454"&gt;bagaimana&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_455"&gt;amalanmu&lt;/span&gt;?', &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_456"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_457"&gt;menjawab&lt;/span&gt; '&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_458"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_459"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_460"&gt;membaca&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_461"&gt;kitab&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_462"&gt;SWT&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_463"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_464"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_465"&gt;beriman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_466"&gt;kepadanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_467"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_468"&gt;membenarkannya&lt;/span&gt;', &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_469"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_470"&gt;terdengarlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_471"&gt;seruan&lt;/span&gt;: "&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_472"&gt;Hamba&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_473"&gt;Ku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_474"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_475"&gt;benar&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_476"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_477"&gt;berikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_478"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_479"&gt;hamparan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_480"&gt;surga&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_481"&gt;pakaikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_482"&gt;pakaian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_483"&gt;surga&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_484"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_485"&gt;bukakanbaginya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_486"&gt;pintu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_487"&gt;surga&lt;/span&gt;". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_488"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; SAW &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_489"&gt;bersabda&lt;/span&gt; :"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_490"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_491"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_492"&gt;mendapatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_493"&gt;tiupan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_494"&gt;angin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_495"&gt;sepoi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_496"&gt;surga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_497"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_498"&gt;wanginya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_499"&gt;serta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_500"&gt;dilapangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_501"&gt;kuburannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_502"&gt;sepanjang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_503"&gt;mata&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_504"&gt;memandang&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_505"&gt;kemudian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_506"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_507"&gt;didatangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_508"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_509"&gt;seseorang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_510"&gt;berwajah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_511"&gt;tampan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_512"&gt;berpakaian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_513"&gt;indah&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_514"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_515"&gt;harum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_516"&gt;wewangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_517"&gt;seraya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_518"&gt;berkata&lt;/span&gt;, '&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_519"&gt;Gembiralah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_520"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_521"&gt;kesenanganmu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_522"&gt;inilah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_523"&gt;hari&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_524"&gt;dahulu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_525"&gt;dijanjikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_526"&gt;kepadamu&lt;/span&gt;', &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_527"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_528"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_529"&gt;berkata&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_530"&gt;kepadanya&lt;/span&gt; '&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_531"&gt;siapakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_532"&gt;engkau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_533"&gt;gerangan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_534"&gt;wajahmu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_535"&gt;membawa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_536"&gt;kebaikan&lt;/span&gt;??' &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_537"&gt;diapun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_538"&gt;menjawab&lt;/span&gt; '&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_539"&gt;Sayalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_540"&gt;amalanmu&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_541"&gt;sholeh&lt;/span&gt;', &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_542"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_543"&gt;berkata&lt;/span&gt; ' &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_544"&gt;Rabb&lt;/span&gt;! &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_545"&gt;tegakkanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_546"&gt;kiyamat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_547"&gt;sehingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_548"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_549"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_550"&gt;berkumpul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_551"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_552"&gt;keluarga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_553"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_554"&gt;apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_555"&gt;diberikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_556"&gt;bagiku&lt;/span&gt;'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_557"&gt;Bersambung&lt;/span&gt;....&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_558"&gt;Disadur&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_559"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_560"&gt;buku&lt;/span&gt; "&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_561"&gt;Bagaimana&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_562"&gt;seorang&lt;/span&gt; Muslim &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_563"&gt;mengenal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_564"&gt;Agamanya&lt;/span&gt;" &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_565"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_566"&gt;Syaikh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_567"&gt;Zaid&lt;/span&gt; bin Muhammad bin &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_568"&gt;Hadi&lt;/span&gt; Al-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_569"&gt;Madkhaliy&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-7146103946095430185?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/7146103946095430185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/05/ujian-kubur-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/7146103946095430185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/7146103946095430185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/05/ujian-kubur-1.html' title='Ujian Kubur - 1'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SiCRZXub1GI/AAAAAAAAAG8/KbAAit40E_o/s72-c/Allah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-738477849686879072</id><published>2009-05-29T10:27:00.008+08:00</published><updated>2009-05-30T09:20:50.876+08:00</updated><title type='text'>Pengalaman Hidup 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          ..... Setelah berembuk kami memutuskan untuk kembali,,, cuma kami bingung lagi??? dengan apa kami pulang, kami kan tidak kenal daerahnya orang, mau telpon taksi tidak tau nomor telponya, tidak mungkin tanya sama tuan rumah.,,, Akhirnya aku teringat kalau ada teman saya yang punya saudara di Kendari,  saya telpon dan memceritakan kondisi kami, dia orangnya sangat baik dan turut prihatin. Diapun menelpon saudaranya yang ada di Kendari supaya menjemput kami sekeluarga pagi-pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kamipun "baku atur" bahwa kalau besok dia datang menjemput &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngakunya&lt;/span&gt; sebagai keluarga. Kami pun menunggu pagi tiba, rasanya lamaaa sekali perputaran waktu, malam itu hampir kami tidak ada tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Akhirnya pagi pun tiba,,, saya telpon lagi saudaranya teman saya itu, katanya baru mandi. Sambil menunggu saya jalan-jalan dipekarangan,,, tenyata memang pinggiran hutan, dipekarangan ada sebuah kolam yang ternyata isinya ikan lele, tapi kayaknya tidak terurus airnya kayak air comberan, bahkan ada ikannya yang mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Sekitar jam 08.00, akhinya kami lihat dari jauh ada sebuah mobil mendekat, didalam mobil ada seorang ibu Hajjah dan anaknya seorang gadis, saya menduga pasti ini orang yang akan menjemput kami, sebelumnya kami sudah sampaikan sama ibu yang ada dirumah itu bahwa sebentar akan ada keluarga yang menjemput untuk jalan-jalan kerumahnya. Ibu Hajjah turun dari mobil dan kami memperkenalkan diri, kemudian masuk dan memperkenalkan sama ibu tuan rumah. Kami lihat ibu tuan rumah kelihatan agak kaget melihat ibu Hajjah masuk, dia bilang "oh..kalau ibu hajjah ini saya kenal". Ibu hajjah menyampaikan kalau akan menjemput saya, dan bertanya "mana bapak?" sang ibu dengan agak ragu menjawab kalau bapak ada urusan bisnis dan mendampingi JK (wapres).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Cepat-cepat saya angkat koper kemobil dan pamit pergi sebentar. Setelah kami naik diatas mobil kami tidak dapat bayangkan perasaan kami yang begitu lega, Alhamdulillah ya Allah, rasanya baru saja kami keluar dari sebuah penjara penyiksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Di mobil ibu Hajjah mengajak kami kerumahnya, istirahat dulu katanya. Saya bilang sama bu Hajjah "terima kasih banyak bu Hajjah, tapi yang kami pikirkan sekarang adalah bagaimana cepat ke Bandara dan pulang", saya juga bilang sama bu Hajjah biar kami naik taksi saja ke Bandara, karena bandaranya cukup jauh, pikiran saya yang penting sudah keluar dari rumah penjara itu rasanya sudah lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tapi bu Hajjah yang baik hati itu tidak mau membiarkan kami naik taksi 'biar diantar' katanya, jadi tidak enak sama bu Hajjah karena sangat merepotkan. Selama dalam perjalanan ke bandara kami ceritakan kronologisnya dari awal sampai akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ketika mobil melaju,,,tiba-tiba aku teringat kalau di Bandara tidak ada ATM, saya kan tidak bawa uang tunai,,,, gawat... saya bilang ke ibu Hajjah supaya mencari ATM dulu. Ternyata ATM hanya ada di pusat kota yang sudah sangat jauh kami tinggalkan, saya bilang ke ibu Hajjah tidak usah diantar nanti kami naik taksi saja, tapi ibu Hajjah tidak mau membiarkan kami. Jadi akhirnya kami diantar keliling untuk cari ATM, setelah itu kami diantar lagi ke Bandara, kira-kira jam 11.00 kami sudah sampai di Bandara, lagi-lagi kami di uji karena penerbangan pagi ternyata sudah berangkat, penerbangan selanjutnya tinggal tunggu pesawat Garuda jam 17.00, yang akan transit,, yah apa boleh buat. Sebenarnya ibu Hajjah memanggil kami untuk istirahat dirumahnya, tapi kami bilang biar nunggu di Bandara saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sore akhirnya kami berangkat pulang dengan pesawat Garuda dan sampai dengan selamat, dirumah.... Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Bu Hajjah Bunga di Kendari, kami haturkan banyak terima kasih, hanya Allah-lah yang akan membalas kebaikan-kebaikan ibu sekeluarga. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Bapak yang menipu kami. Kami sudah maafkan semuanya, tapi ingat janganlah menebarkan kebohongan dan kesombongan karena itu sangat dibenci Allah SWT, juga titip pesan tolong diperhatikan anak panti asuhan yang menjadi tanggungjawab bapak, kasihan mereka sepertinya tidak terurus, ingat semua itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. Bertobatlah !  Allah pasti akan mengampuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan langsung oleh korban....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-738477849686879072?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/738477849686879072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/05/pengalaman-hidup-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/738477849686879072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/738477849686879072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/05/pengalaman-hidup-2.html' title='Pengalaman Hidup 2'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-3448183556829526823</id><published>2009-05-28T13:54:00.008+08:00</published><updated>2009-05-30T09:21:30.507+08:00</updated><title type='text'>Pengalaman Hidup 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                   &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sekitar dua bulan yang lalu, saya kenalan dengan seseorang yang mirip sekali dengan Syekh Fuji yang banyak kita saksikan di Tv, bedanya dia tidak pakai gamis. Saya kenalan disebuah klinik terapi/pengobatan alternatif (tapi bukan dukun lho...). Waktu itu kami banyak bicara tentang asal dan kegiatan masing-masing, dia juga banyak cerita soal agama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;       Menurutnya dia adalah salah seorang pengusaha yang mempunyai banyak kapal penangkap ikan dan juga dekat dengan pejabat-pejabat di Kendari (kebetulan asalnya dari Kendari). Dari awal perkenalan itulah dia mengajak saya ke Kendari karena disana dia mempunyai sebuah yayasan yang membutuhkan pembina, soal gaji dan fasilitas tempat tinggal juga sudah dibicarakan. Dari beberapa hari bersama cukup meyakinkan kalau dia adalah seorang pengusaha sekaligus Ustaz (ngakunya), misalnya ketika sama-sama dimobil hp sedikit-sedikit berdering, katanya dari wali kota&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;lah, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;dari kepala dinas ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;lah,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; dan banyak pejabat yang dia sebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;        Akhirnya setelah berembuk dengan keluarga, maka diputuskan untuk berangkat, sebelumnya dia menyuruh saya buka rekening di salah satu bank, katanya untuk memudahkan transfer lewat sms banking.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;             Rencana awal, kami akan berangkat ke Kendari bersama di mobilnya, tapi kemudian berubah karena katanya ada urusan di Jakarta, makanya dia menyuruh saya sekeluarga cari mobil yang full ac jurusan Kendari biar nyaman katanya, setelah cari informasi ternyata tidak ada mobil  penumpang ber-ac yang tujuan Kendari. Akhirnya diputuskan naik pesawat, nanti uangnya diganti katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;                  Menurut dia di Kendari sudah ada istrinya menunggu, maka kami sekeluarga naik pesawat ke Kendari, kira-kira jam 18.30 kami sudah sampai di Kendari, setibanya di Bandara dia nelpon kalau istrinya tidak bisa jemput, di rumah ada mobil kijang innova katanya tapi tidak ada sopir, naik taksi aja  nanti saya yang ngomong sama sopir taksi biar diantar samapai di rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;                  Taksipun melaju mengantarkan kami ketujuan... tapi rupanya sopir taksi kesulitan mencari alamat yang ditunjukkan, maka saya telpon lagi... akhirnya dia suruh anaknya jemput. Perlahan-lahan kami mengikuti anaknya dari belakang (karena anaknya naik motor),  hati saya mulai tidak enak begitu memasuki area rumahnya, karena disekitar tempat itu rumah masih kurang,,, pinggir hutan,,, dan belum diaspal lagi. Saya melirik istri dan anak-anak yang hanya terdiam, saya mulai berfikir konglomerat kok jalan masuk rumahnya kayak seperti ini....???.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;        Akhirnya kami sampai disebuah bangunan yang belum jadi, kami disambut oleh istri dan anak-anaknya (ternyata disitu panti asuhan), istrinya tidak terlalu banyak bicara kecuali sekedarnya saja. Kami masuk kekamar..... lumayan agak luas tapi kasurnya sangat bau... bau kencing. Ternayata sangat jauh dari apa yang kami bayangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;       Sebelum berangkat dia bilang kalau rumahnya besar, ada kolam ikannya., dan kami akan disediakan kamar besar lengkap dengan segala fasilitasnya, memang dikamar itu ada tv kecil tapi...ya Allah  benar-benar diluar dugaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;               Malam itu kami disediakan makanan, tapi sekalipun lapar tapi rasanya tidak ada selera makan., akhirnya istri saya  hanya bisa menangis karena tidak pernah membayangkan kondisinya akan seperti ini, selama ini tidak pernah dia mengalami hal seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;         Tidak lama kemudian hp saya bunyi ternyata dari bapak tuan rumah, katanya dia masih di Jakarta mendampingi Wakil Presiden.???... Selesai nelpon saya rembukkan dengan istri, dan diputuskan bahwa besok harus kembali apapun yang terjadi....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bersambung.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-3448183556829526823?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/3448183556829526823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/05/pengalaman-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/3448183556829526823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/3448183556829526823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/05/pengalaman-hidup.html' title='Pengalaman Hidup 1'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-4156746508016053230</id><published>2009-05-27T14:35:00.005+08:00</published><updated>2009-06-02T09:48:56.773+08:00</updated><title type='text'>Krisis Aqidah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/Shzfy8rSF1I/AAAAAAAAAFo/MXZZ3m_OVQc/s1600-h/Basm10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 217px; height: 80px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/Shzfy8rSF1I/AAAAAAAAAFo/MXZZ3m_OVQc/s320/Basm10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340389324528686930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat sekarang ini kita sedang mengalami krisis multi dimensi, tapi yang paling menghawatirkan adalah ketika seseorang mengalami krisis aqidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati kita tentu sangat prihatin, melihat tayangan iklan perdukunan di tv, kita  baca iklan dikoran yang menawarkan jasa perdukunan, ini semua adalah hal yang mengancam aqidah kita sebagai seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat ketika suatu hari saya berangkat ke kampung, ketika memasuki kampung ada sebuah pohon yang mana dibawah pohon itu sering orang singgah untuk memberikan uang receh, katanya supaya tidak diganggu sama penunggunya. Saya cuma senyum-senyum saja, saya lantas berfikir memangnya jin pake uang ruapiah ya buat belanja, lagian apa jin tidak kecewa kalau cuma dikasih uang receh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan umat ini.,&lt;br /&gt;Karena itu marilah kita memplejari agama ini supaya kita tidak terseret dalam lembah kemusyrikan yang semakin dalam. Kembalilah kepada petunjuk yang benar yaitu Al-qur'an dan Hadits Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah dalam posting yang akan datang kami akan mengulas masalah tauhid vs kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-4156746508016053230?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/4156746508016053230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/05/krisis-aqidah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4156746508016053230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/4156746508016053230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/05/krisis-aqidah.html' title='Krisis Aqidah'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/Shzfy8rSF1I/AAAAAAAAAFo/MXZZ3m_OVQc/s72-c/Basm10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-8301927983461447823</id><published>2009-05-27T11:31:00.007+08:00</published><updated>2009-06-01T14:32:01.501+08:00</updated><title type='text'>Undangan Pengajian</title><content type='html'>DPD PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Kota Makassar, adalah sala satu ormas Islam yang bergerak dibidang dakwah dan sosial. Setiap pekan (Ahad Sore mengadakan pengajian bersama di sekretariat DPD PITI Makassar, Gd STMIK Kharisma Jl. Baji Ateka No. 20. Dalam pengajian tersebut diisi oleh para ulam dan akademisi, diantaranya adalah Prof. Dr. KH. A. Muin Salim, MA, Prof. Dr. HM. Ghalib, AGH. Muhammad Ahmad, Prof. Dr. Hj. Amrah Kasim, MA, dan masih banyak lagi ustaz-ustaz yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah pada hari Ahad, 31 Mei 2009, pengajian akan di laksanakan di Masjid Nurul Kautsar, Jl. A. Mangerangi Depan SMK 1 jam 16.00 dengan pemateri AGH. Muhammad Ahmad dengan materi Hadits Arbain (Hadits Ke-4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu sangat di harapkan kaum muslimin terutama para muallaf menghadiri pengajian tersebut. di sekretariat PITI juga diadakan bimbingan baca Al-qur'an tingkat dasar, setiap hari ahad jam 14.00-16.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekilas info sekaligus bersifat undangan...&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut hubungi Badaruddin Basir : 0411-5742015, 085796905274&lt;br /&gt;e-mail: penyejukhati.1975@mail.com, badar_almaspy@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-8301927983461447823?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/8301927983461447823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/05/infor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/8301927983461447823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/8301927983461447823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/05/infor.html' title='Undangan Pengajian'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6126776139188393350.post-9186098742564065913</id><published>2009-05-23T12:44:00.004+08:00</published><updated>2009-06-10T14:50:35.740+08:00</updated><title type='text'>Kata Pengantar</title><content type='html'>&lt;marquee bgcolor="#f2f5a9" scrollmount="4" direction="right"&gt;Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;Al-hamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Allah yang tiada Ilah berhak disembah selain Dia. Shalawat dan salamsemoga senantiasa tercurah atas junjungan kita nabi Muhammad SAW, nabi yang harus kita yakini bahwa beliau adalah khatamul anbiya' penutup para nabi tidak ada lagi nabi setelah beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran blog ini mudah-mudahan bermanfaat bagi para pengunjung serta bisa memberikan pencerahan terhadap hati yang lara. Kalau ada yang benar pasti datangnya dari Allah SWT, maka ambil itu sebagai pelajaran sekalipun bertentangan dengan akal kita, karena boleh jadi akal kita belum sampai untuk memahami hal tersebut. Kalaupun ada yang salah maka itu datangnya dari pribadi saya sebagai manusia biasa. Maka tegur sapa yang santun dari para pengunjung sangat kami harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukran atas segala partisipasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee bgcolor="#f2f5a9" scrollmount="4" direction="right"&gt;Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6126776139188393350-9186098742564065913?l=alzahbadar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alzahbadar.blogspot.com/feeds/9186098742564065913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/05/assalamu-alaikum-warahmatullahi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/9186098742564065913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6126776139188393350/posts/default/9186098742564065913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alzahbadar.blogspot.com/2009/05/assalamu-alaikum-warahmatullahi.html' title='Kata Pengantar'/><author><name>Penyejuk Hati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09326167491232169107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_knmNqg0Gb5E/SnoqhC56xNI/AAAAAAAAAJ0/Kn31Ld9bSWg/S220/abi,alzah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
